Tuesday, November 6, 2007

tv digital

Gambarnya tajam bener!

Di sebuah hypermarket yang memajang perlengkapan elektronik tampak beberapa orang sedang mengerubung. Mereka rupanya sedang menikmati sebuah tayangan di televisi. Tayangannya, sih biasa saja tetapi yang berbeda adalah televisinya. Mereka sampai terpaku beberapa saat melihat kualitas gambar yang ditayangkan, suaranya mantep, gambarnya bening tajam bener!

Tak jauh dari situ, tampak seorang sales promotion girl(SPG) giat memberikan brosur penawaran, sambil menyapa,”Boleh pak, tv digitalnya,” ucapnya sambil dihiasi sunggingan senyum. Yang ditawaripun juga membalas dengan senyum-senyum saja, karena melihat harganya yang masih terbilang mahal. Mau mengganti televisi yang ada di rumah sekarang mungkin belum perlu, wong belum rusak. Pertanyaannya, apa yang membuat televisi digital ini berbeda dengan yang ada di rumah sekarang?

Dulu rasanya hanya ada dua pilihan jenis televisi yaitu berwarna atau hitam putih. Tetapi jenis pesawat televisi saat ini pilihannya sangat beragam. Mau televisi ukuran besar, kecil, tebal atau tipis, layar datar atau cembung, bertata suara stereo atau mono, yang harganya murah atau mahal semuanya ada, mereknya juga macam-macam, hingga membuat bingung.

Tv analog dan digital

Hampir seluruh pesawat televisi yang ada di rumah-rumah kita saat ini adalah televisi yang disebut televisi CRT (cathode ray tube) dengan ciri khas bertabung gelas hampa udara.

Tv CRT ini menampilkan gambar dari sinyal analog. Sinyalnya berupa gelombang radio yang secara kontinyu. Pesawat televisi kemudian menerima sinyal ini dan mengubahnya menjadi gambar dan suara. Sinyal analog ini dapat diterima lewat udara, kabel ataupun satelit. Stasiun televisi yang menyiarkan acaranya menggunakan kanal VHF (very high frequency) atau kanal UHF (ultra high frequency), dengan lebar pita atau bandwith untuk satu program siaran sebesar 8 megahertz.

Tv analog, layarnya terdiri dari kurang lebih 480 baris piksel.
Memutar video di tv analog kualitas gambarnya akan menurun.
Tv analog ada flicker atau kedipan.

Televisi CRT memiliki karakter layar dengan perbandingan 4:3. televisi yang HDTV saat ini mengadaptasi konsep home theater, alias hiburan bioskop dibawa ke rumah. Perbandingan layarnya adalah 16:9. HDTV tidak cocok kalau untuk menonton siaran yang ada sekarang. Kalau dipaksain bisa aja. Hanya tampilannya jadi tidak nyaman ditonton, gambarnya jadi kecil. Kalau dibesarkan memenuhi layar akan gepeng tampilannya.

Sedangkan Kualitas gambar di tv digital akan tetap bagus walaupun ukuran televisinya kecil. Sinyal digital dapat mendukung resolusi tinggi, sehingga jika ditampilkan pada ukuran televisi yang sangat besar kualitas gambarnya tetap baik. Sinyal digital seperti yang keluar dari perangkat DVD player. Akan dirubah menjadi analog ketika disambungkan ke televisi analog.

Tv digital sinyalnya berbeda. Sinyal digital seperti yang keluar dari perangkat DVD player yakni format MPEG-2. tayangannya seperti di layar komputer yang memberikan resolusi tinggi gambar yang stabil.

Lcd atau Plasma
Beberapa keluarga sudah memiliki tv LCD atau tv Plasma tetapi sangat jarang.

Tv LCD sekarang terus mengalami penurunan harga dibandingkan tv plasma. Tv lcd mampu menghasilkan kualitas gambar yang baik pada ukuran layar lebar karena beresolusi tinggi 1.290x1080 piksel dengan rasio kontras 15.000:1. Bobotnyapun semakin ringan, konsumsi listriknya pun tak besar. Dulu tv LCD masih diragukan karena adanya ghosting yaitu bayangan ketika tayangan bergerak secara cepat.

TV LCD lebih tepat untuk kebutuhan layar di bawah 42 inci. Layar diatas 42 inci lebih efisien dengan plasma.

Plasma menggunakan tabung-tabung gas renik yang masik-masing membentuk piksel.
LCD terbuat dari susunan kristal cair, hingga bisa dibuat lebih renik dibandingkan plasma. Sehingga LCD memberikan resolusi lebih rapat. Konsumsi energi lebih rendah, usianya bisa lebih tahan lama.

Plasma tidak bisa digunakan lagi jika kemampuan gas mengemisikan sinar uv melemah atau mati. Usia plasma sekitar 60.000 jam. Kelibahan plasma warna hitamnya lebih gelap dibandingkan LCD. Juga bisa menampilkan gambar bergerak lebih baik.

Saat ini masyarakat Indonesia belum butuh sekali HDTV. Karena siarannya belum ada. Pemutar film HDTV juga masih mahal, filmnya juga masih jarang sekali. Pemutarnya contohnya blue-ray filmnya HD DVD atau DVD blue ray.

HDTV

aspek rasio

resolusi

frame rate

jika ingin membeli HDTV
pastikan ada stasiunnya tidak, baik itu lewat kabel atu satelit.
Untuk menangkap sinyal perlu antena atau parabola
Ada HDTV yang perlu tv tuner
Tetapi ada juga yang sudah dilengkapi tv tuner untuk menangkap siaran tv digital.







Powered by ScribeFire.

nano teknologi

Baterai imut teknologi nano

Bell Laboratories perusahaan yang pertama kali menciptakan transistor berukuran setengah inchi di tahun 1947, kini sedang mengembangkan sebuah baterai baru. Dengan kemampuannya membuat transistor selama puluhan tahun, Bell Laboratories mengaplikasikan keahliannya ini untuk membuat baterai yang tertanam dalam sebuah chip, namanya, baterai nano.

Baterai nano ini memadatkan elektroda baterai pada skala nanometer. Terciptanya baterai imut nan mungil ini tak lepas dari teknologi nano yaitu ilmu pengetahuan dan teknologi yang mengontrol zat, material dan sistem pada skala nanometer(nm), sehingga menghasilkan fungsi baru yang belum pernah ada. Ukuran skala 1nm sama dengan 1/1000.000 milimeter atau sama dengan 1/1000.000.000 meter. Ukuran yang sangat kecil bahkan sulit sekali untuk dilihat dengan mata telanjang.

Baterai nano ini memiliki kelebihan bisa “tertidur” atau lama tidak dipakai selama 15 tahun. Sehingga dapat digunakan sebagai power alat sensor monitor radioaktif atau sensor bahan kimiawi beracun lain. Baterai nano ini bisa langsung “hidup” dan dengan waktu singkat memberi energi tinggi saat dibutuhkan. Bagaimana baterai nano ini bisa awet, karena ia adalah baterai pertama yang mampu membersihkan dirinya sendiri setelah digunakan. Dengan menetralkan cairan kimia beracun yang timbul di dalamnya.

