Thursday, March 1, 2007

Udara segar...di mana...


Memetik Udara Segar di Rumah
Oleh: A. Bimo Wijoseno


Penulis: A. Bimo Wijoseno

Dalam era "hidup kembali ke alam", kita dapat membawa suasana udara perdesaan yang segar dan bersih masuk ke dalam rumah. Terutama rumah-rumah di kota besar, yang sudah makin terkepung oleh udara terpolusi. Air purifier bisa membantu.
=====
Udara cerah berlangit biru/Ingin aku bersenang-senang bersamamu/Bernyanyi-nyanyi dan menari/Di alam bebas dan segar seperti ini.
Sepenggal lagu anak-anak berjudul Hati Gembira karangan AT Mahmud ini sudah jarang terdengar. Tidak lama lagi akan semakin aneh didengar, khususnya di kota-kota besar. Soalnya, udara bersih dan segar di kota-kota macam Jakarta sudah jadi barang langka.
Simak saja hasil penelitian ini. Dari 10 kota di Indonesia, enam di antaranya (Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Jambi, dan Pekanbaru) hanya memiliki udara berkategori baik selama 22 - 62 hari dalam setahun atau tidak lebih dari 17%. Di Pontianak dan Palangkaraya penduduk harus menghirup udara dengan kategori berbahaya, masing-masing selama 88 dan 22 hari.
Khusus Jakarta, data dari Mitra Emisi Bersih (MEB) menunjukkan, kualitas udara kategori baik di Jakarta selama tahun 2001 (365 hari) 75 hari. Pada 2002 angka itu menurun menjadi 22 hari. Seiring dengan membanjirnya sumber polusi bergerak (mobil dan motor), bisa dibayangkan bagaimana buruknya kondisi kualitas udara di Jakarta.
Banyak cara telah diupayakan, baik oleh Pemda maupun lembaga swadaya masyarakat. Sembari menunggu hasilnya, tak ada salahnya kita berupaya sendiri. Menanam pohon di lingkungan sekitar, misalnya. Jika masih mentok juga, coba melirik produk teknologi pembersih udara, yang sering disebut air purifier.

Masih konvensional
Mengapa udara di pegunungan (Kawasan Puncak antara Bogor dan Cianjur, misalnya) atau di desa (kampung halaman kakek nenek kita) terasa segar? Kuncinya, adanya tanaman rindang yang banyak tumbuh di sana. Tanaman inilah yang menjadi bagian dari mekanisme alam untuk menjernihkan udara. Caranya, ion positif dan ion negatif yang dikeluarkan tanaman akan menyeimbangkan kembali komposisi udara yang kotor dengan memperbanyak unsur oksigennya. Udara yang kaya oksigen terasa segar kala dihirup.
Cara pohon menjernihkan udara itulah yang diterapkan pada air purifier. Bukan meniru bentuknya, tapi teknologinya. Sosok penjernih udara ini mirip penyejuk ruangan (AC). Namun, bukan udara dingin yang tersembur, cuma angin sepoi-poi. Jadi, lebih tepat disebut kipas angin plus. Nilai plusnya terletak pada filter yang ada di dalamnya. Fungsinya menyaring udara dari kotoran, debu, bau, partikel kecil, bahkan kuman dan bakteri. Hanya saja alat tidak meniypkan kesejukan.
Teknologi pembersih udara yang ada di pasaran sekarang sebagian besar masih konvensional, namun sudah ada perkembangan yang berarti. Peranti kerasnya masih berupa kipas angin yang berfungsi menyerap udara dan filter karbon sebagai penyaring udara. Filter udara inilah yang sekarang "diotak-atik" biar semakin canggih.
Ambil contoh filter udara yang ada di alat pembersih udara merek Samsung. "Alat ini sudah menggunakan teknologi silver nano dan dilengkapi hepa (high efficiency particulate air filter - Red.), yaitu filter yang terdiri atas 11 filter penyaring yang menghasilkan udara bersih," ujar Wisnu Sigit, manajer pemasaran produk PT Samsung Elektronik Indonesia (SEI).
Silver nano adalah pelapis filter dari perak yang bisa mengikat bakteri dan jamur. Sedangkan filter hepa sendiri mampu menyaring kotoran hingga ukuran 0,3 mikrometer. Tak hanya itu, bau-bauan tak sedap, semisal bau asap rokok, juga bisa lenyap.
Lain lagi dengan pembersih udara merek Sharp dari Jepang. Teknologinya dikemas dengan nama plasmacluter. "Di dalam air purifier-nya ada alat yang membentuk keseimbangan ion positif dan ion negatif yang ada di udara," ujar Cokhy Indira Pasha, product marketing AC dan air purifier dari PT Sharp Yasonta. Prinsip kerja plasmacluster ini menguraikan air (H2O) menjadi ion positif (H+) dan ion negatif (O2-).
Selanjutnya, reaksi kimia yang sulit dijelaskan di sini menjadikan udara seimbang (Intisari, September 2004). Sharp mengklaim bahwa semburan plasmacluster-nya dapat menjangkau seluruh sudut ruangan. Selain plasmacluster, Sharp juga melengkapi pembersih udaranya dengan filter hepa. Cuma jumlahnya tidak sampai 11 lapis seperti pada merek Samsung.
Perkembangan teknologi pembersih udara ini relatif lambat karena penggunanya masih sedikit. "Kebanyakan yang memakai alat ini orang-orang yang sedang dalam taraf penyembuhan," ungkap Wiwin, panggilan akrab Windayati Wanayu. Tak heran kalau penggunanya termasuk beberapa rumah sakit. "Namun, ada juga perorangan yang menggunakan alat ini di rumah mereka untuk alasan kesehatan," ucap Wiwin.

Demi kesehatan
Karena produsen dan konsumen alat pembersih udara ini masih sedikit, wajar kalau harga alat masih relatif mahal. SEI melabeli produknya pada kisaran Rp 5 juta untuk kapasitas 40 m2. Tipe ini tentunya cocok untuk di rumah. Pembersih udara dari Sharp dibanderol sedikit lebih murah, Rp 4 jutaan. Namun, kapasitasnya juga lebih kecil, 31 m2. Kalau uang tidak menjadi masalah bagi Anda, tinggal pilih saja yang sesuai kebutuhan.
Namun, sebenarnya pada kondisi bagaimana kita membutuhkan alat ini? Agak sulit menjawabnya. Sebab, jika di rumah sudah ada AC, rasanya udara sudah cukup segar. Tetapi tidak menjamin kalau udaranya sudah bersih. Fungsi AC memang hanya mendinginkan udara, bukan menyaring udara. Meski ada juga yang telah dilengkapi filter.
Namun, fakta yang ada menunjukkan bahwa filter AC tidak maksimal menyaring udara. Di lain pihak, air purifier hanya membersihkan udara tanpa membuat udara terkondisikan. Kalau ingin udara bersih sekaligus terkondisikan (dingin atau sejuk), pilihlah keduanya.
Lain persoalan kalau aspek kesehatan Anda jadikan alasan untuk menggunakan air purifier. Apalagi Anda sangat sensitif terhadap kualitas udara. Misalnya, saja mudah mengalami gangguan pernapasan atau alergi debu. Penderitaan seperti itu bisa terekstradisi. Ibu hamil juga perlu udara segar, bersih, dan sehat untuk kesehatan perkembangan janinnya. Yang hobi memelihara hewan piaraan juga bisa memanfaatkan alat ini. Tidak hanya menyaring bulu-bulu binatang kesayangan yang beterbangan, tapi juga menyaring bakteri yang ikut melayang-layang.
Kesimpulannya, sebenarnya kita semua memerlukan alat ini. Bukankah kita mendambakan udara bersih nan segar? Karena banyak yang butuh itulah, alat ini dibikin supaya fleksibel penempatannya. Untuk kapasitas kecil bisa ditaruh di lantai. Soalnya, ukuran alat ini memang tidak jauh berbeda dengan kipas angin. Jika merasa terganggu dengan penempatan di lantai, pilih yang model tempel di dinding. Model ini mirip AC.
Jika Anda sudah memilikinya, yang perlu diperhatikan adalah kebersihan filternya. Memang benar, filter bisa awet sampai lima tahunan. Dengan catatan, sering dibersihkan. Sebab, kalau tidak, otomatis filternya akan tertutup kotoran. Kalau sudah begitu, kerja pembersih udara juga tidak maksimal.
Untuk urusan bersih-bersih filter ini disarankan untuk dilakukan di luar rumah. Alasannya sederhana, kalau dilakukan di dalam rumah, kotorannya dapat kembali lagi. Cara membersihkannya cukup dengan alat penyedot debu (vacuum cleaner). Tidak perlu dicuci dengan air, sebab bisa-bisa malah rusak filternya. Soalnya, filter itu terbuat dari serat yang halus sekali. Jangan lupa, ganti filter kalau sudah tiba saatnya. Pilih filter yang berdaya tahan lama.
Agak ribet memang, tapi itu konsekuensi memperoleh udara segar. Kalau dipikir-pikir, memang lebih enak hidup di desa, seperti digambarkan oleh lagu karangan AT Mahmud tadi.

Keterangan:
- lead

Boks
SEKADAR SARAN

1. Jangan terpengaruh oleh merek dan harganya, tetapi lihat manfaat dan kelebihannya.
2. Sesuaikan kapasitas air purifier dengan ruangannya. Kapasitas kecil di ruangan yang besar tentu menjadi tak maksimal. Sebaliknya, kita membuang energi.
3. Pilih yang onderdilnya mudah didapat, sehingga tidak mengalami kesulitan bila ada kerusakan.
4. Untuk hasil yang maksimal, cari alat yang filternya berlapis-lapis.

