Wednesday, March 7, 2007

Kulit jeruk keriput


Biar Kulit Jeruk Saja Yang Keriput
Oleh: A. Bimo Wijoseno



Wajah terlihat muda dan mulus jadi dambaan orang. Tampak sedikit keriput, biasanya langsung ribut. Sayangnya, usaha maksimal - khususnya wanita - dalam memelihara dan memperbaiki tampilan kadang dilakukan tanpa mempertimbangkan aspek kesehatan dan keamanan. Apa gunanya muda dan cantik, kalau badan justru sakit?
-----
Wajah cantik itu seperti apa sih? "Ya, seperti model di majalah," ucap Sekar enteng. Rasanya, kasihan juga kalau semua orang beranggapan seperti Sekar, sehingga berlomba-lomba memermak wajahnya bak model yang kerap tampil di majalah atau televisi. Padahal setiap orang 'kan punya karakter wajah dan kulit yang berbeda.
Lagi pula, kalau setiap orang berniat memermak wajahnya seperti model, malah jadi enggak lucu. Banyak orang bakal serupa wajahnya. Betapa membosankannya dunia. Kita tahu, wajah model yang sering muncul di sampul majalah atau televisi itu sudah mengalami banyak rekayasa, sehingga tampak lebih cantik dari aslinya. Entah karena rekayasa kosmetik, tata lampu, atau desain grafis.

Kulit cantik, kulit sehat
Tak kurang dr. Sandra Widaty, Sp.KK, seorang dokter spesialis kulit di klinik Senopati Skin Center, Jakarta Selatan, ikut melontarkan pertanyaan yang nyaris serupa, apa sebenarnya yang membuat orang terlihat cantik?
Apakah lantaran kosmetik atau dasar wajahnya memang cantik? Sandra geleng-geleng kepala sebelum menjelaskan, "Orang terlihat cantik kalau dia sehat. Buktinya, kalau kita melihat orang sakit, wajahnya tampak pucat, kuyu, kering, tidak bersinar meskipun orang itu cantik." Ya 'kan?
Soalnya, Sandra berkata, kulit yang sehat itu cermin kondisi tubuh yang sehat. Ia punya fungsi penting selain sebagai indera perasa dan pelindung tubuh dari kondisi alam sekitar. Juga membantu mengatur suhu tubuh, melindungi tubuh dari virus dan bakteri, serta menjalankan fungsi sekresi dan pengeluaran cairan, saat kita berkeringat.
Dalam melakukan fungsi sekresi, kulit mengeluarkan minyak, namanya sebum, untuk menjaga kelembapan dan kehalusan kulit. Jadi, keringat yang kita keluarkan itu juga ada gunanya, untuk menjaga suhu tubuh tetap dalam batas normal.
Pasalnya, kulit kita bukan seperti selembar kertas, tetapi terdiri dari beberapa lapisan dan bagian. Tiap 1 cm2 kulit dialiri 1 m pembuluh darah, dihuni 100 kelenjar keringat, 3.000 sel sensor di ujung serabut saraf, 4 m saraf, 25 instrumen perasa, 200 ujung saraf perasa sakit, dua instrumen perasa dingin, 12 perasa panas, 10 rambut, dan 15 kelenjar minyak.

UV biang keriput
Supaya kulit kelihatan tetap cantik dan awet muda perlu upaya. Sebab, ada faktor dari dalam dan dari luar tubuh yang menyebabkan kulit mengalami penuaan dini, alias menua sebelum waktunya.
Secara alamiah, kulit dan tubuh memang akan menua dan keriput, sejalan dengan bergulirnya usia dan waktu. "Sel dalam tubuh memiliki batas tertentu untuk bertambah dan berkembang, istilahnya biological clock," terang dr. Sandra. Selain itu, ada juga faktor bawaan atau biologis sebagai penyebab penuaan dini.
Kata orang, stres bikin cepat tua. Ini ada benarnya. Sandra bilang, kondisi stres akan menarik otot-otot ekspresi wajah. Lama-kelamaan tarikan otot-otot itu bisa membentuk kerutan di wajah. Makanya, stres jangan dibiarkan hinggap terlalu lama.
Faktor dari luar yang diyakini lebih cepat menyebabkan penuaan dini, yakni sinar ultraviolet dari Matahari, antara pukul 10.00 - 15.00. Buat pekerja yang gawe di luar ruangan sepanjang hari, perlu disadari bahwa aktivitasnya berpotensi memicu penuaan dini. Polusi udara menjadi penyumbang nomor dua. Bisa polusi asap pabrik sampai asap rokok.
Dari dalam tubuh, di samping usia, pencetus penuaan dini juga dapat datang dari malanutrisi. Tidak hanya karena kekurangan gizi, tetapi juga kelebihan gizi. Makanya, kita perlu menjalankan pola makan yang sehat dan pas. Tidak kelebihan vitamin, protein, lemak, dan sebagainya. Sebab, ketika tubuh mencerna makanan, selain menghasilkan energi, juga menghasilkan radikal bebas. Radikal bebas ini salah satu hasil dari metabolisme tubuh yang ada di dalam sel. Ia berupa molekul yang dikelilingi elektron, tapi tak punya pasangan.
Karena kelebihan elektron, radikal bebas akan mencaplok elektron lain yang berpasangan. Nah, pemecahan dan pencaplokan inilah yang merusak sel-sel lain, sehingga berujung pada penuaan dini.
Radikal bebas terbentuk tidak hanya dari dalam tubuh. Ia juga bisa terbentuk karena polusi udara atau sinar ultraviolet yang menstimulasi tubuh menghasilkan radikal bebas. Radikal bebas atau juga disebut oksidan ini bisa dicegah dengan antioksidan yang bisa didapat dari vitamin A, C, E, melatonin, dan betakaroten.