Berawal dari nano grass

Salah seorang ilmuwan dari Bell Labs, Tom Krupenkin mempelajari tentang lensa cair mikro, yang kerap ditemui di kamera ponsel. Lensa mikro ini tersusun dari tetesan cairan tertentu yang dapat mencekung atau mencembung ketika permukaannya dialiri listrik voltase tertentu. Respon terhadap aliran listrik ini disebut electrowetting, yakni permukaan cairan dapat berubah sifat dari superhydrophobic ke hydrophilic.

Superhydrophobic contoh mudahnya dapat kita jumpai ketika tetes air hujan mengenai bulu angsa dan daun teratai. Mereka tidak basah sama sekali. Tegangan permukaan superhydrophobic membuat titik air menjadi butiran, tetapi tidak membuatnya berhenti saja di satu tempat tetapi mendorongnya keluar untuk membuatnya pecah kembali. Pada substansi hydrophilic seperti gelas, air akan meregang ke luar. Tetapi pada material superhydrophobic, tetes air membentuk butiran bola sempurna, permukaan tetes air dan material tidak saling bersentuhan sama sekali.
Dari temuannya mengenai sifat tetes air pada permukaan material superhydrophobic ini, Krupenkin berpendapat, electrowetting dapat mengontrol suatu reaksi kimia.

Krupenkin membuat konsep jajaran pilar-pilar superhydrphobic ukuran nano yang akan bereaksi dengan electrowetting. Di bawah mikroskop pilar-pilar ini bagaikan padang rumput alias nanograss. Padang nanograss ini dapat dibuat dengan silikon oleh industri mikrochip teknologi standar yang telah berproduksi lebih dari satu dekade ini. Dengan mengalirkan tenaga listrik voltase tertentu pada cairan, ilmuwan dapat membuat reaksi yang membuat pilar-pilar tadi menjadi hidrophilic dan menekan butiran untuk turun merembes ke bagian bawahnya di setiap nano pilar tadi. Cairan dapat bereaksi dengan komponen yang ada di bawahnya. Krupenkin yakin, dapat menggunakan cairan ini untuk membangkitkan power dalam baterai nano.

Baterai pada dasarnya adalah sebuah reaktor kimiawi. Baterai yang sekarang ini, yang sudah habis pakai langsung dibuang, terdiri dari dua elektroda, anoda dan katoda. Digabungkan dalam larutan elektrolit. Percampuran ini membuat kedua elektroda bereaksi melalui elektrolit membentuk elektron-elektron. Masalahnya, proses elektrokimiawi ini berlangsung terus meskipun baterai tidak digunakan. Baterai habis pakai langsung buang ini akan menurun dayanya 7-10 persen tiap tahun meskipun tidak dipakai. Sehingga jenis baterai ini ada kadaluarsanya.

Maka perlu diciptakan baterai yang memiliki sekat yang menjaga agar larutan elektrolit dan elektroda tidak bersinggungan tetapi bisa langsung aktif saat digunakan, termasuk mampu melakukan reaksi kimiawi secara agresif yang mampu menghasilkan tenaga listrik yang tinggi secara sekejab. Saat ini memisahkan elektroda dengan larutan elektrolit membuat ukuran baterai menjadi besar dan berat. Seperti baterai reserve yang telah dipakai ambulance, di rumah sakit untuk ICU dan ruang operasi, juga dipakai untuk operasi militer seperti teropong malam hari dan sinar laser.

Menurut Krupekin, dengan ditemukannya nanograss, membuat baterai reserve dalam ukuran lebih kecil dan ringan bisa lebih mudah. Terlebih lagi, ilmuwan bisa membuat baterai ini bereaksi pada saat dibutuhkan saja.

prototipe baterai nano

Bulan September 2004 para ilmuwan di Bell Labs, membuat model yang bisa menghantarkan listrik. Prototipe ini tersusun dari pilar silikon dengan luas lebar kurang lebih 300 nanometer yang tiap pilarnya berjarak 2 mikron. Untuk pembangkit dayanya, ilmuwan menggunakan campuran yang biasa dipakai baterai alkaline, yaitu seng sebagai material anoda dan mangan dioksida sebagai katodanya.

Bagian dasar silikon dari pilar-pilar dilapisi seng, dimana pilar-pilar dilapisi silikon dioksida, yang bisa diukur ilmuwan mengontrol voltase dari alat, dan pilar nano di atasnya dilapisi Teflon, seperti lapisan fluorocarbon, yang bereaksi electrowetting.

“Konsepnya terlihat mudah, namun faktanya berbeda,” ujar Krupenkin. Untuk menaruh logam pada posisi tertentu, ilmuwan biasanya melakukan proses elektroplating. Tetapi proses ini tidak berlaku pada senyawa oksida, seperti silikon dioksida yang ada di nanograss. Satu cara dilakukan untuk membuat dasar silikon tidak bebas dari silikon dioksida, membiarkan seng bereaksi, ketika pilar silikon melapisi dengan oksidasi. Larutan (elektrolit) melapisi dasar silikon danpilar denganoksidasi tetapi membiarkan lapisannya lantainya sampai paling tipis. Oksidasi mengikis sampai paling dasar menggunakan gas terionisasi, sampai dasarnya tidak ada oksidasi lagi.

Elektroplating tidak dapat bekerja pada silikon. Jadi ilmuwan menggunakan teknik kimiawi basah, wet-chemistry, untuk menempatkan nikel atau titanium pada dasar seperti lapisan untuk seng agar melekat dengan cara electroplating.

Setelah prototipe baterai nano ini berhasil, para ilmuwan ini berpikir konsumen potensial yang akan memakainya. Diskusi ini memicu bentuk baterai yang radikal. Bentuk desain awal seperti sandwich, dengan katoda berada di atas, larutan elektrolit seng klorida berada di tengah, nanograss berada di bawahnya dan anoda berada di dasarnya. Seorang ahli dari US Army Research Laboratory mengkritisi susunan ini, seberapa konstan kontak antara elektrolit dan elektroda yang dapat menghasilkan reaksi kimia yang tidak diinginkan. Setelah didesain ulang, elektrolit berada di atas, anoda dan katoda digabung dalam satu tempat namun dipisahkan oleh nanosilikon barrier yang diletakkan di antaranya. Ketika diaktifkan barier ini membiarkan elektrolit masuk dan mencelupkan elektroda.

Tim menggunakan nanopilar untuk memisahkan elektrolit dari anoda, karena pilar-pilar ini mengisi bagian ruang sisa yang ada. Membiarkan area permukaan untuk reaksi kimia antara elektroda. Tetapi kesulitannya membuat baterai nanopilar adalah membuat membran rumah tawon nano, nanohoneycomb untuk mengisolasi elektrolit dari elektroda.
Membuat membran electrowetting yang berpori berukuran tebal 20 mikron, dan dindingnya yang rapuh seluas 600 nanometer adalah sebuah perjuangan. Pertama ilmuwan menggunakan plasma untuk membentuk struktur rumah tawon yang halus dari keping silikon yang dilapisi silikon dioksida. Kemudian mereka membangun silikon dioksida dalam pori-pori tanpa dinding silikon kemudian dipanaskan hingga 1000 derajat celsius dan ditutup dengan oksigen. Akhirnya keseluruhan rumah tawon ini dilapisi dengan fluorocarbon. Prototipe ini di disain pada oktober 2005.