Iridiologi


Di Matamu Kulihat Penyakit
Oleh: A. Bimo Wijoseno




Mata adalah jendela hati, sekaligus indera untuk menikmati indahnya dunia. Namun, bagi dr. Asdi Yudiono, semua kegunaan itu masih kurang. Bagi dia, mata bisa digunakan untuk mendukung profesinya sebagai dokter, yaitu untuk “meramal” beragam penyakit yang berpotensi menyerang tubuh. Bagaimana bentuk "ramalannya"?
=====
Melihat cara kerja dr. Asdi Yudiono, Anda barangkali akan menyangka, dokter muda ini dokter spesialis mata. Soalnya, ia lebih banyak meneliti penyakit pasiennya lewat indera penglihatan.
Namun, sumpah mati, dr. Asdi bukan dokter mata. Ia seorang dokter umum. Bedanya dengan dokter umum lain ialah penguasaannya yang baik terhadap iridiologi. Berkat ilmu yang didalaminya selama bertahun-tahun itu, ia dapat mendeteksi secara dini beragam penyakit yang akan menimpa seorang pasien, cukup lewat gambaran iris mata.
Meski begitu, menurut dia, sebenarnya iridiologi tidak pernah dibahas dalam ilmu kedokteran. Ia hanyalah salah satu bentuk ilmu kedokteran alternatif yang bersifat preventif atau pencegahan, yang menggunakan pola, warna, dan keadaan fisik dari iris mata, untuk memberikan informasi tentang beragam penyakit yang mungkin ada di dalam diri si pemilik iris mata.
Dari hasil pengamatan itu, diharapkan penyakit dapat ditangkal sejak masih berstatus "gejala", sehingga tidak merepotkan penderita di kemudian hari, atau mencapai tahap parah. Satu lagi informasi yang perlu diingat, ilmu “ramal-meramal” lewat media iris mata ini lepas dari ilmu kedokteran mata. Karena itu, jangan sebut pula dr. Asdi sebagai dokter mata.

Menelusuri sumber
Iridiologi yang dipraktikkan dr. Asdi dalam meramal penyakit pasiennya kira-kira mirip seperti bola kristal yang dimanfaatkan para peramal nasib untuk melihat masa depan seseorang. Namun, berbeda dengan bola kristal, iridiologi yang diterapkannya tentu saja jauh lebih didasarkan pada standar-standar ilmiah.
Iridiologi bahkan bukan sekadar ilmu untuk meramal penyakit. "Keluhan yang sedang dialami pasien, misalnya, bisa juga ditelusuri lewat iridiologi ini,” jelas dr. Asdi. Menurut dia, penyakit seseorang bisa dilihat dari tanda-tanda yang tergambar dalam iris matanya. Ia meyakini, kondisi semua organ tubuh berhubungan langsung dan tersurat di dalam iris mata.
Ilmu ini pertama kali dikembangkan secara ilmiah oleh dr. Ignatz von Peczely (1826 - 1911), seorang dokter asal Hongaria. Secara tak sengaja, Peczely menemukan ilmu ini dari burung peliharaannya yang mengalami patah kaki. Ia melihat, di bagian bawah iris mata si burung terdapat seberkas garis hitam. Burung itu ia rawat dan akhirnya sembuh. Ketika sembuh, bercak hitam pada mata burung ternyata ikut menghilang.
Pada tahun 1950-an, iridiologi berkembang di Amerika, Eropa, dan Cina. Perkembangannya semakin pesat setelah Bernard Jensen membuat bagan iridiologi yang masih digunakan sampai sekarang.
Berdasarkan bagan itu, Jensen membagi iris mata atas beberapa bagian. Bagian atas mewakili otak, bagian bawah mewakili kaki dan organ reproduksi. Sedangkan iris kanan mewakili organ tubuh bagian kanan, iris kiri tentu saja mewakili organ tubuh bagian kiri. Lambung dan pencernaan direpresentasikan oleh daerah yang mengelilingi pupil mata pada iris.
Mudahnya, iris mata itu lingkaran hitam pada bola mata kita. Secara sekilas, organ mata ini cuma tampak berwarna hitam. Padahal sebenarnya, jika dilihat lebih detail, si hitam satu ini warnanya merah, mirip warna daging segar.
Untuk keperluan pemeriksaan, dr. Asdi lazimnya menggunakan kamera digital, monitor teve, dan lampu. Fungsi kamera digital untuk memotret iris mata pasien. Proses pemotretan tak berbeda dengan proses pemeriksaan iris mata oleh dokter mata. Dagu pasien diletakkan pada sebuah sandaran sehingga iris mata bisa tepat berada di lensa kamera digital yang digunakan untuk memotret. Setelah pas, baru dijepret. Pret!
Supaya gambar dari hasil pemotretan mudah dianalisis, kamera tersambung ke layar televisi. Gambar iris mata itu pun tampak dengan lebih besar di layar gelas. Pada gambar itu jelas sekali terlihat mulai dari garis-garis sampai pembuluh darah pada bola mata. “Kalau tidak punya kamera digital, dilihat langsung dengan kaca pembesar pun bisa. Tetapi kurang praktis, dan hanya si pemeriksa yang bisa melihat,” ujar dr. Asdi.
Gambar di layar teve akan menuntun dr. Asdi pada beragam kelainan. Misalnya, kelainan akut yang ditandai dengan munculnya tanda atau warna keputihan seperti kabut di iris mata. Hal itu menandakan sedang terjadi peradangan. Sedangkan kelainan subakut ditandai dengan munculnya warna abu-abu. Atau kelainan degeneratif, ditandai dengan warna hitam. Yang terakhir ini menunjukkan kelainan berat dan ada kemungkinan sulit untuk diperbaiki.
Lantas, bagaimana kita bisa tahu suatu organ tubuh sedang mengalami gangguan? Kalau gambar mata tadi disesuaikan dengan atlas atau bagan iridiologi, ia akan langsung “berbicara”. Contohnya, jika posisi bercak hitam ada di lokasi kaki pada iris mata, ya kemungkinan masalahnya ada di kaki.
“Biasanya, saya tidak langsung memvonis pasien. Jika ada bercak hitam di (bagian iris mata yang menunjukkan organ) jantung, Anda pasti sakit jantung. Tidak demikian,” ujar dr. Asdi. Ia akan mengungkapkannya dalam bahasa yang lain, yakni ada sesuatu yang akan mengganggu organ tubuh Anda atau ada kelemahan di organ itu, sehingga mulai sekarang mesti lebih berhati-hati.”
Lebih lanjut, dr. Asdi menjelaskan, gambaran yang ada pada mata adalah sebuah gambaran objektif. “Kalau mau didiamkan, mungkin juga tidak akan terjadi apa-apa. Namun, selalu ada kemungkinan terjadi sesuatu pada organ yang bersangkutan, entah kapan. Bercak hitam itu merupakan sinyal atau “peringatan” dari organ. Itu sebabnya perlu diperhatikan,” tuturnya serius.
Warna hitam, kelabu, dan putih pada iris mata sendiri sifatnya tidak statis. Perubahan warna menjadi lebih terang dan berwarna cerah pada iris menunjukkan adanya perbaikan organ. Sedangkan jika warna semakin gelap, itu menunjukkan kelainan yang terjadi semakin bertambah parah atau membahayakan. Perlu ekstra perhatian, bahkan tindakan pencegahan.

Endapan racun
Bukan hanya menandai kemungkinan datang dan perginya penyakit di organ tertentu. Iridiologi juga dapat memberikan gambaran adanya endapan toksin atau racun di dalam tubuh. Biasanya ditandai dengan terdapatnya warna oranye atau kuning, sebagai tanda adanya endapan racun di lokasi tertentu pada bagian tubuh.
Diramal dengan metode iridiologi versi dr. Asdi tidak ada ruginya. Sebab, proses diagnosis model ini tidak invasif dan tidak ada organ tubuh yang diotak-atik. Pasien hanya akan merasa sedikit silau akibat munculnya sinar lampu kamera saat pemotretan.
Dr. Asdi akan cepat mengetahui ketidakseimbangan dan kelemahan tubuh sebelum berkembang ke arah yang lebih gawat. Uniknya, ia tidak serta serta menyarankan pasien menenggak obat buatannya. Sebab, tidak semua keluhan pasien dapat dibereskan dengan obat. Bisa saja, pasien hanya disarankan melakukan diet khusus, banyak minum air putih, atau olahraga sesuai dengan kebutuhan. Bahkan, cukup dengan nasihat untuk memperbaiki kesehatan pasien. “Kalau memang butuh obat, baru saya beri (resep) obat,” cetusnya.
Lewat iridiologi, dr. Asdi mengingatkan pasien untuk berjaga-jaga dan selalu memperhatikan kesehatan badannya. “Saya membantu orang yang tidak tahu tentang organ tubuhnya, supaya mengerti dan sadar apa yang mesti dilakukan. Contohnya, ada orang yang merasa terus-menerus capek, kepalanya kerap pusing. Setelah diteliti, rupanya ada kelemahan pada pencernaannya,” sambung sang dokter.
Omong-omong, bagaimana sih ciri iris mata orang sehat? “Kalau orang sehat walafiat, kedua iris matanya berwarna merah daging segar dan bersih, tidak ada bercak apa pun,” jelasnya.
Meskipun tahu macam-macam penyebab penyakit pasiennya, Asdi tidak berpikir untuk menangani semua penyakit. “Kalau bukan bidangnya, tidak saya kerjakan langsung. Saya sarankan untuk mengunjungi ahlinya. Misalnya, ke dokter spesialis kandungan kalau masalahnya soal kandungan dan reproduksi,” jelas ayah dari empat orang putra ini. Dr. Asdi juga menganjurkan pasiennya agar tetap melakukan pemeriksaan kedokteran standar yang berlaku saat ini, seperti CT scan, USG, rontgen, pemeriksaan laboratorium klinik, ECG, dan sebagainya.
Pemeriksaan-pemeriksaan itu penting untuk memantau kelainan organ secara lebih spesifik pada organ-organ khusus yang sedang mengalami gangguan. Iridiologi belum bisa secara spesifik dan detail memeriksa organ tertentu. Boleh dibilang, inilah yang membedakan aksi “ramal-meramal” dr. Asdi dengan peramal ala bola kristal, karena ia tetap berpijak pada dasar-dasar ilmu kedokteran.