Bule lebih cepat tua?
Penuaan dini mudah terlihat dari luar, seperti kerutan kulit di wajah, leher, lengan, lengan bawah, punggung telapak tangan, dan telinga. Kalau yang tersembunyi, misalnya pada lengan atas, atau paha kulit terlihat kering dan mengkilat, juga kendur. Kadang kala sedikit bersisik. Kemudian terjadi pigmentasi atau warna kulit yang tidak merata.
Ada anggapan, wanita lebih cepat tua dan keriput dibandingkan dengan pria. Anggapan ini ditepis Sandra. Katanya, "Soal penuaaan dini, wanita atau pria sama saja." Namun, penuaan dini pada ras tertentu tak dibantah. Seperti pada ras kaukasia atau orang bule. "Mereka lebih cepat terlihat tua dibandingkan dengan orang Asia."
Iklim Asia yang lembap memungkinkan cairan dalam tubuh tidak lekas menguap, sehingga kulit tidak cepat mengering. Ujung-ujungnya, ya awet muda.
"Tetapi memang wanita bisa cepat terlihat tua, karena kadar hormon estrogen di dalam tubuhnya," jelas Sandra. Pada wanita, ada masa menopause yang ditandai dengan berhentinya menstruasi, yang menyebabkan ketidakseimbangan hormonal. Akibatnya, kulit menjadi kering. Setelah itu, muncul tanda-tanda penuaan dini, yakni kulit menjadi kering, kusam, dan kendur.
Kulit menjadi kendur karena zat atau lapisan penyangga kulit yang berupa serabut collagen dan ellastin sudah tidak ada. Pada usia tua, jumlah lapisan penyangga kulit ini menurun dan menurun lebih cepat lagi jika kerap terpapar sinar Matahari. Bahan pembentuk collagen salah satunya adalah vitamin C. Tidak salah kalu banyak orang lantas mengonsumsi vitamin C demi kulit kencang.

Rajin bersihkan make-up
Kalau mau tetap awet muda, punya kulit cantik dan sehat, kulit butuh perawatan, dibersihkan dari kotoran, dan dijaga kelembapannya. Bagi yang memakai make-up, butuh kesadaran tinggi untuk membersihkannya, tidak lebih dari 24 jam. Kulit butuh bernapas, sehingga make-up yang menutupi pori-pori kulit perlu dibersihkan.
Untuk membersihkan wajah jangan menggunakan sabun mandi, tetapi sabun khusus untuk wajah. Sabun mandi bersifat alkalis (basa), sehingga membuat lapisan paling atas dari kulit ari terkelupas. Padahal, kulit ari berfungsi sebagai pelindung tubuh. Akibatnya, jika cairan sabun ini masuk ke kulit, bisa terjadi iritasi seperti kulit memerah, gatal, kering, dan bersisik. Sabun yang baik untuk wajah itu pH-nya balance-nya netral, atau sama dengan pH (tingkat keasaman) kulit.
Selain kebersihan kulit, konsumis air yang cukup dibutuhkan pula untuk mencegah penuaan dini. Para pekerja kantoran yang kerap berlama-lama di ruang ber-AC perlu waspada. Sebab, tubuh bisa mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. Akibatnya, kulit juga menjadi cepat kering. Untuk itu, minum air yang cukup sangat dianjurkan.
"Takaran berapa jumlah air yang dianjurkan untuk diminum setiap hari tidak pasti buat setiap orang. Minimal dua liter sehari. Atau mengandalkan 'perhitungan' alamiah saja, yakni rasa haus. Karena haus adalah sinyal dari tubuh kalau kita butuh banyak air," terang Sandra. Mungkin sesekali perlu juga menyemprotkan air ke wajah, agar kulit tetap lembap.
Dari dalam tubuh, Anda juga bisa melakukan pencegahan penuaan dini dengan membiasakan diri mengonsumsi makanan secara seimbang. Jangan lupa, menyantap makanan yang menghasilkan antioksidan. Cara ini terasa lebih murah dan ampuh ketimbang membeli produk atau obat-obatan yang mengandung antioksidan. Kecuali jika memang mendesak dibutuhkan.
Makanan penghasil antioksidan di antaranya sayuran, kacang-kacangan, jagung, kedelai, dan buah. Buat mereka yang lebih sering terkena radikal bebas, bila perlu, mengonsumsi suplemen obat atau antioksidan.
Saran lain, jangan makan daging terlalu banyak, karena akan membentuk oksidan yang banyak juga. Untuk kesehatan kulit lebih baik perbanyak konsumsi sayuran dan buah.
Satu lagi hal yang mungkin selama ini dianggap remeh - utamanya oleh lakki-laki - yakni memakai cairan pelembap kulit meskipun kulit masih terlihat sehat dan segar. Fungsi pelembap ini menghambat penguapan cairan dalam kulit. Contohnya, pelembap vaselline/i> (bukan merek dagang) yang mengandung air untuk mengisi sel-sel kulit, membuat kulit tampak gembung dan lembap.
Perlu diingat, pelembap sebaiknya digunakan sesudah mandi. Pasalnya, kalau digunakan sebelum mandi, kulit masih tertutup kotoran. Sesudah mandi, kulit menjadi lembap karena air, kemudian baru dilapisi dengan pelembap. Hasilnya, cairan di dalam kulit tidak keluar, sehingga pelembap bisa mengisi sel-sel dengan air, serta gizi berupa minyak dan vitamin yang dikandung dalam pelembap itu. Secara kasat mata, kulit pun terlihat gembung, lembap, segar, dan bersinar cerah.
Pelembap yang baik tidak menutup pori-pori. Saat berkeringat, kulit tetap terbuka. Ia hanya berfungsi melapisi. Pemakaian tabir surya atau sunscreen juga perlu dilakukan, terutama pada saat sinar mentari sedang sangat menyengat.
Kini, ucapkan bye, bye pada penuaan dini. Biar kulit jeruk saja yang keriput.