Baterai masa datang

Menurut Krupenkin, para ilmuwan menciptakan baterai nano tujuan utamanya bukan untuk menggeser posisi baterai habis pakai buang yang sudah populer di masyarakat. Baterai ini diciptakan untuk alat-alat bertujuan khusus, seperti alat sensor yang digunakan militer. Alat ini nantinya mengaktifkan radio transmiternya hanya satu atau dua kali seumur hidupnya, untuk mengirimkan pesan adanya penyusup. Atau untuk sensor benda beracun atau sensor radiasi. Atau alat sensor ini dapar berdaya besar sehingga jangkauanya lebih luas tak perlu jumlah sensor yang terlalu banyak.

Untuk bidang medis, reserve baterai bisa digunakan untuk medikal implan. Penggunaan reserve (cadangan) baterai juga bisa digunakan untuk handphone, atau pemancar radio.

Tim ahli ini juga memikirkan baterai nano yang bisa diisi ulang. Gelombang listrik dapat mengisi baterai nano yang kosong, memuat permukaan pada elektrolit panas. Yang memyebabkan evaporasi lapisan kecil dari cairan. Memaksa butiran melompat kembali ke posisi semula di atas struktur nano. “pada prinsipnya hal ini dimungkinkan. Namun, praktiknya perlu waktu yang panjang,”ujar Krupenkin.

mPhase selanjutnya akan membuat sample dari baterai nano ini. Selanjutnya baterai nano mau tak mau akan menggeser baterai yang ada. Selamat datang baterai imut teknologi nano.


inbok

Disain baterai nano

Prototipe nanomembran baterai nano dibuat oleh mPhase dan Bell Labs. Nanomembran ini menjaga agar elektrolit tetap terpisah dari elektroda positif dan elektroda negatif (katoda dan anoda), yang membuat baterai menjadi bertahan lama.

Gambar atas:
Baterai yang sedang tidak aktif. Anoda yang terbuat dari potongan seng dan katoda yang terbuat dari potongan mangan dioksida berada di dasar baterai. Secara fisik terpisah satu sama lainnya. Di atasnya terdapat membran berpori yang berbentuk rumah tawon, terbuat dari silikon yang dilapisi lapisan silikon dioksida dan polimer fluorokarbon. Lapisan teratasnya adalah larutan elektrolit seng klorida.

Gambar bawah:
Baterai aktif. Larutan elektrolit menembus rumah tawon untuk membasahi anoda dan katoda. Saat itu juga anoda dan katoda tersambung oleh elektrolit, mereka bereaksi satu sama lain menghasilkan energi listrik.






















Powered by ScribeFire.

Monday, November 5, 2007

Sunday, November 4, 2007

Makannya jangan asal!

’Makan’nya jangan asal!

“True taste is in the heart, not on the tounge”, Gandhi says. Sepenggal kalimat bijak dari Gandhi ini menganjurkan cara makan yang baik yaitu berdasarkan hati bukan dengan lidah. Bagaimana, sih pola makan yang selaras dengan kebutuhan tubuh dan jiwa kita.
===

Sejatinya kita makan untuk menyambung hidup. Tetapi jika salah makan baik itu kelebihan atau kurang makan justru berakibat buruk, bikin penyakit. Salah makan bisa timbul karena pola hidup yang tidak sehat. Bekerja berlebihan yang tidak memperhatikan asupan makanan. Atau yang ironis “salah kaprah”-nya orang mapan, karena tingkat penghidupannya yang sudah layak ia ingin menjadi lebih sehat. Padahal sejak dulunya, walaupun tidak disadari waktu sebelum mapan sudah sehat, malah jadi sakit karena rajin mengkonsumsi vitamin atau suplemen tertentu. Karena ia membuat kebiasaan atau aturan sendiri.

Pola hidup jaman sekarang termasuk pola makan perlu penyesuaian agar tercipta keselarasan, seperti anjuran Dr. William Adi Tedja, TCM, MA dari Klinik Utomo Chinese Medical Center, Jakarta Barat. Menurutnya, berdasarkan ilmu kedokteran China, kalau orang dulu makan pagi atau sarapan setelah melakukan aktifitas. Entah itu berkebun atau olah raga pagi. Bedanya dengan kebiasaan orang jaman sekarang, mereka sarapan pagi setelah bangun tidur dan mandi. Akibatnya proses metabolisme tubuh menjadi kacau. Efek yang bisa dirasakan secara langsung, sehabis makan pagi bukan menjadi energi justru dibuang terus alias murus-murus. Karena pada pagi hari sekitar pukul 05.00-07.00 pagi organ tubuh yang sedang aktif bekerja maksimal adalah usus besar yang bekerja melakukan pembuangan sisa metabolisme tubuh.

Untuk menghindari “panggilan alam” di pagi hari yang terus-menerus, beberapa orang memilih untuk tidak sarapan di pagi hari. Kemudian membalasnya dengan makan berat di siang hari. Hasilnya jam-jam menjelang siang, tubuh terasa lemah kurang energi. Makan pagi justru sangat penting karena sebagai sumber tenaga untuk aktifitas sepanjang hari. Waktu yang tepat untuk makan pagi sekitar pukul 07.00-09.00 dimana saat ini lambung sedang bekerja secara optimal untuk mencerna makanan. Kesulitannya sekarang, buat para pekerja kantoran biasanya antara pukul 07.00-09.00 ini sedang berada dalam perjalanan menuju ke kantor. Apa perlu makan sambil jalan? Jelas tidak mungkin.

Satu lagi yang kerap menjadi keluhan para pekerja kantoran bahkan siapa saja, kenapa setelah makan siang bukannya badan tambah segar diberi asupan energi, e…malah jadi mengantuk. Padahal kerjaan sedang menumpuk harus segera diselesaikan. Makan siang untuk para pekerja kantoran biasanya mengikuti jam istirahat, pada umumnya sekitar pukul 12.00 siang. Menurut William, jika kita makan berat pada jam 12.00 siang justru memperberat kerja jantung. Karena organ jantung pada saat ini sedang giat bekerja. Energi chi yang dibutuhkan untuk kerja jantung akan berkurang karena pada saat yang sama digunakan untuk pencernaan lambung. Akibatnya di sore hari akan terasa mengantuk karena energi chi sedang diambil lagi ke jantung. Sebaiknya makan siang sekitar pukul 01.00-03.00 siang, karena chi sedang berada di usus kecil. Waktu yang tepat untuk makan yang dianjurkan William ini memang kelihatan agak lain karena mengikuti pola meridian tubuh atau sebutannya zi wu liu zhu.

Mengikuti perjalanan chi

Zi wu liu zhu atau pola meridian pada tubuh manusia, sejak dulu digunakan oleh para ahli pengobatan China untuk akupuntur. Dengan mengikuti pola titik meridian pada tubuh ini, dapat diketahui gejala sakit pada organ tertentu di tubuh kita.