Boks
Berawal Dari Multilevel Marketing

Dr. Asdi mengaku belajar iridiologi secara otodidak. Ilmu ini pertama kali ia kenal lewat seorang dokter senior. Lama-kelamaan, ia mulai tertarik untuk menekuni ilmu barunya ini. Di tahun 1998, ia membeli alat-alat penunjang iridiologi seharga Rp 4,9 juta, berupa kamera digital, pesawat teve, dan printer.
Konon, awalnya, iridiologi yang dia pelajari dipakai untuk mendukung penjualan obat-obatan yang dipasarkan sebuah perusahaan multilevel marketing.
Dokter seniornya bahkan ikut mempengaruhinya, agar bersedia masuk dalam jaringan multilevel marketing itu. Namun, Asdi bersikukuh hanya tertarik pada iridiologinya. Kini, berbekal pengetahuan iridiologinya, ia membuka klinik di rumahnya, di daerah Pakualaman, Yogyakarta. Untuk setiap pemeriksaan, ia hanya memasang tarif Rp 40.000,-.
Tertarik mencoba?


Spa


Edisi Khusus: Mandi Spa Enaknya Seharian


Penulis: A. Bimo Wijoseno

Mandi pagi sudah biasa
Sejuk segar tidak terasa
Pagi-pagi kalau tak mandi
Hidup segan main tak mau

===o===
Penggalan syair lagu Mandi Pagi yang dinyanyikan Yoan Tanamal sewaktu masih kanak-kanak dulu itu membawa pesan agar anak-anak tak malas mandi pagi, usai bangun tidur atau menjelang beraktivitas. Selain pagi hari, mandi juga wajib dilakukan sore atau malam hari usai menjalankan rutinitas harian. Dengan mandi badan menjadi bersih dan segar.
Namun, fungsi mandi buat orang dewasa bisa ditingkatkan untuk bikin badan sehat dan rileks. Memang, mandi yang satu ini agak berbeda dari mandi biasa. Orang bilang, mandi spa. Biasanya setelah itu, kulit menjadi halus, bersih, dan cerah, tubuh segar, stres dan capek pun hilang.

Tak bisa buru-buru
Mandi spa biasanya dilakukan di tempat khusus dengan suasana yang segar dan nyaman. Juga dibantu tenaga terlatih yang siap pula untuk memijat bagian tubuh yang terasa pegal dan capek.
Manfaat inilah yang kemudian membuat mandi spa menjadi kebutuhan banyak orang di kota besar, terutama yang sudah mapan secara finansial. Secara periodik mereka meluangkan waktu untuk memanjakan tubuh di tempat-tempat spa. Tak hanya kaum perempuan yang lekat dengan ritual perawatan tubuh, tetapi juga kaum lelaki.
Menurut Judit Emma Ticoalu, manajer franchice untuk spa dari PT Mustika Ratu, perbandingan pelanggan lelaki dan perempuan yang datang adalah 40 : 60. "Kaum lelaki yang datang ke sini utamanya bapak-bapak, kebanyakan untuk memulihkan badan yang pegal-pegal dengan massage dan pijat refleksi. Waktunya antara jam pulang kantor atau pagi-pagi setelah driving range. Ada juga yang untuk merawat wajah tetapi tidak banyak," ungkap Judit.
Sementara, kaum wanita datang ke tempat spa umumnya tak lepas dari tujuan perawatan tubuh. "Saya rutin ke spa buat melepas lelah dan sekaligus buat perawatan kulit," ujar Handayani Subagio (31), seorang sekretaris di sebuah perusahaan swasta di Jakarta.
Menurut wanita muda yang akrab dipanggil Yani ini, paling enak pergi ke spa setelah melewati seabreg pekerjaan yang mesti ia tangani. "Rasa pegal dan penat hilang setelah selesai di-spa. Badan jadi segar kulit jadi halus lagi," tutur Yani sambil tersenyum.
Beberapa tempat spa di Jakarta pernah ia cicipi. "Tetapi saya suka spa gaya Jawa. Pas datang kita disuguhi welcome drink berupa ginger tea yang aromanya seperti jejamuan. Segar sekali. Sudah gitu kita dilayani seperti seorang putri. Saat dipijat, rasanya enak betul, bisa sampai merem-melek. Bahkan ketiduran," kata Yani. Tak heran bila Yani akhirnya kecanduan. Dalam sebulan ia paling tidak dua kali datang ke tempat mandi spa.
Para penikmat spa macam Yani memang perlu menyisihkan dana ekstra. Bayangkan, sekali berkunjung untuk program pelangsingan tubuh, mereka disodori tarif dengan rentang harga Rp 300.000,- sampai Rp 5 juta. "Saya biasa ambil yang sistem paket Rp 280.000-an, untuk scrub massages, steam, dan whirpool selama tiga jam. Itu semua sudah membuat tubuh lebih fresh," jelas Yani.
"Spa memang mahal. Karena fasilitasnya memang membutuhkan biaya tinggi. Bahan-bahan ramuan yang dipakai merupakan bahan pilihan. Lantas para terapis di sini pun tidak sembarangan. Mereka dididik secara khusus dan tidak asal memijat. Meskipun di sini menggunakan pijatan tradisional Jawa, tetap memperhatikan ilmu anatomi manusia. Itu semua membutuhkan biaya tinggi," ujar Judit.
Para penikmat spa juga perlu memilih waktu yang relatif longgar. Sebab, mandi spa tidak dapat dilakukan hanya dalam waktu 1 - 2 jam. Supaya memberi manfaat yang diinginkan, mandi spa butuh waktu tiga jam atau lebih, tergantung treatment-nya. Biasanya, "Saya cari waktu di akhir pekan atau hari libur untuk spa," ungkap Yani. Akan lebih enak menyediakan waktu satu hari khusus untuk menikmati spa. Sebab, jelas tidak enak kalau sedang enak-enaknya dipijat dan lulur, kita mesti terburu-buru untuk menghadiri suatu acara.

Berbeda pelayanan
Kini sudah bertaburan tempat-tempat spa di Indonesia. Satu sama lain memberikan pelayanan berbeda. Tempat-tempat itu berusaha memberikan pelayanan terbaik. Bisa berupa fasilitas lengkap dan modern nan mewah, hingga atmosfer yang membuat pelanggan merasa nyaman serta rileks lewat aromaterapi dan sajian musik lembut.
Jenis layanan yang diberikan semua tempat spa bagi para penikmatnya hampir sama, yakni perawatan tubuh dari ujung rambut hingga ujung kaki. Perawatannya antara lain berupa creambath, facial, scrub, manicure, pedicure, fitness, hingga hidroterapi.
Bisa dibilang, yang membedakan antara tempat spa satu dengan yang lain adalah cara penyajiannya. Taman Sari Royal Heritage Spa umpamanya, mengangkat cara mandi ala putri keraton menjadi sajian Javanese Spa (Spa ala Jawa). "Memang tidak persis betul. Namun, perawatan tubuhnya plek-plek meniru perawatan ala putri keraton zaman dulu. Jaminannya adalah ibu BRA Mooryati Soedibyo, pemilik tempat ini, dan beliau jelas orang keraton,
'kan. Semua ramuan yang dipakai di sini resepnya dari beliau," ujar Judit.
Para pecandu spa umumnya memperhitungkan fasilitas yang tersedia sebelum memutuskan menggunakan jasa suatu tempat spa. Mereka perlu tempat mandi spa yang bersifat pribadi. Soalnya, mereka hampir tidak memakai pakaian saat dipijat atau dilulur. Sementara, untuk mandi spa perlu tempat yang nyaman dan tertutup. Tentunya terpisah antarpribadi dan lain jenis. Kecuali mereka pasangan suami-istri yang menggunakan paket couple.
Untuk mendapatkan pelayanan yang menyenangkan, mereka tak perlu repot-repot membawa perlengkapan mandi spa. Semua kelengkapan itu sudah disediakan oleh penyedia jasa mandi spa. Singkatnya, mereka hanya perlu bawa badan. Saat datang, pelanggan akan dipinjami semacam kimono. Selain agar mudah men-treat-nya, baju milik panikmat spa juga tidak kotor terkena ramuan rempah atau minyak esensial.
Treatment yang mereka terima sangat tergantung pada permintaan. Yang pasti, pelayanannya akan istimewa. Bila ingin mencoba pijat refleksi ala spa, misalnya, mereka tak akan mendapat pelayanan seperti pijat refleksi biasanya. Pelanggan tidak langsung mendapatkan pijatan. Mereka mesti melalui proses pembersihan terlebih dahulu.
Mula-mula, kedua kaki dicuci bersih dengan sabun dan air hangat yang sudah diberi larutan antiseptik. Tujuannya, biar kuman-kuman yang ada di kaki hilang dan kaki menjadi beraroma wangi. Sesudah itu, kulit-kulit keras dan kering di telapak kaki "diamplas" agar terasa lebih halus. Kaki yang sudah bersih ini masih belum dipijat.
Dari telapak kaki hingga betis diberi lotion untuk scrub sambil diurut. Rasanya dingin. Kulit kaki lama kelamaan menjadi kasar seperti ada butiran pasir. "Fungsi scrub ini untuk mengangkat sel-sel kulit yang mati," ujar Tri, terapis di Taman Sari Heritage Spa. Sekitar 10 menit kemudian baru sisa scrub-nya dibersihkan dengan air hangat.
Treatment selanjutnya adalah pelemasan atau peregangan otot-otot kaki. Dengan minyak esensial serai, otot-otot kaki diregangkan dengan cara yang nyaman. Tujuannya, supaya otot-otot dan saraf kaki tidak kaku dan mudah untuk dilakukan pemijatan.
Setelah peregangan selama 5 - 10 menit, barulah dilakukan pijat refleksi pada beberapa titik refleksi di telapak kaki. Tidak terasa sakit dan tidak menggunakan alat pijat karena menggunakan jari-jemari. Selesai dipijat, kedua kaki diberi penyegar plus pelembab. Sehabis itu, kaki terasa enteng.
Itu hanya sebagian kecil dari layanan tempat spa. Kalau dilakukan untuk seluruh tubuh, bisa Anda bayangkan kesegarannya. Maka, jangan tanya lagi kenapa banyak orang kota kemudian menjadikan mandi spa sebagai bagian dari rutinitas hidup mereka.
Kepingin ikutan?