Sutet


Aman Tak Aman Tinggal di Kolong SUTET
Oleh: A. Bimo Wijoseno


Tinggal di bawah jaringan listrik saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) memang aman tak aman. Apalagi kalau kabelnya yang mengalirkan setrum 150 kV atau 500 kV itu putus dan mengenai orang. Pengaruhnya terhadap kesehatan memang ada, tapi ada cara untuk menekan risikonya.
=====
Beberapa waktu lalu mencuat lagi pro-kontra soal ada tidaknya pengaruh SUTET terhadap kesehatan. Satu pihak bilang aman, tapi pihak lain - terutama warga yang tinggal di bawah atau di sekitarnya - merasa yakin tidak aman karena "terbukti" sebagian dari mereka mengalami gangguan kesehatan.
Terus, mana yang benar?
Hasil penelitian yang pernah dilakukan Dr. dr. Anies, M.Kes., PKK, dari Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Semarang, barangkali boleh ditengok sebagai rujukan. Ia berkesimpulan, medan elektromagnetik yang ditimbulkan oleh SUTET 500 kV berpengaruh terhadap kesehatan penduduk yang tinggal di bawahnya. Gangguan itu berupa electrical sensitivity. "Itu (istilah untuk menyebut) gangguan kesehatan akibat pengaruh radiasi medan elektromagnetik," jelas dr. Anies.
Wujud gangguannya bisa berupa sakit kepala, pening, dan keletihan menahun. Juga dapat berupa gangguan tidur atau insomnia, jantung berdebar, mual tanpa sebab, muka serasa terbakar, sakit dan kejang otot, telinga berdenging, kebingungan, depresi, serta gangguan konsentrasi.
Kesimpulan itu didapat setelah dr. Anies melakukan penelitian di sejumlah kawasan, mulai dari Kabupaten Pekalongan, Pemalang, dan Tegal, semuanya di Jawa Tengah pada 2004. Objek penelitiannya adalah warga yang tinggal di kiri dan kanan SUTET hingga radius 25 m.
Berdasarkan hasil penelitian itu, diketahui pula penduduk yang bermukim di bawah SUTET punya risiko mendapat gangguan kesehatan 5,8 kali lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tinggal di luar kawasan SUTET.

Lebih rendah dari HP
Namun, di sisi lain dr. Anies juga menemukan, frekuensi gelombang elektromagnetik di bawah SUTET sebenarnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan yang dipancarkan oleh telepon genggam (HP) yang frekuensinya mencapai 1.800 MHz. Sementara frekuensi yang dihasilkan SUTET hanya berkisar 50 - 60 kHz.
Bahkan, masih ada yang lebih besar lagi dari HP, yakni piranti rumah tangga macam microwave, yang tercatat memancarkan gelombang elektromagnetik dengan frekuensi 3 - 4 GHz (gigaHertz).
Radiasi gelombang elektromagnetik memiliki spektrum sangat luas, mulai dari frekuensi ekstrem rendah hingga yang sangat tinggi. Secara teoritis radiasi elektromagnetik menimbulkan gangguan pada kesehatan jika melebihi ambang batas. Angka yang dikeluarkan oleh International Radiation Protection Association dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) tentang batasan pajanan kuat medan listrik yang diduga dapat menimbulkan efek biologis yaitu 5 kV/m.
Artinya, seseorang yang berada di lingkungan medan magnet berkekuatan lebih dari 5 kV/m bisa terancam mengidap penyakit leukimia, limfoma, infertilitas pada pria, cacat bawaan, proses degeneratif, perubahan ritme jantung, perubahan metabolisme melatonin, serta neurosis.
Untuk meyakinkan adanya bahaya itu, buka saja hasil penelitian Wertheimer dan Leeper (1979) di Amerika Serikat (AS) tentang pengaruh pajanan elektromagnetik terhadap kesehatan, khususnya dari transmisi listrik tegangan tinggi, yang dikutip dr. Anies. Hasil penelitian itu menunjukkan adanya kenaikan risiko kematian akibat leukimia pada anak yang tinggal di dekat jaringan listrik tegangan tinggi.
"(Hasil) penelitian itu lantas dikoreksi peneliti lain, yakni Savitz dkk. (1990), juga London dkk. (1991)," ujar Anies. "Tetapi tidak seharusnya diabaikan begitu saja hasil penelitian (Wertheimer dan Leeper) itu, mengingat akibat yang terjadi dari pajanan gelombang elektromagnetik memang tidak seketika, melainkan memerlukan waktu sangat lama, lebih dari 20 tahun," tambah dr. Anies.
Penelitian dengan menggunakan hewan percobaan terhadap pajanan gelombang elektromagnetik, menurut dr. Anies, sudah dilakukan sejak 1960-an. Hasilnya bervariasi, mulai dari yang tidak terpengaruh, sampai adanya perubahan tingkah laku, timbulnya keganasan, bahkan munculnya cacat bawaan pada keturunan.
Barangkali karena dampaknya baru muncul dalam jangka waktu lama itulah, "Sampai saat ini hasil penelitian tentang pengaruh radiasi medan elektromagnetik terhadap kesehatan masih tetap terasa kontroversial," ucap dr. Anies.