Pada titik-titik meridian terdapat chi yang berputar. Chi sendiri ada yang berjalan di dalam pembuluh darah dan ada yang di luar pembuluh darah. Chi yang berada di dalam pembuluh darah dinamakan nutri chi, sedangkan chi yang berada di luar adalah pelindung chi. Fungsi pelidung chi ini sebagai daya tahan tubuh dari serangn kuman. Perjalanan chi di dalam pembuluh darah dan pelindung chi yang berada di luar pembuluh darah arahnya saling berlawanan.

Berdasarkan perjalanan chi pada titik meridian ini, ilmu kedokteran China membagi organ tubuh manusia menjadi 12 bagian. Keduabelas organ ini dibagi dalam dua kelompok besar yaitu organ chang yang fungsinya menyimpan, dan organ fu yang fungsinya mengolah dan membuang. Organ chang terdiri dari limpa, ginjal, paru-paru, jantung, liver/hati, dan pericardium/selaput atau pelindung jantung. Untuk organ fu terdiri dari lambung, kandung kemih, usus besar, usus kecil, kandung empedu, tiga pemanas (san ciau)/diafragma. Perjalanan chi mengalir menuju keduabelas organ ini melalui pembuluh darah. Berikut ini jalur perjalanan chi ke seluruh tubuh.





Pagi menjelang sore

Pukul 07.00-09.00
Lambung sedang bekerja optimal. Jangan lewatkan makan pagi untuk proses pembentukan energi sepanjang hari. Minum jus saat perut kosong akan mudah diserap tubuh. Selaput jantung pada jam ini sedang bekerja secara minimal.

Pukul 09.00-11.00
Limpa sedang bekerja maksimal. Ia menyalurkan cairan nutrisi ke seluruh tubuh untuk energi pertumbuhan. Jika saat ini terasa mengantuk berarti fungsi limpa Anda sedang lemah. Kurangi konsumsi gula, lemak, minyak dan protein hewani. Pada organ tiga pemanas (san ciau) sedang bekerja minimal

Pukul 11.00-13.00
Jantung sedang bekerja maksimal. Sebaiknya gunakan waktu untuk beristirahat, hindari panas, olah fisik yang berat dan kegiatan yang menimbulkan emosi. Terutama bagi mereka yang mengalami gangguan pembuluh darah. Kandung empedu pada waktu ini sedang bekerja minimal

Pukul 13.00-15.00
Hati sedang bekerja minimal. Saat ini darah merah berkumpul di hati. Dan terjadi proses regenerasi sel hati. Bila fungsi hati kuat, tubuh kuat menangkal penyakit. Usus kecil sedang bekerja maksimal pada jam ini. Waktu yang tepat untuk makan siang.

Pukul 15.00-17.00
Fungsi paru-paru sedang bekerja minimal. Tubuh butuh istirahat untuk pembuangan racun dan pembentukan energi paru-paru. Pada jam ini kantong kemih justru sedang bekerja maksimal.

Malam menjelang pagi

Pukul 17.00- 19.00
Ginjal sedang bekerja maksimal. Jam ini baik untuk belajar karena sedang terjadi proses pertumbuhan otak dan kecerdasan serta pembentukan sumsum tulang. Organ usus besar sedang bekerja minimal.

Pukul 19.00-21.00
Lambung bekerja minimal. Hindari konsumsi makanan yang sulit dicerna. Atau berhenti makan sama sekali. Pada jam ini selaput jantung bekerja maksimal.

Pukul 21.00-23.00
Limpa sedang bekerja minimal karena terjadi proses pembuangan racun dan regenerasi sel limpa. Sebaiknya istirahat sambil dengar musik menenangkan jiwa. Untuk meningkatkan imunitas tubuh. organ tiga pemanas (san ciau) sedang bekerja maksimal.

Pukul 23.00-01.00
Jantung bekerja minimal. Sebaiknya tidur. Begadang akan melemahkan fungsi jantung. Kantung empedu sedang bekerja maksimal.

Pukul 01.00-03.00
Hati berkerja maksimal. Terjadi proses pembuangan racun hasil metabolisme tubuh. jika ada luka dalam akan terasa sakit. Jam ini usus kecil bekerja minimal.

Pukul 03.00-05.00
Paru-paru bekerja maksimal karena terjadi proses pembuangan racun. Bila fungsi paru-paru terganggu akan memicu batuk dan bersin-bersin. Lakukan olah nafas. Kandung kemih sedang bekerja minimal.

Pukul 05.00-07.00
Usus besar bekerja maksimal. Biasakan buang air besar teratur.
Ginjal sedang bekerja minimal

Sebagai rangkumannya, berdasarkan pola perjalanan chi ini, William menawarkan pola hidup yang selaras dan seimbang. Sesibuk apapun kita sebaiknya sebelum jam 11.00 malam sudah beranjak tidur. Jika dipaksakan bekerja akan merusak fungsi hati. Pukul 09.00-11.00 adalah saat dimana orang sedang giat-giatnya bekerja, karena nutrisi sedang disebarkan oleh limpa ke seluruh tubuh. Manfaatkanlah waktu ini untuk bekerja dengan maksimal.

Setelah bekerja perlu waktu istirahat. Pukul 11.00-01.00 siang adalah waktunya organ jantung bekerja giat, sebaiknya digunakan untuk tidur atau istirahat minimal 20 menit. Hasilnya, setelah bangun tidur tubuh akan terasa segar. Di sore hari pun tidak mengantuk. Jika waktu istirahat ini dipaksakan untuk bekerja bagi yang berpenyakit jantung bisa berbahaya karena akan sangat membebani kerja jantung.

Untuk bekerja kita tentu butuh energi dari makanan. Di pagi hari porsi makannya berat, siang hari ringan tak terlalu kenyang, malam boleh tidak makan. Sarapan di pagi hari sangat penting, untuk bekal energi sepanjang hari. Saat yang tepat untuk sarapan pukul 07.00-09.00 ketika lambung sedang bekerja optimal. Waktu makan setelah pukul 01.00-03.00 siang. Karena saat ini chi sedang berada di usus kecil. Untuk waktu makan malam sebaiknya setelah pukul 07.00-09.00 malam, karena lambung sedang tidak optimal bekerja.

Bagi yang sedang menjalani pengobatan, William juga menganjurkan waktu minum obat dengan mengikuti pola perjalanan chi ini. Hasilnya, kerja obat akan lebih efektif. Misalnya untuk penyakit jantung, dianjurkan minum obat jantung tepat jam 01.00-03.00 siang saat jantung sedang bekerja optimal.

Makan mengikuti hati

Manusia secara alamiah punya sinyal jika membutuhkan sesuatu untuk dimakan. Misalkan orang Kalimantan suka sekali pedas karena lingkungan hidupnya yang lembab dan dingin butuh penghangat. Tak heran menu makanan mereka biasanya pedas. Sehingga makan perlu selaras dengan apa yang dibutuhkan tubuh. Untuk minum lebih baik yang hangat. Bagus untuk paru-paru karena organ ini sifatnya hangat, tak suka terlalu dingin atau terlalu panas. Tubuh kita ini sifatnya panas.