Boks 1
MULANYA UNTUK PRAJURIT

Menilik sejarahnya, spa berasal dari kata sanitas per aquas dalam bahasa Latin. Artinya, sehat dengan air. Spa bukan sekadar menyiramkan air ke sekujur tubuh, berendam, dan dilumuri sabun. Kelebihan spa, di dalam air mandinya sudah ditambahi mineral atau garam-garaman tertentu. Selain itu, tubuh juga dilumuri ramuan khusus sambil dipijat untuk menyegarkan tubuh.
Dipengaruhi oleh bangsa Yunani, bangsa Romawi dulu membangun spa resort untuk prajuritnya. Mereka mendirikan kolam air hangat, kolam air mineral, dan pancuran air hangat. Spa resort ini digunakan untuk menyembuhkan prajurit yang terluka. Tetapi prajurit yang sehat pun boleh ikut mandi.
Biasanya, mandi spa dilakukan setelah para prajurit berlatih perang untuk menjaga stamina. Para prajurit akan direlaksasi, dibersihkan tubuhnya, dan diobati luka-luka kecilnya. Bisa dibayangkan betapa tangguhnya prajurit yang fresh dibandingkan dengan prajurit yang kelelahan.
Dalam perkembangannya, spa mengalami komersialisasi. Spa yang semula untuk memulihkan kondisi tubuh prajurit, berubah menjadi komoditi bisnis untuk umum.
Menurut Judit, spa mulai marak di Indonesia sekitar tahun 1999. Sejak saat itu banyak salon yang kemudian memberi layanan spa. Padahal, tidak semua salon bisa dijadikan spa. "Orang jadi salah kaprah. Ada salon yang melakukan treatment seperti creambath, manicure, dan pedicure saja sudah dibilang Spa. Padahal (yang dimaksud spa) tidak demikian," jelas Judit. Spa menyajikan perawatan tubuh yang maksimal plus suasana yang juga mendukung.
Namun, kalau pergi ke tempat mandi spa dianggap cukup merepotkan, Anda bisa melakukannya sendiri di rumah dengan bantuan pasangan Anda. Cukup membeli lotion atau scrub untuk spa, Anda pun bisa mandi spa di rumah. Namun, suasananya ya suasana rumah.

Boks 2
Ramuan Dewa Penyegar Raga

Ramuan yang dipakai untuk mandi spa ada bermacam-macam. Berikut beberapa bahan ramuan untuk mandi spa ala putri keraton dan kegunaannya:
1. Lulur kocok pandan wangi: terdiri atas daun pandan wangi, sari tepung beras, kunyit, dan temugiring. Ramuan ini untuk body scrub. Fungsinya untuk membersihkan kotoran, mengangkat sel-sel kulit yang mati, dan membuat kulit bersih.
2. Lumpur merapi: terdiri atas lumpur atau abu Gunung Merapi, berfungsi untuk mengatasi ganggunan rematik, nyeri otot, dan gatal-gatal. Penggunaannya dilulurkan di permukaan tubuh.
3. Minyak serai: ekstrak dari tanaman serai ini dijadikan minyak untuk menstimulasi peredaran darah dan meredakan nyeri otot. Dipakai saat pemijatan.
4. Minyak esensial pala: minyak yang dihasilkan dari ekstrak buah Pala. Digunakan untuk mengatasi ketegangan otot, memberi kehangatan, memperbaiki lemah syahwat, dan sulit tidur. Minyak tersebut digunakan untuk aromaterapi dengan menggunakan tungku kecil.
5. Garam mineral dan minyak mawar: berguna untuk menyegarkan badan dan mengendurkan otot kaku. Digunakan pada waktu berendam.
6. Sabun mangir: terbuat dari temugiring, kenanga, dan minyak sayur. Berfungsi membersihkan badan dan membuat kulit kuning, lembut, dan bercahaya. Sabun ini digunakan saat mandi.

Formalin


Formalin Untuk Mayat Saja!


Penulis: dr. Widodo Judarwanto, Sp.A., di Jakarta & A. Bimo Wijoseno

Bukannya menakut-nakuti, tapi hal yang paling mengkhawatirkan banyak orang - menyusul kabar penggunaan formalin pada bahan makanan - fromalin memang membawa dampak buruk pada kesehatan. Mungkin banyak yang belum tahu persis, bagaimana kiprah formalin di dalam badan dan apa dampaknya buat kesehatan.
-----
Gara-gara isu pemakaian formalin sebagai pengawet makanan, Budiman (25) jadi ragu menyantap tahu goreng, penganan kesukaannya sejak anak-anak. "Saya enggak mau ambil risiko," katanya ketus.
Heboh formalin merebak sejak muncul laporan Badan Pengawasan Obat dan Makanan, 26 Desember 2005. Di situ tercantum tiga jenis makanan yang mengandung formalin, yakni ikan asin, mi basah, dan tahu. Laporan itu merupakan hasil investigasi dan pengujian laboratorium atas sampel makanan yang beredar di sejumlah pasar dan supermarket di DKI Jakarta, Banten, Bogor, dan Bekasi.
Keruan saja hal itu membuat banyak orang, termasuk Budiman, ngeri. Kalau ternyata makanan yang dikonsumsinya selama bertahun-tahun mengandung formalin, berarti tubuhnya telah teracuni senyawa itu selama bertahun-tahun pula. "Ngeri 'kan?" imbuhnya, sembari bertanya-tanya, sejauh mana daya rusak bahan pengawet buatan itu, jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Deteksi alamiah
Sesungguhnya, setiap hari kita menghirup formalin dari lingkungan sekitar. Dalam skala kecil, formaldehida - sebutan lain untuk formalin - secara alamiah ada di alam. Contohnya, gas penyebab bau kentut atau telur busuk. Di udara ia terbentuk dari pembakaran gas metana dan oksigen yang ada di atmosfer, dengan bantuan sinar Matahari.
Senyawa formaldehida juga muncul dari hasil sampingan pembakaran bahan organik. Misalnya, asap kebakaran hutan, asap rokok, juga asap knalpot. Dalam jumlah sedikit, formalin akan larut dalam air dan bisa terbuang bersama cairan tubuh. Oleh sebab itu, formalin sulit dideteksi di dalam darah.
Secara fisik pancaindera kita memang sulit mendeteksi makanan mana yang tercemar atau bebas formalin. Namun, secara alamiah, tubuh yang sehat bisa "mendeteksi" makanan berformalin, sekaligus melakukan cegah-tangkal. Deteksi alamiah itu bisa berlangsung secara mekanis berkat kerja mukosa (permukaan) usus dan gerakan peristaltik usus yang mampu melindungi masuknya zat asing ke dalam tubuh.
Juga secara kimiawi, asam lambung dan enzim pencernaan juga punya kemampuan untuk menetralkan zat berbahaya. Atau secara imunologi, lewat mekanisme pertahanan tubuh dalam menghadapi antigen atau benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Salah satu dampak deteksi alamiah ini, ia akan muntah-muntah kalau tubuh kemasukan racun.
Makanya, imunitas tubuh sangat penting untuk mengurangi dampak formalin dan kawan-kawan. Jika imunitas rendah, sedikit formalin saja bisa berdampak buruk.
Ingat, itu tadi setelah makanan berformalin keburu masuk ke dalam perut. Sebelum dikonsumsi atau dibeli, makanan berformalin juga bisa dideteksi menggunakan seperangkat test kit. Di dalamnya terdapat semacam kertas lakmus (pengetes PH; tingkat asam-basa) dan cairan yang akan berubah warna jika terkena formalin. Sayangnya, alat deteksi ini masih terbatas penyebarannya dan harganya cukup mahal. Satu set test kit seharga sekitar Rp 1 juta untuk 100 kali pemakaian.

Tenggorokan bak terbakar
Formalin biasanya merasuk ke dalam tubuh melalui dua jalan, lewat mulut dan pernapasan. Bahan yang kerap dipakai untuk mengawetkan mayat ini sangat berbahaya bila sampai terhirup, mengenai kulit, atau tertelan.
Secara umum, ambang batas formalin dalam tubuh adalah 1 mg/l (darah ???). Bila melebihi ambang batas, bisa berakibat fatal pada gangguan organ dan sistem tubuh. Akibat yang ditimbulkan itu dapat terjadi dalam waktu singkat atau dalam jangka panjang.
Akibat jangka pendek terpapar formalin dalam jumlah banyak, lazimnya ditandai dengan bersin-bersin, radang tonsil, radang tenggorokan, sakit dada berlebihan, lelah, jantung berdebar, sakit kepala, mual, diare, dan muntah-muntah. Pada konsentrasi formalin yang sangat tinggi, bahkan dapat menyebabkan kematian.
Bila terhirup, zat itu dapat mengakibatkan iritasi pada hidung dan tenggorokan, gangguan pernapasan, rasa terbakar di hidung dan tenggorokan disertai batuk-batuk. Selanjutnya, bisa terjadi kerusakan jaringan pada sistem saluran pernapasan yang mengganggu paru-paru, sehingga menjadi pneumonia (radang paru-paru) atau edema (pembengkakan paru-paru).
Sedangkan bila terkena kulit, dapat menimbulkan perubahan warna, sehingga kulit memerah, mengeras, mati rasa, bahkan terbakar. Bisa juga mengakibatkan gatal-gatal, kerusakan pada jari tangan, dan radang kulit yang menimbulkan gelembung.
Jika terkena mata, dapat menimbulkan iritasi mata sehingga mata memerah, serta rasa sakit dan gatal-gatal disertai penglihatan kabur dan keluarnya air mata. Kalau konsentrasi formalinnya tinggi, korbannya bahkan dapat mengeluarkan air mata yang hebat, radang selaput mata, dan rusaknya lensa mata.
Selanjutnya, bila tertelan, mulut, tenggorokan, dan perut akan terasa terbakar, sakit sewaktu menelan, mual, muntah dan diare yang kemungkinan disertai pendarahan. Plus sakit perut yang hebat, sakit kepala, hipotensi (tekanan darah rendah), penurunan suhu badan, kejang, hingga koma. Pada saat itu bisa saja terjadi kerusakan hati, jantung, otak, limpa, pankreas, serta susunan sistem saraf pusat dan ginjal.