Risiko bisa ditekan
Jalan terbaik untuk mencegah gangguan penyakit akibat radiasi gelombang elektromagnetik tidak lain menghindari pajanan. Namun, pada kasus tertentu hal ini sulit dilakukan, apalagi jika lantaran berbagai keterbatasan, SUTET terpaksa dibangun melintas di atas perumahan penduduk demi kepentingan orang banyak. Beruntung, kekuatan medan elektromagnetik SUTET masih di bawah 5 kV/m.
"Meskipun demikian, perlu diusahakan intensitas pajanan sekecil mungkin, buatlah jarak dari benda yang menghasilkan radiasi sejauh mungkin, serta waktu pajanan yang diterima sesingkat mungkin," ujar dr. Anies.
"Kalau ternyata kekuatan gelombang elektromagnetik di bawah nilai ambang batas, bukan harga mati bahwa orang yang tinggal di bawahnya terjamin aman selamanya, alias tidak mendapat gangguan kesehatan sama sekali," tambahnya. Lebih-lebih jika nilai ambang batas yang ditetapkan berdasarkan penelitian yang selama ini telah dilakukan. Soalnya, penelitian yang dilakukan terhadap manusia umumnya lebih banyak "memotret" (observasi), sebagian bahkan menggunakan metode yang kurang tepat, sedangkan penelitian eksperimental pada manusia jelas tidak etis dilakukan.
Mengingat berbagai kondisi itu, upaya penurunan risiko layak dilakukan. Dr. Anies mengajukan tips untuk menekan risiko pajanan gelombang elektromagnetik SUTET seperti ini:
1. Lengkapi rumah dengan langit-langit atau plafon. Fungsinya untuk mengurangi dampak radiasi elektromagnetik dan melindungi orang di bawahnya dari pajanan gelombang elektromagnetik.
2. Buatkan grounding terhadap bahan-bahan yang menghantarkan listrik, misalnya atap seng, kawat jemuran, mobil, dan sepeda motor. Caranya, dengan memberi sambungan kabel yang menghubungkan bahan-bahan itu ke tanah agar aliran listrik langsung menuju ke Bumi.
3. Tanami pekarangan rumah dengan tumbuhan, terutama berbentuk pohon. Tetumbuhan itu bisa mereduksi pajanan gelombang elektromagnetik dan medan listrik.
4. Usahakan agar tidak berada di luar rumah pada malam hari, karena saat itu arus listrik pada jaringan SUTET sedang tinggi.
5. Periksakan diri ke dokter sedini mungkin bila timbul gejala electrical sensivitiy.
Informasikan tips tersebut kepada saudara, kerabat, teman atau siapa pun yang terpaksa tinggal di bawah atau dekat dengan jaringan SUTET.

Boks1
HANTU-HANTU DI KOLONG SUTET

Mereka yang terpaksa bermukim dan hidup di kolong SUTET mungkin pernah mengalami, merasakan, atau menyaksikan kejadian-kejadian "aneh" di sekitar tempat tinggalnya. Anda yang tinggal nyaman di perumahan yang jauh dari SUTET pasti tidak. Inilah "hantu-hantu" yang biasa gentayangan di sekitar SUTET:
1. Ada suara atau bunyi mendesis; ini sebenarnya akibat ionisasi pada permukaan penghantar (konduktor) yang kadang disertai cahaya keunguan.
2. Bulu atau rambut berdiri sebagai pengaruh medan elektromagnetik yang kecil.
3. Lampu neon atau test pen menyala, meski redup, akibat mudahnya gas neon dalam tabung lampu dan test pen terionisasi.
4. Kejutan lemah pada sentuhan pertama terhadap benda-benda yang mudah menghantar listrik (seperti atap seng, pagar besi, kawat jemuran, dan bodi mobil).

Boks 2
PERLU DIWASPADAI

Dalam pandangan dr. Anies, selama ini orang lebih mewaspadai mikroorganisme sebagai penyebab penyakit yang masa inkubasinya relatif pendek. Mereka jarang menyadari, 20 - 30 tahun mendatang berbagai penyakit justru banyak yang bakal datang dan berawal dari radiasi gelombang elektromagnetik di sekitar tempat tinggal kita. Karena itu, apa pun kondisinya, radiasi gelobang ini tetap perlu diwaspadai.
Apalagi penggunaan peralatan yang menghasilkan medan elektromagnetik sudah demikian meluas. Otomatis pajanan gelombang elektromagnetik juga meningkat. Jadi, radiasi yang harus diwaspadai semakin banyak, tidak hanya yang berasal dari SUTET 150 kV atau 500 kV.


Thursday, March 1, 2007

Ngegame!