Menurut William ikutilah sinyal tubuh Anda. Sederhana saja. Jika saatnya butuh minuman dingin berarti tubuhnya sedang panas. Tubuh yang sedang panas, ingin banyak makan sayuran karena sayuran mempunyai sifat dingin, apalagi kerap disimpan di kulkas. Kalau kita bekerja di lingkungan ber-AC, inginnya minum yang hangat. Ikuti saja. Kesulitannya untuk mengikuti sinyal tubuh, jika seseorang sudah memiliki pola pikir yang kaku, kalau minum dingin itu pasti bikin sakit. Pencernaan kita memang lebih baik menerima makanan bersuhu hangat daripada dingin.

Begitu pula mengenai rasa makanan. Rasa manis fungsinya menguatkan limpa. Rasa asin menguatkan ginjal. Jika ingin merasakan pedas pertanda paru-paru sedang lemah. Ingin merasakan pahit, jantung sedang lemah. Ingin merasakan asam, pertanda hati sedang lemah.
Makanan yang sehat dan selaras, lima rasa (manis, asin, asam, pahit, pedas) harus seimbang. Yang ideal adalah makanan kita rasanya tawar, karena kelima rasa ini jika dicampur akan terasa tawar.

Soal mengecap rasa ini tetap perlu dibatasi. Walaupun seseorang itu suak sekali yang rasa asam misalnya. Karena ada hubungannya dengan organ tubuh yang saling berhubungan. Liver membatasi limpa. Limpa membatasi ginjal. Organ ginjal membatasi jantung. Kemudian jantung membatasi paru-paru. Misalkan fungsi liver terlalu kuat karena suka sekali makan yang asam-asam akan menyerang fungsi limpa.

Rasa berperan juga dalam mengatur emosi. Saat stres misalnya, liver/hatinya sedang buntu. Agar livernya lancar dan rilek makan yang manis. Makanan pedas akan menghilangkan stresnya. Saat loyo, lemas tak bergairah perlu meningkatkan kerja limpa, minum yang manis biar enerjik. Ketika ketakutan dan gampang terkejut pertanda ginjalnya lemah. Makanlah yang asin biar tidak takut dan ginjalnya kuat. Saat sedih yang diserang adalah paru-paru, makan yang pedas jadi tidak sedih lagi. Ketika marah-marah, jantung sedang butuh yang pahit. Orang yang marah diberi rasa pahit bakalan enggak marah lagi.

Kadangkala boleh juga kita mengikuti selera lidah. Tetapi harus diantisipasi dengan lawannya. Karena rasa asin masuk ke ginjal akan menghidupi liver. Ketika livernya lemah ingin sekali makan yang asam, digabung dengan yang asin. Saat jantung lemah perlu makan yang asam-asam. Memang rasa pahit lebih pas untuk jantung, tetapi kalau terlalu pahit jantung malah bisa sesek. Makanan pahit pun akan cepat membuat lapar. Kuncinya makan mengikuti hati, jika tubuh terasa tidak enak, stop!

inbok 1
Makan tidak asal makan, dan asal kenyang

1. Kunyahlah sampai lembut
Dengan mengunyah makan hingga lembut akan mengurangi kerja keras lambung dan usus dalam proses pencernaan. Tugas usus bisa terfokus untuk menyalurkan energi untuk penyembuhan dan proses perbaikan organ. Dengan mengunyah makanan sampai lembut memberi kesempatan enzim pencernaan yang ada dalam ludah bekerja sempurna yang merupakan langkah awal dari proses pencernaan. Itu sebabnya sebaiknya tidak makan sambil ngobrol.

2. Jangan banyak minum saat makan
Banyak minum dan cairan lain akan mencairkan asam lambung dan enzim pencernaan. Sehingga enzim dan asam lambung ini tidak bekerja efektif “mencerna” makanan. Sebaiknya minum dua jam sebelum atau sesudah makan. Kurangi garam dan rasa pedas untuk membantu tidak minum sewaktu makan.

3. Makan tidak sambil melakukan kegiatan fisik
Kira-kira satu setengah bagian dari suplai darah seluruh tubuh diperlukan organ pencernaan ketika mencerna makanan. Kegiatan fisik saat makan akan memindahkan suplai darah dari organ pencernaan, sehingga membuat proses pencernaan menjadi tidak efektif. Istirahat satu jam sebelumnya sebelum makan akan memperlancar suplai darah ke organ pencernaan dan membuat proses pencernaan berjalan efektif.

4. Makan dengan hati yang senang
Neuropsikologis menemukan bahwa orang yang menghargai saat makan dan makanan yang dimakannya akan lebih efektif dan efisien dalam mencerna makanan. Dibandingkan dengan orang yang makan sambil menonton televisi datu ngobrol.

Cara makan tadi akan mengurangi keluhan gangguan pencernaan seperti perut tidak nyaman, kembung, sendawa, konstipasi (sulit buang air besar) dan diare.

inbok 2
Tak harus vegetarian

“Menjadi vegetarian seseorang pasti sehat, belum tentu,” tandas William.
Jenis makanan yang kita konsumsi seimbang saja, antara sayur dan daging. Yang terpenting adalah kualitas makanannya. Sayur bebas pestisida, daging yang baik bebas penyakit. Porsinya saja yang dikurangi jika berat badan kita sudah berlebih. Ngemil boleh-boleh saja asalkan dibatasi. Makanan yang sehat menurut tradisi orang China, adalah makan yang seimbang, rasanya tawar. Minumnya teh kental (pahit) untuk membersihkan pembuluh darah.

Untuk mengetahui ciri-ciri jenis makanan yang kita makan sudah selaras atau belum bisa dilihat saat buang air besar. Jika tinja terasa keras tandanya usus butuh serat/sayuran. Jika normal saja berarti tak perlu serat. Tetapi kalau tinja terlalu encer, tandanya tubuh kelebihan serat.
Intinya, jika tinja bentuknya bagus berbentuk silinder sempurna tandanya kebutuhan serat dan protein sudah seimbang. Jika tinja pecah encer pertanda seratnya terlalu banyak. Keras sekali atau sembelit saat buang air besar pertanda seratnya kurang.



Powered by ScribeFire.

Wednesday, August 15, 2007

Sore apa malam?


Ini sebenernya malam jam 8 malam waktu setempat...
Posted by Picasa

Thursday, August 2, 2007

Si Anggie

Anggie Setia Ariningsih: Menyogok Preman Demi Mengajar Anak Jalanan
Oleh: A. Bimo Wijoseno


Penulis: A. Bimo Wijoseno

Gadis itu masih remaja. Namun, pemikirannya terhadap pendidikan anak-anak berkekurangan sudah begitu matang. Ia menyadari, pendidikan salah satu modal utama bagi seseorang demi menggapai masa depan yang berhasil. Karenanya, ia rela menyogok preman dengan uang agar diberi kesempatan mengajar anak-anak jalanan. Anggie Setia Ariningsih, nama gadis itu.
=====
Dari ruang serbaguna Kelurahan Menteng Atas, Jakarta Selatan, terdengar suara riuh rendah. Pagi itu puluhan bocah berumur 3 - 5 tahun berkumpul di tempat itu.
"Mbak Anggi, mbak Anggi," seru seorang dari mereka sembari mengacungkan tangan. Yang dipanggil menoleh, lalu melempar senyum. Anggi, begitu ia biasa dipanggil, pagi itu memang menjadi "bintang".
Melihat dandanannya, Anggi tak beda dengan kebanyakan anak muda kota besar lainnya. Usianya pun baru 20 tahun. Namun, di usia semuda itu, ia sudah melakukan banyak hal berbeda dibandingkan dengan rekan-rekan sebayanya. Saat kawula muda lain lebih suka jalan-jalan ke mal, ia malah memilih mengajar anak-anak berkekurangan.
"Tidak mudah mengumpulkan anak-anak itu untuk diajak belajar bersama. Padahal tidak dipungut biaya," katanya. Maklum, orangtua mereka kebanyakan tinggal di daerah kumuh. Kebanyakan bekerja sebagai pemulung dan pemungut sampah.