Awas bayi dan balita
Bukan hanya formalin dalam jumlah banyak yang bermasalah. Meski "hanya" terpapar formalin dalam jumlah kecil, tapi jika terjadi dalam jangka waktu panjang dan terus-menerus, tetap saja berpotensi mengganggu organ tubuh. Jika terhirup, misalnya, menimbulkan gangguan sakit kepala, pernapasan, batuk, radang selaput lendir hidung, mual, mengantuk, luka pada ginjal.
Otak pun terganggu, yang ujung-ujungnya mengarah pada gangguan tidur, cepat marah, sulit berkonsentrasi dan keseimbangan tubuh terganggu. Pada wanita bahkan dapat terjadi gangguan haid hingga mandul.
Yang perlu menjadi perhatian khusus, jika yang teracuni adalah balita dan bayi. Mereka rentan sekali terkena dampak formalin. Pada usia anak dan balita, ususnya masih immature (belum sempurna) dan sistem pertahanan tubuhnya masih lemah atau gagal berfungsi. Kondisi itu memudahkan masuknya bahan berbahaya ke dalam tubuh dan sulit dikeluarkan.
Dampak formalin buat bayi dan balita secara umum sama dengan orang dewasa. Cuma, karena mekanisme pertahanan tubuh balita dan bayi lebih lemah, pengaruh buruknya menjadi lebih berat dan lebih cepat.
Dampak formalin juga lebih ganas jika diterima penderita gangguan saluran cerna yang kronis, serta penderita autis dan alergi. Saluran pencernaan penderita autis atau alergi tidak sempurna atau mengalami gangguan, sehingga mekanisme pertahanan tubuh melalui saluran cerna tidak optimal.
Jika teracuni formalin, tak perlu panik. Bila bahan itu masuk karena terhirup, jauhkan korban dari tempat formalin berada. Berikan pernapasan buatan jika mengalami sesak napas berat.
Jika yang terkena kulit, segera lepaskan pakaian, perhiasan dan sepatu yang terkena formalin. Kemudian cuci sampai bersih selama 15 - 20 menit dengan sabun deterjen lunak dan air yang banyak. Pastikan tidak ada lagi formalin yang tersisa di kulit. Pada bagian yang terbakar, lindungi luka dengan pakaian kering, steril, dan longgar.
Kalau terkena mata, bilas dengan air yang cukup banyak sambil mata dikedip-kedipkan. Siram dengan larutan garam dapur 0,9%, kira-kira seujung sendok teh garam dilarutkan dalam segelas air. Jika tertelan, segera beri minum susu atau norit untuk menetralkan racun. Lalu bawa korban ke dokter atau rumah sakit terdekat.
Dengan beragam bahaya yang ditimbulkan, formalin yang punya nama lain formol, methylene aldehyde, paraforin, morbicid, oxomethane, polyoxymethylene glycols, methanal, formoform, superlsform, formic aldehyde, formalith, tetraoxymethylene, methyl oxide, karsan, trioxane, oxymethylene dan methylene glycol itu memang lebih cocok untuk mengawetkan mayat. Bukan makanan!

Boks
Pengawet dari Dapur

DR. NL. Ida Soeid, MS, pakar biokimia gizi dan makanan dari jurusan kimia FMIPA ITS Surabaya memberi solusi murah, meriah dan mudah untuk mengawetkan makanan. Bahannya dari bumbu dapur, sayuran busuk, dan bakaran jerami.
Untuk mengawetkan tahu, caranya cukup dengan menyediakan air saringan dari gerusan bawang putih yang dicampur air. Tahu yang direndam dengan cairan ini bisa bertahan selama dua hari. Selain menjadi awet, cita rasa tahu semakin sedap.
Sedangkan ikan segar bisa diawetkan dengan direndam air yang mengandung asam laktat. Bahannya bisa dibuat sendiri. Komposisinya, dalam satu wadah, masukkan 100 g kubis (kol) yang dirajang halus yang ditaburi satu sendok makan garam. Kubisnya tidak harus yang baik dan segar. Sisa kubis yang berserakan di pasar juga bisa digunakan. Diamkan selama dua hari.
Di bawah kubis yang membusuk itu akan terdapat cairan dari proses pembusukan. Itulah asam laktat. Kalau untuk mengawetkan ikan segar, campurkan cairan asam laktat ini dengan air untuk merendam ikan. Hasilnya, ikan bisa awet selama 12 jam.
Mi basah bisa diawetkan dengan air ki, yang bisa dibuat dari jerami atau batang padi kering yang dibakar hingga menjadi abu. Masukkan abu jerami dan air ke dalam satu wadah, kemudian diamkan selama satu sampai dua jam. Lantas air ini disaring sampai sisa abunya tidak tercampur lagi. Air saringan inilah yang disebut air ki, yang digunakan untuk adonan membuat mi basah. Dengan air ki, mi basah bisa bertahan selama dua hari.
(KCM/Bimo)

Palsu!


Awas! Kepleset Oli Palsu
Oleh: A. Bimo Wijoseno


Penulis: A. Bimo Wijoseno

Di pasaran banyak sekali merek dan jenis oli untuk kendaraan bermotor. Banyaknya pilihan tentu membuat bingung pemilik kendaraan bermotor. Apalagi, pasar kita juga sasaran empuk beredarnya oli palsu.
=====
Oli di mesin kendaraan ibarat darah dalam tubuh manusia. Jika oli jelek, tenaganya lemah tidak berdaya. Bahkan, bisa saja kendaraan kita tiba-tiba mogok. Mesin pun bisa rontok. Oleh sebab itu, memilih oli tidak boleh asal. Baik asal murah, asal kental, maupun asal-asalan lainnya.
Menurut Tjahja Tandjung, manajer pemasaran dan pengembangan bisnis Toda Oil (pusat oli terlengkap di Jakarta), kita perlu cermat memilih oli yang pas buat kendaraan. Pelumas atau oli yang baik akan bekerja efektif sesuai dengan fungsinya. Ia akan memperpanjang umur mesin, sehingga mesin menjadi lebih awet.
Selain sebagai pelumas, oli berperan pula sebagai pendingin mesin dan pembersih mesin. Dengan beban kerja yang begitu berat, tak aneh kalau penggantian oli harus dilakukan secara teratur dan kontinyu.
Pada beberapa kendaaraan jenis tertentu, misalnya sedan-sedan mutakhir, sudah ada lampu indikator yang memberi informasi jika oli mesin sudah harus diganti. Kalau tidak ada lampu indikator, silakan mengikuti buku petunjuk pemilik kendaraan. Atau kita ikuti saja catatan kilometer untuk penggantian oli yang dikeluarkan oleh bengkel.

Sesuaikan penggunaannya
Serba salah memang. Jika dahulu orang bingung memilih oli karena pilihannya sangat sedikit, sekarang justru pilihannya banyak dan beragam. "Belum lagi dengan maraknya oli palsu," tambah Tjahja. Semenjak dihapuskannya Keppres No. 21/2001 tentang hak monopoli Pertamina, pasar memang dibanjiri bermacam-macam merek oli. Di Jakarta saja ada 200-an lebih merek.
Dari beragam merek tadi, ada merek impor, ada pula merek lokal. Merek impor masih dibagi lagi, ada yang memang asli impor, tetapi ada yang hanya memakai mereknya saja, sementara pembuatannya dilakukan di sini. Keppres tadi memang membolehkan siapa saja menjual produk oli, asalkan telah mengantungi Nomor Pelumas Terdaftar (NPT) dari Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Menurut Tjahja, hampir semua merek oli yang lulus uji, standar mutunya bagus. Memang oli merek impor kualitasnya bisa lebih baik. Hal ini dapat dilihat dari umur pakai oli. Untuk oli impor, jangka waktu pakai oli bisa mencapai 10.000 - 15.000 km. Tapi jangan kesampingkan merek lokal atau merek impor racikan lokal. Kualitas mereka bisa sama dengan yang asli impor.
Masalahnya, konsumen di sini masih sensitif dengan harga, sehingga pada oli merek impor yang dikerjakan di sini atau oli merek lokal, ada beberapa elemen yang dikurangi. Misalnya, zat aditifnya dikurangi sedikit. Kualitas memang masih tetap bagus, tetapi akan berpengaruh pada jangka waktu pemakaian, misalnya berkurang menjadi tinggal 5.000 - 7.500 km. “Makanya, harga juga menentukan kualitas. Meski oli mahal, juga belum pasti bagus, lo,” ujar Tjahja.
Sebenarnya, jika mengikuti petunjuk yang dikeluarkan pabrik mobil, urusan memilih oli tidak jadi masalah. Tinggal sesuaikan saja spesifikasi mobil dengan jenis olinya, beres. Buku petunjuk mobil biasanya diberikan ketika kita membeli mobil baru. Jika kebetulan mobil kita bukan mobil baru dan tidak ada buku petunjuknya, kita bisa pinjam teman yang mobilnya sama atau tanya ke bengkel resminya.
Dengan mengetahui spesifikasi mobil dan oli apa yang dianjurkan pabrik, kita dapat menghindari pemakaian oli yang mubazir. Memilih oli yang dianjurkan pabrikan saja sudah cukup, sebab jika memaksakan memakai oli yang spesifikasinya sangat bagus malah tidak ekonomis. Meskipun tidak ada bahayanya. Misalnya, kendaraan kita hanya untuk keperluan harian, cukup beli oli untuk pemakaian harian. Tidak perlu beli oli untuk spesifikasi balap.
Kalau sudah tahu spesifikasinya, tinggal memilih merek olinya. Tjahja menyarankan, pilihlah merek oli yang sudah punya nama. Alasannya, selain sudah teruji kualitasnya, juga akan mudah dikomplain jika ada masalah nantinya.
Yang patut dicermati, jika ada oli dalam satu merek yang sama tetapi harganya berbeda, maka yang harganya lebih mahal biasanya memiliki spesifikasi lebih bagus. Contohnya begini, sesama oli buatan Pertamina, mereknya berbeda-beda, ada Mesran Super, PrimaXP, dan Fastron. Dari ketiga merek itu, yang paling mahal harganya Fastron. Nah, Fastron itulah yang kualitasnya lebih bagus.