Ragnarok, Senang-senang Dapat Uang
Oleh: A. Bimo Wijoseno




Game alias permainan idealnya memang untuk bersenang-senang. Tetapi game Ragnarok beda. Selain bisa buat rileks, permainan lewat internet yang satu ini oleh sejumlah orang dimanfaatkan untuk menangguk keuntungan materi. Bagaimana bisa?
=====
Sebut saja namanya Ero, seorang karyawan muda di sebuah perusahaan swasta di Jakarta. Ia keranjingan main game Ragnarok sejak muncul pertama kali di Indonesia. Setidaknya, enam jam sehari ia habiskan untuk bermain. Tak heran kalau kemudian ia mahir betul dalam permainan yang sarat dengan unsur petualangan dan pertempuran ini. Nah, dari kemahirannya itulah ia menangguk uang.
Bukan dengan berjudi, tetapi memanfaatkan para pemain yang ogah repot untuk mendapatkan "makanan" atau "senjata" agar bisa naik ke jenjang yang lebih tinggi. Mereka cukup beli "makanan" atau "senjata" yang dijual Ero.
"Hal itu sebenarnya dilarang. Tapi karena antarpemain sudah oke, ya tidak apa-apa. Cuma, kalau ketahuan pihak Lyto, sambungan kita langsung diputus," aku Ero terus terang. Yang dimaksud Lyto adalah PT Lyto Datarindo Fortuna - pemegang lisensi game Ragnarok di Indonesia.
Pemain yang ingin cepat "jago" rupanya tidak sedikit. Dari transaksi yang sudah terjadi, seorang pemain yang tergolong ahli seperti Ero bisa mendapat uang cukup banyak. Dari penjualan itu Ero sampai bisa membeli seperangkat komputer multimedia baru. Itu belum seberapa, sebab seorang kenalannya yang kebetulan memiliki usaha warung internet (warnet) bisa membeli tujuh komputer baru dan sebuah sepeda motor bekas dari bermain Ragnarok.

Kartu Rp 6 juta
Ragnarok sesungguhnya game yang dimainkan secara online via internet. Tokoh atau karakternya merupakan adaptasi dari komik Ragnarok karya komikus Korea Selatan, Lee Myung Jin (lihat boks). Mereka adalah Novice (pemula), Swordman (ahli pedang), Archer (ahli panah), Mage (penyihir), Merchant (pedagang), Thief (pencuri), dan Acolyte (pelayan Tuhan).
Boleh dibilang game ini "komik yang hidup". Lalu, sebagai gamer kita bisa berperan sebagai salah satu tokohnya. Agar bisa mencapai jenjang permainan yang lebih tinggi - dan makin sulit tentunya - pemain harus mengembangkan tingkat dan kemampuan karakter yang dipilih.
Untuk menjadi ahli di bidang masing-masing, gamer perlu menjalani beberapa tahap. Salah satunya dengan membasmi monster yang berkeliaran di kota. Dalam Ragnarok terdapat Kota Prontera sebagai ibukotanya, kemudian kota-kota lainnya seperti Izlude tempat untuk menjadi ahli pedang, Morroc kota pencuri, Alberta untuk para pedagang, Payon tempat ahli panah, dan Geffen tempat untuk menjadi penyihir.
Jika kalah, si monster akan memberi hadiah berupa uang atau makanan. Sebaliknya, jika kita kalah, harus mengulang permainan dari awal. Inilah yang membuat pemain penasaran dan ketagihan.
Nilai lebih game ini, seorang pemain bisa bekerja sama dengan pemain lain untuk membasmi si monster. Tak hanya itu, antarpemain bisa berkenalan, bertualang bersama, bekerja sama, dan bersahabat. Mirip dalam kehidupan nyata, kita sebagai pemain juga perlu bekerja dan berusaha memenuhi kebutuhan hidup. Membeli makanan, pakaian, gerobak untuk berdagang, juga senjata pedang atau panah untuk berperang.
Untuk mendapatkan semua itu, transaksi tidak dilakukan dengan cara barter ala kakek moyang kita, tapi sudah menggunakan uang. Bukan rupiah atau dolar, tapi zeny. Nah, di sinilah mulai ada persaingan. Yang tadinya kawan, jangan kaget kalau kemudian tiba-tiba jadi pesaing atau lawan Anda.
Persaingan itu di antaranya terjadi ketika memperebutkan ghostring card. Ini bukan sembarang kartu sebab pemain yang memilikinya jadi kebal terhadap serangan monster. Cuma, untuk memperoleh kartu ini kudu disiapkan tabungan sebanyak 600 juta zeny. Ini jumlah yang sangat besar mengingat untuk mendapat 15 zeny saja, pemain pemula harus bermain selama empat jam.
Namun, bagi yang maniak dan punya uang berlebih, siapkan saja uang betulan sebanyak Rp 6 juta, maka kartu pun siap di tangan. Di mana membelinya? Ya, pada pemain seperti Ero tadi.
"Karena game ini dilengkapi fasilitas chatting, transaksinya ya melalui fasilitas itu. Lalu dilanjutkan janjian via handphone. Kalau sudah oke, tinggal bayar lalu kartu dikirim ke pembeli melalui warnet terdekat," terang Ero.
Sebetulnya, transaksi itu boleh-boleh saja, "Tapi tidak dalam bentuk rupiah," ungkap Widianto, humas Lyto, sambil menambahkan, bukankah sudah ada mata uang resmi Ragnarok. Lebih lanjut ia menjelaskan, kalau hal itu terjadi, tidak ada lagi kejujuran dalam komunitas game Ragnarok. Sebab, ada yang menjadi jagoan lebih dulu, tapi dengan cara yang tidak fair. Lagi pula, keasyikan permainan ini jadi berkurang karena pemain hanya mengejar cepat mencapai level tertinggi.
Untuk menanggulangi pemain yang "nakal" seperti itu pihak Lyto menugaskan game master untuk berpatroli di dalam game. Jika ketahuan olehnya, si pemain langsung didepak dari peredaran. Namun, mereka yang nakal ini rata-rata sudah punya kemampuan tinggi. Tak mudah menangkap mereka, bahkan oleh game master sekalipun.
Gemerincing uang tak hanya nyaring di kantung gamer macam Ero. Yohan, misalnya. Pemilik warnet di Perum 3 Tangerang itu ikut pula ketiban rezeki dari Ragnarok lewat warung internetnya (sewa internet per jam Rp 3.500,-) dan keuntungannya menjual voucher.
"Sebelum ada Ragnarok, warnet saya sempat sepi. Dari 20 unit komputer, sehari paling hanya terisi lima. Kini paling tidak separuhnya terisi tiap hari. Kalau Sabtu dan Minggu, bisa tersewa semua. Semoga tren ini bisa lama," kata Yohan. Para pemain yang datang tidak hanya dari kalangan anak SD, tetapi juga mahasiswa.