Bayar preman
Saat pertama Anggi mengunjungi anak-anak asuhnya awal Januari lalu, mereka tampak tak bersahabat. Salah satu warga bahkan bertanya, "Mau apa ya? Dari partai apa ya?"
Anggi harus bersusah payah menjelaskan keinginannya berbagi. Belakangan, setelah sikap mereka lebih bersahabat, Anggi jadi tahu penyebab ketakutan mereka. "Maaf, kita mesti waspada sama orang luar. Kami takut, anak-anak kami diculik dan dijual," imbuh salah satu dari mereka.
Suatu malam, dibantu Atun, salah seorang remaja putri di kampung itu, Anggi mendatangi tiga rumah penduduk. Sebelumnya, Anggi sudah meminta izin kepada lurah setempat, Samsul Bahri. Bukan hanya mengizinkan, Samsul bahkan menyediakan tempat untuk belajar. "Padahal tadinya saya cuma mau meminjam lapangan parkir kelurahan," kisah Anggi. Akhirnya, terkumpullah 45 anak yang mau belajar bersama Anggi.
Kegiatan di Menteng Atas bukan yang pertama dan satu-satunya buat Anggi. Sebelumnya, ia pernah membuat kelompok belajar anak jalanan di kolong jembatan Grogol, yang kini terhenti karena Anggi kesulitan mengatur waktu mengajarnya. Ada pengalaman menarik sebelum ia memulai aktivitas di kolong jembatan. Waktu itu (tahun 2000), bus kota yang ditumpangi Anggi melewati kolong jembatan Grogol.
"Aku dalam perjalanan menuju lokasi lomba debat, mewakili sekolahku, SMK Negeri 8, Pejaten Pasar Minggu," tuturnya. Tiba-tiba, dari jendela bus, ia melihat beberapa anak jalanan seusia anak SD berkeliaran di sana. "Kapan ya mereka sekolah, atau malah tak sempat sekolah?" cetusnya dalam hati. Anggi lalu turun dari bus dan menghampiri mereka.
"Kalian mau sekolah enggak?" tanyanya.
"Ah, bohong!" jawab mereka ketus.
Meski tak disambut ramah, Anggi tak putus asa. "Kita ketemu di sini lagi besok pagi ya?" ajaknya.
Anak-anak itu diam sebentar. "Enggak, ah. Takut ketahuan sama Abang (preman - Red.)."
"Bikin aja enggak ketahuan," timpal Anggi.
Esok harinya, Anggi membawa sekantong permen dan sebotol sampo. Ia tidak langsung mengajak mereka belajar. Namun, anak-anak jalanan itu dimintanya keramas.
"Minggu depan kita ketemu lagi ya?" pinta Anggi.
Tak ada jawaban pasti dari mulut mereka. Namun, minggu berikutnya, Anggi menepati janji. Ketika mengetahui Anggi datang, barulah mereka tersenyum. "Kok senyum?" tanya Anggi keheranan. "Lu ternyata enggak bohong," jawab mereka polos.
Menjadi anak muda berbakti seperti Anggi memang banyak menhadapi cobaan. Ketika mengajar para anak jalanan itu, misalnya, ia pernah dihampiri preman. "Buat apa lu di sini?" tanya mereka. Dengan berani Anggi menjawab, cuma ingin mengajar anak-anak jalanan itu membaca. "Sejujurnya, aku takut juga menghadapi preman-preman itu," ujarnya buka rahasia.
Untungnya, penjelasan Anggi bisa mereka terima. Namun, salah seorang preman bilang, anak-anak jalanan itu harus menghasilkan duit. "Dalam satu-dua jam mereka bisa menghasilkan duit seribu sampai dua ribu. Jadi, buat apa belajar membaca," kata si preman. "Oke, kalau begitu aku bayar. Ini uang untuk beli rokok, dan yang ini buat mabuk," tegas Anggi. Sim salabim, urusan beres. Anggi pun dapat mengajar kembali.
Sejak itu, ia jarang diganggu preman lagi.

Modal cas-cis-cus
Imbalan materi jelas bukan tujuan Anggi memenuhi panggilan hatinya untuk berbagi ilmu. Siapa yang mau menggaji guru anak-anak pemulung atau anak-anak jalanan? Anak pertama dari dua bersaudara, buah pasangan Aris Sukoso (42) dan Eni Purwati (43) ini justru harus merelakan sebagian gajinya sebagai office manager di sebuah perusahaan minyak asing untuk membiayai semua aktivitasnya. Setidaknya, ia merogoh Rp 100.000,- per sekali pertemuan untuk membeli alat tulis, permen, dan hadiah-hadiah lain.
"Karier" mengajar Anggi mulai menanjak sejak menang lomba debat bahasa Inggris tingkat nasional tahun 2000. Saat itu ia ditawari Depdiknas untuk menularkan kemampuannya berbahasa Inggris kepada siswa-siswa lain. "Pak Dirjen (Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah - Red.) bertanya pada saya bagaimana caranya fasih berbahasa Inggris, karena kalau mengandalkan pelajaran di sekolah, jelas tidak mungkin," terawang Anggi. "Saya jawab, ya belajar sendiri."
Menurut Anggi, pengajaran Bahasa Inggris di Indonesia kurang lengkap. Siswa lebih banyak diajari menulis ketimbang berbicara. Padahal, bahasa Inggris digunakan tidak hanya untuk menulis, tapi juga berbicara. Itu sebabnya, sejak SMP Anggi gemar mengumpulkan bahan-bahan yang berkenaan dengan bahasa Inggris. Bahan itu ia kumpulkan dari majalah, buku, koran, TV kemudian dikumpulkan jadi satu modul.
Anggi juga terbiasa bergaul dengan orang asing, karena ibunya sekretaris di sebuah perusahaan asing. "Modul pengajaran" bahasa Inggris ala Anggi akhirnya sampai ke tangan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Depdiknas. Gayung bersambut. "Beliau menawari saya untuk berbagi ilmu dengan siswa-siswa lain," jelasnya. Awalnya, Anggi ditugasi mengajar bahasa Inggris di 30 Sekolah Menengah Kejuruan di Jakarta. Senin sampai Jumat, ia berkeliling ke sekolah-sekolah itu. Ia hanya sempat masuk sekolah di SMKN 8, Jakarta pada Sabtu saja.
Profesi mulia itu dia jalani selama dua tahun. Ia makin sibuk, setelah program tidak hanya dijadwalkan di Jakarta, tapi juga ke seluruh pelosok Jawa. "Saya menjadi semacam motivator untuk teman-teman yang lain," sambungnya. Untuk kerja kerasnya itu, Anggi yang masih tercatat sebagai murid sekolah menengah mendapat insentif Rp 100.000,- per bulan. Hebatnya, setamat SMK, gadis ramah yang sejak kecil sudah bercita-cita menjadi office manager perusahaan minyak itu langsung ditawari Depdiknas menjadi pegawai negeri.
Namun, Anggi punya pertimbangan lain, saat menolak tawaran Depdiknas. "Lebih baik aku mengajar orang yang tidak beruntung, karena tidak ada dana buat bersekolah, tapi ada kemauan untuk belajar," terangnya. Anggi melihat banyak sekali siswa-siswi di sekolah mempunyai orangtua yang mampu membiayai sekolah mereka sampai jenjang tertinggi, tapi si anak sendiri kemauan belajarnya sepertinya kalah dengan anak-anak jalanan.
Pada saat bersamaan, ibunya menawarkan pekerjaan sebagai sekretaris di perusahaan asing yang bergerak di bidang perminyakan. Meskipun belum mengantungi ijazah, Anggi langsung mengiyakan. "Modal saya sertifikat penghargaan, list of achievement dan lancar berbahasa Inggris," tuturnya sembari mesem. Hebatnya, Anggi langsung diterima.