Sintetis lebih baik
Selain asalnya (impor dan lokal), oli juga dibedakan dari bahannya. Saat ini, ada oli mineral dan oli sintetis. Namun, berbeda dengan kulit sintetis yang mutunya di bawah kulit asli, oli sintetis justru kebalikannya. Pelumas sintetis merupakan pelumas yang berbahan dasar campuran berbagai macam bahan kimia yang dibuat di laboratorium.
Sedangkan oli mineral adalah campuran minyak bumi dengan zat aditif (antara lain zat aditif anti aus, karat, pembersih, antibuih, antioksidasi, dan sebagainya).
Harganya oli sintetis lebih mahal dibandingkan dengan oli mineral. Akan tetapi, daya tahan oli sintetis ini lebih baik dari yang mineral. Hal ini artinya, oli mineral bisa dipakai dalam jangka yang lebih lama. Kita pun tidak repot sering-sering ke bengkel. Biaya dan waktu bisa diirit.
Satu hal yang perlu diperhatikan adalah soal warna oli yang sekarang juga beragam. Jangan terkecoh hanya melihat oli dari kelir bening atau gelapnya. Namun perhatikan juga kekentalannya. Soal kekentalan ini bisa disimak berdasarkan informasi yang terdapat di setiap kemasan oli. Bentuknya berupa deretan angka dan huruf, misalnya SAE 10W-50 API SL. SAE itu kepanjangan dari Society of Automotive Engineer, lembaga standardisasi untuk oli.
Jika dalam kemasan hanya tercantum satu angka (misalnya, SAE 50), maka oli itu masuk kategori monograde (kekentalan tunggal). Angka 50 tadi menunjukkan kekentalannya, yakni 50 menurut standar SAE.
Kalau terdapat dua angka (misalkan 10W-50) oli ini artinya multigrade, yakni memiliki kekentalan yang berubah-ubah. Huruf W singkatan dari winter. Jadi, oli dengan spesifikasi di atas memiliki nilai kekentalan 10 pada udara dingin dan 50 pada udara panas. Gunanya oli multigrade ini, pada suhu dingin kendaraan masih tetap bisa dinyalakan karena olinya tidak membeku.
Kode API SL menunjukkan tingkat mutu pelumas. API singkatan dari American Petroleum Institute yang menilai mutu pelumas. Perlu dicermati, untuk kendaraan yang berbahan bakar bensin, pelumas yang digunakan berkode S (dari spark, percikan api). Sedangkan pelumas untuk mesin diesel menggunakan huruf C (compression, kompresi).
Tingkatan mutu pelumas bisa dilihat dari huruf yang mendampingi S atau C. Semakin mendekati huruf Z, semakin tinggi mutunya. Jadi, SG lebih rendah dari SL. Namun, Anda jangan bingung jika menjumpai oli dengan kode SJ/CF dalam satu kemasan. Berarti, oli ini bisa digunakan untuk mesin bensin dan juga untuk mesin diesel.
Semoga sekarang Anda tak lagi bingung, apalagi kepleset saat mencari oli yang pas buat mobil kesayangan.

Boks 1
TIPS MEMILIH OLI

1. Lihat buku panduan kendaraan. Cermati tingkat kekentalannya (kode SAE-nya), kemudian API service-nya untuk mesin bensin (diikuti huruf S) atau diesel (diikuti huruf C) dan grade yang dianjurkan buat kendaraan Anda.
2. Pilih merek oli terpercaya. Ada alamat yang jelas, juga layanan pelanggan yang tercantum di kemasannya. Jadi, jika terjadi sesuatu pada mesin kendaraan Anda, bisa segera mengajukan protes.
3. Jangan terpengaruh oleh iklan.
4. Tak perlu malu untuk bertanya pada mekanik Anda.
5. Beli oli di tempat yang terpercaya, seperti toko khusus atau yang resmi menjual oli. Kalau di sembarang tempat, dikhawatirkan yang Anda peroleh justru oli palsu. Ibarat membeli obat, supaya tidak mendapat obat palsu, ya beli di apotek.
6. Cermati kemasan oli. Pada oli palsu, kemasannya biasanya tidak rapi, terutama pada cetakan huruf, logo, tutup segel, atau tanda pengaman lainnya.
7. Jangan tergiur pada tawaran harga yang sangat murah.
8. Sesuaikan dengan keperluan Anda. Misalnya, apakah untuk balap atau keseharian saja.
9. Oli sintetis lebih mahal, tetapi lebih awet.
10. Gantilah oli secara teratur dan ikuti anjuran pabrikan kendaraan Anda.

boks 2:
Oli Mobil Bukan Buat Motor

Bagi pemilik kendaraan roda dua, tentu mahfum dengan istilah oli samping dan oli mesin. Atau istilah oli 2T dan oli 4T. Oli 2T adalah oli yang digunakan sebagai campuran bensin yang berguna melumasi gerakan piston untuk motor 2 tak. Sedangkan oli 4T tugasnya untuk melumasi kerja mesin, kopling, dan transmisi untuk motor 4 tak, sehingga kekentalannya khas.
Itu sebabnya, oli 4T tidak bisa digunakan untuk campuran bensin motor 2 tak, karena justru akan membuat gerakan piston dan saluran mesin jadi tersumbat. Jadi, perlu dicermati dan jangan sampai tertukar dalam hal pemakaian oli ini.
Bagaimana kalau menggunakan oli mobil untuk motor 4 tak, biar tambah mantap? "Oli mesin 4T agak berbeda dengan oli mesin mobil. Karena oli mesin motor 4T berfungsi juga membasahi kopling, sehingga tetap membutuhkan adanya gesekan. Kalau dipaksa memakai oli mesin punya mobil, kopling justru bisa selip tidak ada tenaga," papar Tjahja.
Makanya, sekali lagi, supaya tidak salah dan berakibat mesin kendaraan rusak, buka dan cermati kembali buku petunjuk kendaraan Anda.

Harry Potter


Multi Tafsir Sihir Harry Potter
Oleh: A. Bimo Wijoseno


Penulis: A. Bimo Wijoseno

Adanya kekhawatiran atas pengaruh buruk unsur sihir yang dibawa Harry Potter bagi pembaca, terutama anak-anak, mengundang Hianly Muljadi, dosen Jurusan Sastra Inggris, Universitas Maranatha, Bandung, untuk mengkajinya. Salah satu hasilnya, gelar master diraihnya.
-----
Buku serial Hary Potter (HP) karya J.K. Rowling memang fenomenal. Dari sisi penjualan sejak edisi pertama hingga seri buku ke-6 sudah terjual lebih dari 300 juta kopi di seluruh dunia. Buku itu sudah diterjemahkan ke dalam 63 bahasa dan sekitar 200 negara pun terkena "sihir" si Harry Potter.
Namun, justru sihir itulah yang jadi pokok perkara. Banyak kalangan religius konservatif di beberapa negara bagian Amerika Serikat, seperti Colorado, Kansas, Nebraska, dan 17 negara bagian lainnya melayangkan protes. Buku HP dianggap mengandung ajaran sesat dan membuat orang percaya pada kekuatan setan lewat sihir. Sebagai antisipasi dan wujud protes, buku HP pun dibakar, tidak boleh dibaca anak-anak, dan juga dilarang masuk ke perpustakaan.
Namun, di Indonesia justru aman-aman saja. Tidak ada pencekalan terhadap buku Harry Potter. “Pembaca Indonesia tampaknya tidak terpengaruh sama sekali dengan isu itu, meski bukan berarti mereka tidak tahu isu itu,” terang Hianly Muljadi. Soal cekal-mencekal inilah yang menarik perhatian Hianly untuk menelitinya. Hasilnya dia jadikan tesis magisternya pada Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia.

Anak perlu bimbingan
Sebelum ngomong soal penelitiannya, Hianly bercerita bagaimana ia kesengsem pada buku-buku HP. “Saya memang suka dan mengikuti dari awal,” ucapnya antusias menjawab pertanyaan mengapa ia memilih meneliti fenomena HP. Pertama kali ia membaca novel HP berbahasa Indonesia, hadiah ulang tahun dari seorang kawan.
“Buku novel ini menyenangkan. Bercerita tentang sihir, yakni seorang anak yang bisa sihir tetapi ia sendiri tidak menyadarinya. Ketika membacanya, saya terhanyut dan bisa membayangkan dunia sihir itu sebagai pengalaman yang berbeda. J.K. Rowling pintar sekali membuat pembacanya bisa merasakan seperti yang dialami Harry Potter,” papar Hianly yang juga sudah membaca habis buku ke-6 (judul?).
Kata Hianly lagi, "Saya senang dengan tokoh Harry Potter yang bukan anak baik-baik banget. Ia seperti anak biasa, yang bisa marah atau kesal dan menjengkelkan. Bahkan, saya sempat kesal dengan Harry ketika ia begitu emosional di edisi ke-5 (judul?? - Red.). Harry bukan tokoh yang sempurna. Ia seperti anak-anak biasa dan alami."
Edisi terakhir itu pun tergolong tebal. Tidak berbeda jauh dengan edisi-edisi sebelumnya. Meski begitu, para pencinta HP, termasuk Hianly, tidak gentar membacanya. Bahkan, ada yang sampai menyediakan waktu khusus untuk melampiaskan rasa penasarannya.
“Dulu, dalam sehari saya bisa baca sampai tamat. Tapi karena sekarang ada tanggung jawab pekerjaan, buku ke-6 ini baru selesai saya baca lebih dari dua atau tiga hari,” ujar dosen yang juga ketua jurusan Fakultas Sastra Inggris, Universitas Maranatha ini.
Menurut Hianly, anak-anak di bawah umur 10 tahun tentu akan kesulitan dengan ketebalan buku HP. Namun tampaknya, meski termasuk bacaan untuk anak-anak, kebanyakan pembaca buku HP berasal dari kalangan remaja dan orang dewasa.
Bagaimana isi cerita HP ke-6? “Baca saja sendiri, ya. Nanti tidak seru lagi,” elak istri dari Wintarko Gunawan ini. Namun, secara sekilas Hianly mengungkapkan, jalan cerita edisi ke-6 mulai suram (maksudnya kurang spesifik!!! HK), sepertinya anak-anak yang belum paham perlu bimbingan. Bagi anak remaja, jalan cerita yang demikian bukan persoalan.
“Tapi di edisi ini ada yang saya tidak suka. Saya benci Prof. Snape karena dia membunuh Dumbledore, kepala sekolah sihir Hogwarts,” ucapnya kesal.