Awalnya gratis
Ketimbang online game lain macam Counter Strike, Ragnarok memang fenomenal. Sampai-sampai Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi Thailand mematikan server lokal atau luar negeri sejak pukul 22.00. Ditengarai, mulai jam segitu banyak anak dan remaja begadang main game. Di Indonesia pun manajemen Lyto sering menerima keluhan dari orangtua yang tagihan telepon rumahnya membengkak gara-gara dipakai main Ragnarok.
Menanggapi keluhan itu, Lyto lalu menerbitkan voucher seharga Rp 8.000,- dengan masa berlaku 10 jam; melengkapi voucher Rp 65.000,- (masa berlaku sebulan) dan Rp 18.500,- (masa berlaku seminggu) yang sudah ada sebelumnya.
Voucher yang diterbitkan sejak permainan itu tidak gratis lagi (November 2003) itu menjadi pintu masuk untuk bermain Ragnarok. Awalnya, game ini dibawa ke Indonesia pada Mei 2003. Karena gratis, peminatnya pun langsung melonjak hingga 100.000-an orang serta sekitar 1.000 warnet mengakses Ragnarok.
Setelah diberlakukan sistem voucher, jumlah peminatnya menurun. Tapi lama-kelamaan meningkat lagi. "Soalnya, game ini sudah lekat di hati pemain. Untuk saat ini kira-kira ada 22.000 pemain yang online setiap harinya dari seluruh Indonesia," ujar Sarah Taurusia dari pemasaran Lyto. Padahal, jika dihitung-hitung, perlu modal yang tidak sedikit untuk bermain.
Wita, misalnya. Mahasiswi semester III di sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta itu menyukai game Ragnarok sejak pertama kali muncul. Hingga sekarang ia masih main. "Paling tidak 3 - 5 jam sehari. Suka kepikiran kalau sehari enggak main," aku Wita.
Yang membuat dirinya keranjingan main antara lain karena tampilan gambar tiga dimensinya menarik dan karakternya yang imut-imut. Pernah ia main sejak tengah malam hingga pukul 07.00 pagi. "Apalagi ada chatting-nya yang bikin game ini asyik untuk berlama-lama."
Berapa dana yang dihabiskan? Untuk voucher-nya saja Wita rata-rata membeli enam voucher seharga Rp 8.000,- sebulannya. Lalu untuk akses internetnya, jika lima jam sehari saja, sudah sekitar Rp 750.000.- dengan asumsi per jamnya Rp 5.000,-. Jadi, total sebulan dana yang dihabiskan sekitar Rp 798.000,- sebulan!
Keuntungan yang ditangguk Lyto tentu lebih besar lagi. Misalkan, dalam sehari saja dipukul rata pemain yang jumlahnya mencapai 22.000 itu membeli voucher paling murah (Rp 8.000,-), uang yang masuk ke kantung Lyto mencapai Rp 176 juta. Itu belum ditambah hasil penjualan macam-macam merchandize(boneka dan pernak-pernik lain) dan penjualan CD peranti lunak game Ragnarok yang dibanderol Rp 8.000,- per keping.
Benar kalau begitu, selain untuk bersenang-senang, Ragnarok bisa mendatangkan uang.

Keterangan:
- Lead foto: (ragnarok 2.jpg)
- Suasana di sebuah game center (ragnarok 7.jpg)
- Tanpa voucher, kita enggak bisa main Ragnarok. (ragnarok 9.jpg)
- Beginilah salah satu tampilan game-nya di layar monitor. (ragnarok 3.jpg)
- Ghostring card seharga Rp 6 juta. (ragnarok 5.jpg)
- (Dua monster kecil jadikan hiasan saja!)

Boks
KOMIKNYA MALAH MANDEG

Permainan Ragnarok diangkat dari karya komikus Korea Selatan, Lee Myung Jin, dengan judul sama. Sampai sekarang komik ini baru mencapai 10 seri. Ceritanya tentang peperangan panjang selama bertahun-tahun antara dewa, manusia, dan iblis di Midgard. Akibat perang, terjadi kerusakan di mana-mana. Lantas mereka melakukan gencatan senjata dan perang pun berakhir.
Beberapa tahun berselang ada kedamaian. Namun, itu tidak berlangsung lama karena ulah manusia sendiri. Kejadian aneh mulai terjadi. Muncul bermacam monster bersamaan dengan bencana gempa Bumi dan badai yang bergulung-gulung. Dalam suasana kacau itu muncul petualangan yang menarik saat manusia melawan iblis dan monster. Juga ada cerita menarik soal perebutan keping Ymir untuk kedamaian, ketenaran, dan kekayaan. Di sinilah dimulai petualangan yang seru.
Berbeda dengan versi komiknya yang masih mandeg di seri 10, Ragnarok versi i>game malah semakin berkembang. Versi terakhir (episode ke-5) adalah Juno, yang dibuat oleh Gravity Interactive, sebuah perusahaan pembuat peranti lunak game di Korea Selatan. Game Ragnarok juga berkembang ke beberapa negara seperti Jepang, Inggris, Thailand, Cina, Jerman, Italia, Turki, Switzerland, Austria, dan Indonesia.
Game itu pertama kali muncul di bulan Maret 2001, masih dalam versi alfa yang belum online; baru bisa dimainkan sendirian. Tidak lama berselang, di bulan November 2001 Ragnarok keluar dalam versi beta yang sudah online. Salah satu kelebihannya yaitu fasilitas chatting yang memungkinkan antarpemain bisa berkomunikasi dan berinteraksi.