Ditentang orangtua
Sejak bekerja, Anggi hanya mengajar pada Sabtu dan Minggu. Jadwalnya memang sangat padat. Tak heran kalau ia pernah terserang penyakit parah. Ia mengalami penyumbatan pembuluh darah di otak, yang membuat Bu Guru muda ini lumpuh. "Kalau kumat, aku jedotin aja kepala ke tembok. Serangannya bisa sampai 30 menit. Terutama ketika marahku memuncak, tapi tidak tersalurkan," ungkapnya terbata-bata.
Anggi sempat lumpuh selama tiga bulan. Dua minggu sekali ia harus disuntik oksigen di RSUPN Cipto Mangunkusumo. Ia juga menjalani puasa mutih. Setelah setahun, kesehatan Anggi akhirnya berangsur pulih. Anggi mengakui, sebenarnya kadar leukosit dalam darahnya juga tidak seimbang. Ia terserang leukimia. "Namun, aku tidak mau mengganggap penyakitku leukimia," ujarnya mantap. Sebab Anggi yakin, ia tidak seperti itu dan bisa sehat seperti manusia normal.
Selain mengajar, semangat belajar Anggi pun tak pernah surut. "Saya kerja buat biaya kuliah," jelasnya. Sebenarnya, tahun 2003 ia sudah kuliah di Universitas Nasional. Namun, jadwalnya sering tidak klop dengan ritme kerja di kantor. "Aku terlambat terus, sampai akhirnya memutuskan keluar saja," ungkap Anggi. Jurusan Sastra Inggris ia ambil dengan pertimbangan agar mudah dicerna. Ia takut otaknya tidak mampu.
Kekhawatiran juga datang jika kelak ia tak dapat lagi berdiri di depan "kelas". Itu sebabnya, Anggi mulai menularkan semangatnya kepada sejumlah teman. "Saya mengajak mereka menemani mengajar atau menjadi donatur," bilangnya lirih. Ia berharap, kelak akan muncul anggi-anggi baru yang lebih hebat. Ia juga ingin ada sekolah gratis dan berkualitas bagi semua orang di Indonesia.
Di usia yang relatif sangat muda itu, Anggi sudah tampak luar biasa bijaksana. Bersusah payah mengajar anak jalanan dan orang miskin, tanpa digaji, bahkan merogoh kocek sendiri, tak banyak orang mau melakoni. "Jika kita mengerjakan sesuatu hanya karena imbalan uang, tidak akan pernah sempat menabung. Menabung di sini, tidak ada urusannya dengan uang, tapi rasa. Tepatnya, kepuasan batin. Itu juga sekaligus menjadi obat buat penyakitku," imbuhnya.
Sayangnya, kegiatan sukarela ini masih ditentang oleh orangtuanya. Alasannya sangat masuk akal, berkaitan dengan kesehatan Anggi. "Kedua orangtuaku begitu protektif, terutama ibu. Makanya, aku sering berbohong. Aku bilang pergi ke kantor, padahal mengajar. Soalnya, apa yang aku kerjakan ini tidak memberi nilai lebih buat keluarga dan diriku sendiri. Malah mengeluarkan dana," ucap Anggi serius.
Hal itu kadang terasa mengganjal di hati Anggi. "Namun, suatu saat nanti, aku akan bilang apa yang aku lakukan ini merupakan pilihan bebasku," janjinya kepada diri sendiri.

Powered by ScribeFire.

thermal scan

Thermal scan untuk tulang belakang
Oleh: A. Bimo Wijoseno


Dulu Nervoscoupe, Kini Thermal Scan

Oleh sebagian orang, chiropractic masih sering diidentikkan dengan penyembuhan "tangan kosong". Padahal, seiring perkembangan teknologi kedokteran, alat-alat untuk memaksimalkan kerja chiropractor - begitu ahli chriropractic biasa disebut - pun makin banyak diciptakan. Salah satunya, thermal scan. Jadi, jangan lagi menganggap chiropractic sekadar terapi yang mengandalkan "keahlian" tangan belaka.

Thermal scan - nama lengkapnya jauh lebih keren, Insight Millenium Subluxation Station - bisa disebut sebagai salah satu perangkat paling mutakhir yang dibikin untuk membantu proses terapi tulang belakang. Khususnya untuk memeriksa fungsi dari sendi dan saraf yang bermasalah. Pada thermal scan, para ahli chiropractic menemukan sistem yang dapat menganalisis lebih canggih dan akurat, dengan mendeteksi perbedaan suhu saraf tulang belakang.
Bukan berarti sebelumnya tak ada alat yang diciptakan untuk "memata-matai sendi" dan saraf tulang belakang itu. Sebelum munculnya thermal scan, chiropractor melakukan analisis letak subluksasi (kemungkinan adanya saraf yang terjepit) dengan menggunakan perangkat yang biasa disebut nervoscope. Nervoscope ini sudah ada sejak 55 tahun yang lalu. Fungsi perangkat ini setali tiga uang dengan thermal scan, yakni untuk mengukur suhu saraf tulang belakang.
Namun secara fisik, nervoscope lebih mirip speedometer sepeda motor, dengan jarum penunjuk dan angka-angka pengukur. Dia mempunyai dua buah batang yang berdampingan untuk mengukur suhu. Dua batang nervoscope ini fungsinya kayak termometer, satu bertugas mengukur suhu saraf kiri dan satunya lagi untuk bagian kanan. Jika terdeteksi adanya kelainan, suhu kiri dan kanan akan berbeda. Sebaliknya, kalau suhunya sama, berarti tidak ada masalah.
"Kulit merupakan organ tubuh terbesar dan dilengkapi dengan pembuluh darah, yang berfungsi sebagai termostat. Jika sistem saraf terganggu, otomatis juga akan menyebabkan termostatnya terganggu, sehingga terjadi penyampaian informasi suhu yang tidak sama antara kanan dan kiri tubuh," chiropractor dr. Tinah buka suara, menjelaskan mengapa perbedaan suhu itu bisa terjadi.