Tiga kelompok responden
Dalam penelitiannya yang bersifat kualitatif dan studi kasus ini, Hianly menjaring 22 responden yang didapat dari mailing list (milis) pasarbuku@yahoogroups.com dan diskusinovel@yahoogroups.com. Responden dipilih dari anggota kedua milis ini karena asumsi bahwa anggotanya adalah orang dewasa dan bisa menyampaikan pendapatnya secara leluasa. Walaupun buku HP ditujukan buat anak-anak, fokus penelitian ini untuk mengetahui bagaimana elemen sihir dimaknai oleh para pembaca serial HP.
Dari identifikasi dan klasifikasi respons pembaca dewasa terhadap buku HP di Indonesia, responden terbagi menjadi tiga kelompok. Pertama, kelompok pencinta HP, yakni responden yang menyukai HP, yang menganggap sihir di dalamnya tidak memiliki pengaruh buruk pada pembacanya, serta menolak pelarangan terhadap serial buku itu.
Kedua, kelompok pembenci HP, yakni responden yang tidak menyukai HP, yang menganggap sihir di dalamnya memiliki pengaruh buruk terhadap pembacanya, dan mendukung pelarangan peredarannya.
Ketiga, kelompok ambivalen, yakni responden yang menyetujui salah satu dari dua kelompok tadi, tetapi dengan beberapa pengecualian yang membuat mereka tidak termasuk dalam kelompok pencinta ataupun pembenci HP.
Kemudian Hianly menganalisis ideologi yang melatarbelakangi respons para responden. Dalam penelitiannya, ia memakai definisi ideologi yang dikemukakan oleh Jhon Storey dan Roland Barthes. Ideologi menurut Storey mengacu pada apa yang disebut “bentuk-bentuk ideologis”, yakni cara berbagai teks (bisa berupa film, lagu, karya fiksi, dan lainnya) menghadirkan suatu citra dunia tertentu. Setiap bentuk ideologi berupaya menghasilkan simpati masyarakat, sehingga “melihat” dunia seperti yang diinginkannya.
Sedangkan menurut Barthes, ideologi berada dalam tatanan konotasi. Ideologi atau mitos, menurut istilah Barthes, menjadi tempat terjadinya pergulatan hegemonik untuk membatasi konotasi, membentuk konotasi tertentu, dan menghasilkan konotasi baru.
Ringkasnya kira-kira begini. Kata Hianly, HP sebagai sebuah teks menghadirkan citra dunia tertentu (imajinasi pengarangnya) dan membuat masyarakat (pembaca) melihat dunia seperti yang dihadirkannya. Jadi, penelitian ini menganalisis bagaimana respons atau reaksi pembaca terhadap sihir dalam buku itu.

Sihir dari iblis
Respons dari kelompok pencinta HP (16 responden), sihir dalam serial HP tidak berpengaruh buruk terhadap pembacanya. Sebab, kisah HP hanyalah imajinasi si pengarang. Lagi pula masyarakat Indonesia sudah terbiasa dengan hal-hal yang berbau mistik (atau folklor). Folklor yang berupa legenda, cerita rakyat, dan juga mitos yang ada di masyarakat sebenarnya ungkapan cara berpikir masyarakat tempat folklor itu hidup.
Menurut kelompok ini, itulah yang membuat isu pencekalan serial HP di Indonesia tidak merebak (termasuk di Eropa yang kaya akan folklor). Kekhawatiran bahwa sihir HP bisa berpengaruh pada anak-anak, menurut mereka, dapat dihindari dengan peranan orangtua untuk membimbing atau menjelaskannya kepada anak-anak.
Respons kelompok pembenci HP (lima responden), dan kebetulan penganut Kristiani, seragam dan mengandung nuansa Kristiani yang kental dengan mengutip ayat-ayat Alkitab. Menurut mereka, sihir berasal dari iblis. Karena bercerita tentang sihir, maka HP tentunya berasal dari iblis, sehingga berpengaruh buruk pada pembacanya. Mereka secara tegas dan lugas menolak HP, meskipun belum pernah membaca buku itu sama sekali.
Sementara itu kelompok ambivalen (dua responden), punya pendapat lain. Mereka percaya pada pengaruh buruk sihir dalam serial HP, tetapi tetap menyukai buku ini dan membacanya. Dalam proses membaca buku serial HP, mereka merasa tidak ada pengaruh apa pun pada diri mereka.
Soal pencekalan, yang satu setuju, yang lain tidak. Yang tidak setuju HP dicekal tetap mengakui kalau HP mengandung “bahaya” jika dibaca oleh mereka yang tidak “berpengalaman”. Sebab, sihir HP dipercaya berasal dari iblis.

Tidak nyata
Selain itu Hianly juga memetakan ideologi dari sisi produsen HP yang dianalis dari preferred meaning yang ditampilkan kepada pembaca. Rowling sendiri sebagai pengarang memiliki preferred meaning yang berbeda dengan pihak penerbit buku dan produser film HP. Secara tegas Rowling menyatakan, sihir dalam HP sama sekali tidak nyata, sehingga tidak mungkin membawa pengaruh buruk pada pembaca.
Sementara itu pihak penerbit dan produser film HP tidak membantah tuduhan yang dilontarkan kaum religius. Dilihat dari bermacam bentuk promosinya, pihak penerbit sengaja menciptakan atmosfer yang memberikan gambaran bahwa dunia ini memang terbagi dalam dunia nyata dan dunia sihir.
Dalam perkembangannya, menurut Hianly, Rowling mempunyai sikap ambivalen dalam menyikapi kebijakan penerbit dan produser film HP. Partisipasi Rowling dalam kegiatan promosi yang diadakan penerbit dan produser bertentangan dengan apa yang dikatakannya mengenai sihir HP. Maklum saja, sudah tercium bau dolar alias sudah ditunggangi ideologi kapitalisme. Produser dan penerbit HP mengembangkan preferred meaning yang disesuaikan dengan kehendak para penggemar HP.
Dari hasil penelitian yang dilakukan selama enam bulan itu, Hianly menarik kesimpulan bahwa tidaklah mungkin mendapatkan tafsir tunggal terhadap sebuah teks. Seperti sama tidak mungkinnya menemukan satu ideologi yang terunggul yang bisa mengakomodasi semua tafsir yang ada dalam benak pembaca.


Waralaba


Maju Berwirausaha Dengan Waralaba

oleh: A. Bimo Wijoseno

Saat hampir segalanya menjadi serba mahal lantaran harga BBM yang melambung tinggi, kita mesti cermat menggunakan uang. Setelah semua pos pengeluaran diutak-atik dan dihitung-hitung, rupanya masih ada sisa uang yang jumlahnya lumayan. Apakah uang itu didiamkan saja atau diinvestasikan agar berkembang?
=====
Suatu sore, seorang teman, sebut saja Karto namanya, asyik ngobrol dengan Bejo dan Pulung, rekan sekantornya. Begitu menerima slip gaji, mereka mulai kasak-kusuk mau belanja alat elektronik (gadget) baru atau mencicipi jajanan kesukaan. Namun, keinginan itu sirna, begitu tahu kalau gaji yang mereka terima tidak bisa mengejar keinginan mereka, terbentur oleh kebutuhan sembako dan utang yang harus dicicil.
“Oh, nasib. Serba ngepas. Kalau begini, pasti tidak ada orang yang berharap apalagi bercita-cita menjadi orang miskin,” keluh Karto.
Nih, coba baca. Jadi orang miskin itu sulit meskipun jadi orang kaya juga tidak mudah,” ujar Pulung mengutip tulisan Arswendo dalam Rubrik "Terawang" di Intisari Desember 2005 yang baru dia baca.
“Ah, jelas enak jadi orang kaya, mau apa saja bisa!” ucap Bejo.
“Jadi orang kaya tapi hidupnya tidak bahagia buat apa? Selalu waswas kekayaannya diincar maling,” timpal Pulung lagi.
Untuk memilih menjadi orang kaya atau orang miskin tentu menjadi diskusi panjang yang tiada habisnya dengan banyak dalih, teori, dan alasan. Yang terpenting sekarang, bagaimana orang-orang seperti Karto, Bejo, dan Pulung bisa menambah penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang semakin mahal saja.