Keterangan:
- Dari komik beralih ke online game (ragnarok 1.jpg)


Uang apa kumbang?


Dari Kumbang Jadi Uang
Oleh: A. Bimo Wijoseno




Jangan meremehkan hal sepele. Di tangan Tri Susilo dan Andi Rafiandi kumbang yang dianggap hama bisa mendatangkan uang.
=====
Pernah mendengar ada orang bergiat di bisnis jual-beli kumbang? Tri Susilo dan Andi adalah di antaranya. Tampaknya barang sepele, tetapi ternyata bisa mendatangkan banyak uang. Jangan kaget kalau seekor kumbang bisa dihargai ratusan ribu rupiah. Bahkan ada yang mencapai puluhan juta rupiah seekornya. Tetapi semua itu tergantung keunikan kumbang. Misalnya, ukuran tubuhnya dua kali lebih besar dari kumbang sejenis yang biasa ditemui, langka, bentuk capit unik, dan warnanya khas.
Ambil contoh kumbang Chalcosoma atlas. Kumbang bercapit tiga yang dikenal sebagai hama kelapa sawit ini di situs lelang eBay dihargai AS $ 10,5 per ekor. “Untuk kumbang langka seperti Andromorf dorcus bucephalus, ini kumbang pemakan tahi gajah, harganya bisa ratusan dolar per ekor. Tetapi ini sangat jarang sekali ditemui,” ungkap Andi.
Kumbang-kumbang itu oleh pembeli dijadikan binatang peliharaan bagi kolektor. Ada juga yang dimanfaatkan sebagai bahan baku kosmetika dan obat-obatan tradisional, sebab di dalam tubuh kumbang terkandung banyak protein. Hal ini tampak jelas dari kulit keras yang melindungi tubuh kumbang.

Awalnya sambilan
Tri Susilo memulai usahanya di tahun 1992 bersama rekannya. “Saya bisnis kumbang ini berdasarkan feeling saja kok,” akunya. Usahanya itu sebenarnya memang sekadar sambilan bagi Pak Sipit - begitu Tri akrab dipanggil. Kala itu ia salah seorang pelatih silat nasional. Tim asuhannya kerap menjuarai pertandingan di tingkat nasional (Pekan Olahraga Nasional) maupun internasional, seperti SEA Games.
Di saat senggang sewaktu mendampingi tim pencak silatnya bertanding ke luar negeri, Tri berkesempatan untuk jalan-jalan melihat museum. “Saya tertarik pada koleksi serangga di sana. Lalu terlintas di pikiran saya, kumbang seperti ini banyak dijumpai di Indonesia. Kemudian muncul ide untuk mengembangkannya,” papar Pak Sipit. Apalagi di sana (?) sudah banyak perkumpulan pecinta serangga. Keping-keping pemikiran pun akhirnya mengerucut menjadi sebuah peluang. Kemudian ia mencari kenalan yang membutuhkan kumbang, seperti para peneliti dan kolektor kumbang (entomolog).
Awalnya, Sipit mengambil kumbang-kumbang dari alam di pinggir-pinggir hutan. Namun, lambat laun kumbang makin sulit didapat. “Mungkin karena hutan sekarang banyak ditebangi sehingga kumbangnya makin sedikit dan sulit didapat,” ucapnya. Kesulitan itu tidak membuat Sipit gentar. Konsumen setianya dari Jepang sampai rela menunggu. Lalu muncullah ide membudidayakan kumbang. Dengan beternak kumbang di rumah, ia tidak perlu repot lagi berburu kumbang di alam dan ada kepastian jumlah kumbang yang didapat dari hasil budidayanya. Selain itu jumlah kumbang di alam tetap ada tidak habis diekspor.
Untuk menjadi dewasa kumbang butuh waktu setahun. "Umur kumbang dewasa juga kurang lebih satu tahun (meski) tergantung jenis kumbangnya," ujar Andi Rafiandi, menantu Sipit yang kini mengelola secara penuh bisnis kumbangnya. Namun, untuk sampai ke tahap budidaya, mereka harus berburu dulu. "Ini ada triknya," Sipit buka rahasia.
Waktu yang cocok untuk berburu kumbang adalah saat Bulan sedang tidak tampak sehingga malam benar-benar gelap gulita. Jaring, lampu penerangan, sdan wadah untuk kumbang disiapkan. Jaring untuk menangkap kumbang, sedangkan lampu penerangan untuk menarik kumbang karena binatang ini suka dengan cahaya terang. “Tetapi jangan terlalu berharap banyak. Soalnya, dalam setiap perburuan tidak selalu mendapatkan kumbang yang kita cari. Pernah saya habis Rp 4 juta untuk ongkos pulang-pergi ke Sumatra tetapi kumbang yang dicari tidak kami dapat,” kata Sipit.
Agar pulang membawa hasil, Sipit pun membuka rahasia kedua. Sebagai patokan sederhana buat yang pertama kali berburu, kumbang banyak dijumpai di dataran tinggi, berhawa dingin, dan di pepohonan yang rimbun.