Lebih mudah dan cepat
Setiap pasien yang baru pertama kali berobat ke klinik chiropractic mestinya akan langsung "bertatap muka" dengan nervoscope atau thermal scan. Maklum, pemeriksaan subluksasi termasuk bagian dari pemeriksaan awal buat mereka yang dicurigai mempunyai tulang belakang bermasalah. Dengan nervoscope, chiropractor akan memeriksa perbedaan suhu antara kanan dan kiri saraf tulang belakang. "Saat pemeriksaan kulit, pasien harus kering, tidak basah, apalagi berkeringat. Agar nervoscope dapat bekerja secara akurat," jelas Dr. Tinah.
Belakangan, dengan munculnya thermal scan yang berteknologi lebih anyar, nervoscope sudah mulai ditinggalkan para terapis. Keunggulan thermal scan yang paling nyata, hasil pemeriksaannya dapat dilihat langsung di layar komputer. Sehingga terapis dan pasien bisa sama-sama tahu dan berdiskusi perihal masalah yang sedang dihadapi.
Berkat thermal scan pula, chiropractor dimudahkan dalam memastikan dan menganalisis masalah saraf pasien. Jika dengan nervoscope harus mengukur satu demi satu titik-titik saraf tulang belakang, dengan thermal scan cukup menggelindingkan alatnya di sepanjang tulang belakang. Di layar komputer, hasil scanning yang dilakukan akan tampak jelas dan detail, menunjukkan bagian-bagian mana saja dari tulang belakang pasien yang mengalami gangguan.
Selanjutnya, daerah yang mengalami gangguan ini diperbaiki dengan pijatan atau tekanan dengan jari. "Alat ini tidak hanya mendeteksi sakit di sekitar tubuh, namun juga bisa membantu mendeteksi asma, alergi, juga autisme," imbuh dr. Tinah. Hal itu bisa diketahui dari saraf mana yang langsung menuju organ dalam tubuh. Kalau asma misalnya, tentu titik saraf yang menuju organ pernapasan menunjukkan ada tanda-tanda tidak beres. Semuanya bisa dianalisis dari grafik yang muncul di layar monitor.
Apakah pemeriksaan thermal scan menimbulkan rasa sakit? Dari pengalaman pasien selama ini, tidak sama sekali. Karena alat ini tidak memakai jarum, panas ataupun radiasi, sehingga aman digunakan untuk siapa saja. Lagipula, fungsi thermal scan hanya untuk mendeteksi informasi suhu dari susunan saraf tulang belakang. Tidak lebih, tak kurang.
Keunggulan lain, alat ini mampu mendeteksi fungsi susunan saraf tulang belakang yang tidak dapat terlihat dengan x-ray atau rontgen sekalipun. Ia juga aman digunakan oleh seluruh usia, tak peduli anak-anak atau orang dewasa, bahkan oleh wanita hamil.
Pendek kata, alat buatan Amerika Serikat ini sangat memudahkan kerja chiropractor dalam mencari subluksasi. Terapis cukup menggelindingkan alat pemindai di tulang belakang pasien, dengan waktu pemeriksaan tergolong singkat, cuma butuh sekitar 5 sampai 10 menit. Meski begitu, hasilnya dijamin tetap akurat, dibandingkan alat lain yang sejenis. Thermal scan pun praktis, karena nyaris tak perlu pencatatan. Semua sudah ada di monitor, tinggal dipelototin.
Jika hasil "melotot" menunjukkan ada warna merah di titik tertentu, berarti ada yang tidak beres pada titik tersebut. Kalau warnanya hijau, ya aman-aman saja. Tingkat keparahan dari ketidakberesan tadi juga bisa dilihat detail, karena ada prosentasenya.

Bisa Juga Mengamati Otot
Beberapa tahun terakhir, perkembangan chiropractic dan alat diagnosisnya terbilang pesat. Pasti tak seorang pun menyangka, jika pada awalnya, para terapis lebih banyak menggunakan tangan kosong sebagai alat pendeteksi gangguan tulang belakang. Setidaknya itu yang terjadi di era B.J Palmer, bapak chiropractor, ketika ia mendeteksi gangguan dengan punggung tangan, untuk mengetahui peningkatan suhu di tulang belakang atau mencari di mana tulang belakang yang mengalami subluksasi.
Agar hasil analisis lebih obyektif, alat-alat diagnostik berteknologi tinggi pun kemudian dikembangkan. Meskipun secara basic, masih banyak chiropractor yang tetap memakai cara pemeriksaan panjang kaki dan palpasi tulang belakang untuk menentukan masalah di tulang belakang.
Metode dan hasil diagnosis yang lebih pasti menjadi sasaran para ahli chiropractic. Palmer sendiri - orang yang dianggap paling berperan mengembangkan chiropractic (sejak 1950-an) di antaranya dengan mendirikan The Palmer School of Chiropractic di Florida, Amerika Serikat - ikut mendorong terciptanya alat-alat pendeteksi itu. terciptalah kemudian cikal bakal nervoscope.
Sejak itu, perusahaan-perusahaan yang memproduksi dan memasarkan alat diagnosis chiropractic bermunculan. Mereka juga mengembangkan adjusting instrument dan yang terbaru ditemukan adalah suatu alat yang dapat menganalisa sebelum dan sesudah pengoreksian tulang belakang. Alat ini didasarkan pada adanya perbedaan suhu pada saraf tulang belakang, kemudian menandai level dari saraf-saraf yang mengalami malafungsi.
Kemajuan sektor teknologi informasi (termasuk komputer) dan kebutuhan akan alat diagnosis yang sahih, membuat makin lama alat yang diciptakan kian praktis dan akurat. Kebutuhan yang pada akhirnya bermuara pada munculnya thermal scan, yang kini sudah digunakan di seluruh dunia dan terus dikembangkan sesuai kebutuhan.
Dalam praktiknya, thermal scan tidak hanya digunakan oleh chiropractor, banyak praktisi medik lain yang menggunakannya sebagai alat untuk sebelum dan sesudah treatment. Apalagi penggunaan thermal scan dapat juga digabungkan dengan pengukuran surface EMG, inclinometer, sehingga selain mengetahui suhu saraf tulang belakang, juga dapat mendeteksi aktivitas otot-otot sekitar tulang belakang.
Kita tunggu saja, ke depan, apa lagi yang bisa dilakukan thermal scan di punggung (dan sekitarnya) kita.


Boks:
Antara Ukuran Kompak dan Komputerisasi

Nervoscope
- Mengukur perbedaan temperatur saraf tulang belakang secara analog
- Tidak dapat dihubungkan dengan komputer, sehingga hasil pegukuran tidak dapat dicetak di atas kertas
- Alatnya lebih kecil dan kompak.

Thermal Scan
- Mengukur perbedaan temperatur saraf tulang belakang dengan memanfaatkan sistem komputerisasi dan digital
- Hasil pengkuran dapat dicetak, sehingga bisa disimpan.
- Harus dihubungkan dengan komputer.



Powered by ScribeFire.