Masih terbuka lebar
Setelah merenung beberapa saat memahami tulisan-tulisan Roy Sembel dalam buku Reformasi Pembelajaran Ilmu Duit terbitan PT Grahanusa Mediatama, Jakarta, dan Extraordinary Success for Ordinary People terbitan PT Elex Media Komputindo, seperti ada pencerahan dalam diri Karto.
Menurut Sembel, pekerja kantoran tak seharusnya terlena hanya pada pendapatan yang diperolehnya setiap bulan dari kantornya. Sebab, masih ada peluang lain yang masih bisa diraih. Dengan kata lain, masih ada penghasilan lain di luar gaji. Soal gaji kita sekarang cukup atau tidak, itu urusan lain. Pokoknya, bagaimana kita bisa menambah penghasilan.
“Gross Domestic Product (GDP) Indonesia tahun 2005 mencapai Rp 2.500 triliun, sedangkan APBN kita saja hanya Rp 300 - 400 triliun. Ini potensi yang besar,” ucap Sembel. Maksudnya? Penjelasannya secara gampang, nilai belanja orang Indonesia rupanya lebih besar dari anggaran belanja negara. Akibatnya, ada peluang buat sektor swasta atau siapa saja untuk memenuhi kebutuhan belanja mereka!
Wah, meskipun peluangnya terbuka, untuk bikin usaha sekecil apa pun pasti membutuhkan modal. Lantas, dari mana modalnya? Gaji saja mepet. “Ya, kita harus menyediakan dana investasinya dulu. Jangan langsung uang untuk makan kita pakai untuk investasi. Bisa mati konyol kita,” ujar Sembel.
Untuk berinvestasi, ada langkah-langkah yang perlu dijalani. Pertama disiplin menabung. Paling tidak, 10% atau 20% gaji kita sisihkan untuk ditabung. Jika 1 - 2 tahun dana sudah terkumpul, mulailah berhitung. Sembari menabung, kita bisa menimbang-nimbang investasi apa yang bakal kita pilih.
Sembel mengingatkan untuk tidak langsung tergiur pada investasi yang sifatnya instan di depan mata. Sebab, yang instan itu biasanya fatal dan berumur pendek. Ingat kasus ADD FARM? Dalam kasus itu banyak investor tertipu. Alih-alih mendapat untung besar, mereka malah pusing tujuh keliling kehilangan uang puluhan hingga ratusan juta yang semula digunakan untuk investasi peternakan bebek.
Karena itu, perencanaan berinvestasi menjadi penting artinya. Jika sudah ada perencanaan, biasakan mencari tahu dan mencari kesempatan bisnis yang cocok buat kita. Pertimbangkan juga baik-buruknya bisnis yang kita pilih.
Ada patokan yang diberikan Sembel. Rumusnya, WISDOM. W adalah watak. Coba kenali dan kuasai potensi diri dan lingkungan saat ini. I, ingin. Tentukan tujuan atau masa depan yang kita inginkan. S, siasat. Kita perlu merancang strategi atau siasat untuk mencapai tujuan itu. D, didik, tingkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap. O, otak/otot. Kita melakukan strategi dengan kerja cerdas (otak) dan kerja keras (otot). Yang terakhir, M, manajemen, monitor, dan measure. Maksudnya, kita mengelola sumberdaya yang kita punyai, dan setelah berjalan bisnisnya, tetap melakukan monitor pencapaiannya.

Tak perlu modal besar
Waduh, bagaimana kalau rencana menabung tak juga terlaksana lantaran penghasilan habis untuk bayar cicilan utang juga? Tak usah putus asa. Dengan uang Rp 20.000,- saja kita masih bisa berbisnis. Bisnis apa yang bisa kita lakukan dengan dana terbatas itu?
“Dengan uang Rp 20.000,- kita bisa menjadi mitra bisnis waralaba saya,” ujar Made Ngurah Bagiana, pengusaha dan pemilik waralaba burger bermerek Edam. Burger ala Bagiana ini sudah cukup kondang. Kios-kios Edam biasa dijumpai di dekat sekolah, kampus, perkantoran, tempat hiburan, acara bazar, atau di depan supermarket atau mini market. Mungkin Anda pernah sesekali menjumpainya.
Kembali soal modal yang Rp 20.000,- tadi. Apa saja yang bisa kita dapatkan? "Anda bisa mendapatkan 10 buah roti burger, satu bungkus daging buger isi 10, satu cangkir sambal, dan satu cangkir mayoneis," kata Bagiana. Lantas diapakan? Ya, tentunya dijual!
Dengan sedikit kerja, bahan burger itu siap disulap menjadi burger siap santap. Daging burger dipanasi sebentar, ditambah sayuran selada atau timun, dan diselipkan di antara belahan roti yang sudah diberi mayoneis dan sambal, jadilah burger Edam. Harga jualnya sebuah Rp 4.000,- sepotong. Satu potong burger bisa mengahsilkan untung bersih Rp 2.000,-. Nah, kalau modal dan bentuk bisnis yang dijalankan sudah ada, tinggal kerja keras kita untuk menjajakannya.
Masih gentar untuk berbisnis burger? Wah, kalau inginnya langsung seperti Bagiana, yang sekarang ini telah memiliki 1.500 outlet dan sembilan pabrik roti yang omzetnya mencapai Rp 40 juta per hari, ya tidak mungkin. Semuanya harus diawali dengan kerja keras.
Lelaki kelahiran Bali 12 April 1956 ini dulunya juga luntang-lantung. Kuliahnya tidak tamat karena terbentur biaya. Yang ia miliki hanya ijazah STM, hobi memasak, dan kerja keras serta keinginan yang kuat. Bermacam pekerjaan seperti kernet bus, kuli bangunan, dan berjualan telur ayam pernah dilakoninya. Namun, semua pekerjaan itu tidak membuat sreg hatinya. Ia ingin bekerja untuk dirinya sendiri.
Juragan burger ini mengawali perjuangannya di tahun 1990. Bagiana sendiri ingin berjualan burger ketika ia melihat seorang pedagang burger keliling. "Asyik juga bisa menjual burger. Hasilnya, kayaknya lumayan," ucapnya. Ia pun terinspirasi untuk berjualan burger juga, kebetulan ia punya hobi memasak dan makan. Berbekal resep andalannya, modal seadanya yang ia miliki dari tabungan, kurang lebih Rp 1 jutaan ia buat gerobak lengkap dengan perlengkapan masak beserta isinya. Roti dan daging untuk isi ia cari di pasar dengan harga paling murah.
Ia berkeliling menjajakan burgernya dengan gigih di seputaran Klender, Jakarta Timur. Sampai-sampai saat orang lain istirahat berjualan, ia memilih tetap berkeliling menjajakan dagangan. Awal mencari pelanggan memang tidak mudah. Dengan utak-atik resep sana-sini, pelanggan akhirnya datang juga. Penghasilan bersihnya dalam sehari Rp 30.000,-. Waktu itu penghasilan sebesar itu sudah lumayan.
Lambat laun usaha Bagiana berkembang. Ia masih terus bekerja keras dan menabung untuk mengembangkan usahanya. Dari dua gerobak kemudian berkembang terus sampai 50 gerobak. Tentunya, ia mengajak orang lain untuk bekerja sama, cukup berlandaskan saling percaya. Saat menjelang hari raya ..., Bagiana mulai kesulitan pasokan bahan baku burgernya, terutama roti. Penjual roti langganannya kerap tidak mampu menyediakan. Jalan keluarnya, Bagiana membuat pabrik roti sendiri. Jangkauan pasarnya kemudian mulai melebar sampai wilayah Jabotabek.
Meskipun usahanya sudah mulai maju, Bagiana tak hanya ingin cari untung sebesar-besarnya. Dengan memegang prinsip saling percaya dalam mengembangkan bisnisnya, ia ingin memuaskan pelanggan. Salah satunya dengan menggunakan isi burger, yakni sosis dan daging asap yang terbaik. Bagiana pun melirik produk Kemfoods milik pengusaha Bob Sadino yang bisa diandalkan. Gayung bersambut, Bob Sadino mau menjadi mitra bisnisnya.
Jadilah burger Edam dengan isi daging buatan Kemfoods. Setiap bulannya Kemfoods menyuplai kurang lebih 11 ton daging burger ke Edam burger. Sekarang burger Edam tak hanya dijumpai di Jabotabek, bisa juga dijumpai di Bandung, Semarang, Klaten, Surabaya, Banjarmasin, Pekanbaru, dan Bali.
Misalkan sekarang kita mulai berjualan burger. Bukankah saingannya sudah banyak dengan usaha sejenis? “Kenapa mesti gentar. Selama manusia masih merasa lapar, bisnis ini memiliki peluang yang besar. Asalkan kita kreatif dan inovatif menjalankannya,” yakin Bagiana.
Atas dasar itu, belum lama ini ia mengeluarkan produk barunya, yakni pizza dan spaghetti ala Edam. Harganya juga masih seputaran Rp 4.000,-. “Saya memang ingin membuat makanan yang harganya terjangkau masyarakat. Tapi meskipun murah, kandungan gizinya tetap tinggi,” ungkap Bagiana.
Dengan bermodal rumus WISDOM-nya Roy Sembel dan contoh nyata dari Bagiana, si juragan burger, kenapa kita tidak mencoba mencari penghasilan baru?

Boks
Cukup Bermodal Rp 2,5 Juta

Jika tertarik memulai bisnis waralaba Edam, berikut skema bisnisnya:
Modal:
1. Counter lengkap (berupa alat masak, kompor gas, panci teflon, tenda, etalase, dan segala pernak perniknya) Rp 2.300.000,-.
2. Paket produk pertama (50 burger beserta isinya, 10 roti sosis dan isinya, bumbu-bumbu, sampai daftar harganya) Rp 208.750,-.
Total modal awalnya berjumlah Rp 2.508.750,-.

Pendapatan per bulan:
1. Misalkan dalam sehari bisa terjual 50 potong burger, maka pendapatan per bulan = 50 x Rp 4.000,- x 30 = Rp 6.000.000,-
2. Biaya pembelian per bulan = 50 x Rp 2.000,- x 30 = Rp 3.000.000,-
Laba per bulan: Rp 6 juta - Rp 3juta = Rp 3 juta.

Sekadar catatan, perhitungan itu belum termasuk biaya sewa tempat dan pegawai untuk menjaga counter yang perlu dipertimbangkan. Lokasi yang cocok perlu dipikirkan, karena meskipun terlihat gampang, menjalankan bisnis ini tidak berarti asal-asalan memilih lokasi.