Serangga perusak
Bila kumbang sudah didapat, sekarang tinggal memikirkan soal budidaya. Sipit sendiri menyediakan ruangan sekitar 4 x 5 m dan ber-AC untuk “rumah” kumbangnya. Kumbang butuh AC karena di habitatnya ia suka tinggal di tempat yang bersuhu dingin dan lembab. Lampu penerangannya cukup remang-remang saja. Ada ratusan kumbang di dalam ruangan ini. Namun, kumbang-kumbang itu tidak dibiarkan lepas di ruangan, melainkan dimasukkan ke dalam toples-toples plastik yang dilubangi dinding-dindingnya dan berisi serbuk kayu. Dengan cara ini, tak perlu membuat terarium yang mahal.
Sebagai makanannya kumbang-kumbang itu cukup diberi potongan batang tebu yang dapat memberikan dua keuntungan sekaligus. Secara alamiah kumbang senang tingal di pohon yang bisa ia kerat seratnya. Nah, dengan mengerat batang tebu, gula yang jadi makanannya pun menetes. Kalau kumbang sudah kawin dan bertelur, tunggu sampai telurnya menetas dan menjadi larva.
Ada perlakuan khusus saat kumbang masih dalam bentuk larva, yakni memperhatikan pasokan makanan yang memadai, terutama berupa protein. Zat gizi ini penting untuk perkembangannya agar sempurna. “Jika kumbangnya bisa berukuran besar, (ia) akan punya nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan ukuran yang biasa,” jelas Andi.
Ketika sudah berkembang biak menjadi banyak, sekarang tinggal bagaimana menjualnya. Memasarkan hasil budidaya kumbang bukan perkara mudah. Ini bisa dimaklumi karena komunitas pecinta kumbang di Indonesia, menurut Andi, belum terbentuk. Karena itu mau tidak mau peternak kumbang harus mengekspor hasil budidayanya. Konsumen atau pasar yang terbesar selama ini adalah Jepang dan Taiwan. Di kedua negara itu komunitas pecinta kumbang sudah cukup banyak.
Kumbang bisa dijual dalam keadaan hidup atau mati. Dalam keadaan mati binatang ini bisa awet sampai puluhan - bahkan ratusan tahun - tanpa diberi formalin. Tentu saja mereka harus disimpan dalam terarium yang suhu dan kelembabannya terjaga.
Perlu diingat, binatang ini termasuk serangga perusak alias hama. Hal ini membuatnya sulit masuk ke negara lain. “Mereka ketat untuk menerima serangga. Oleh sebab itu perlu izin dari negara penerima dan dari karantina kehewanan di sini. Ini terkait dengan kelangsungan ekosistem alam di sini juga,” jelas Andi.
Di Indonesia jumlah eksportir kumbang belum banyak sehingga peluang bisnis kumbang masih terbuka lebar. Padahal kebutuhan pasar di luar negeri cukup besar. Dalam setahun Andi dan Sipit paling tidak tiga kali mengekpor ratusan kumbang.
Jika ada yang tertarik, Sipit tidak segan-segan menularkan ilmunya. Datang saja ke rumahnya di bilangan Kalimalang, Jakarta Timur. Di sana Anda akan tahu bagaimana kumbang bisa "diubah" menjadi uang.


Hemat lampu om!


Tetap Nikmat Meski Listrik Dihemat
Oleh: A. Bimo Wijoseno




Menghemat bahan bakar minyak kok dengan memadamkan listrik? Ternyata 87% pembangkit listrik mengandalkan minyak, gas, dan batubara. Padahal, ada panas bumi yang melimpah, bisa diperbarui, dan ramah lingkungan! Hemat memang perlu, namun diversifikasi jangan dilupakan.
=====
Padamnya listrik yang terjadi pada 18 Agustus 2005 silam membuat banyak kalangan kalang kabut. Di jalan lalu lintas macet gara-gara lampu lalu lintas mati. Di kantor yang tidak menyediakan genset para pekerjanya kegerahan. Bahkan sebuah pabrik di kawasan Sunter merelakan karyawannya pulang lebih awal dari jam kerja biasanya.
Adanya genset pun tidak menjamin "bisnis berjalan seperti biasa". Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo di Jakarta misalnya. Genset yang dimiliki tidak cukup mengaliri semua ruangan. Hanya beberapa ruangan tertentu yang bisa teraliri listrik, seperti ruang operasi, penyimpanan darah, dan unit gawat darurat. Bayangkan penderitaan yang dialami para pasien: sudah sakit, ruangan gelap, dan kepanasan karena tidak ada pendingin ruangan.
Kegerahan gara-gara ngadatnya listrik pun dirasakan oleh presiden kita. Saat menghadiri pergelaran seni budaya dalam rangka Hari Kemerdekaan RI mendadak listrik di Istora Senayan padam. RI-1 pun menikmati acara sambil kipas-kipas karena kepanasan. Padahal belum lama ia mengeluarkan Inpres No. 10/2005 tentang Penghematan Energi.
Menurut pihak PLN, padamnya listrik yang berlangsung antara 1,5 jam dan 12 jam itu akibat terganggunya sistem interkoneksi 500 kV Saguling-Cibinong-Cilegon. Selama ini interkoneksi Jawa-Bali memang masih menggunakan satu jalur, karena jalur selatan belum rampung akibat masalah nonteknis.
Apa pun alasan PLN, satu hal yang pasti bahwa kita sudah sangat tergantung pada listrik. Namun, banyak yang tidak menyadari bahwa untuk menghasilkan listrik itu dibutuhkan BBM. Kebutuhan akan listrik yang meningkat membuat BBM yang digunakan bertambah pula. Padahal, pasokannya sudah menipis. Untuk itulah kita harus mulai menghemat listrik!

Cukup dua lampu
Gerakan menghemat energi melalui Inpres No. 10/2005 memang berhasil menghemat sampai 200 MW. Meski terlihat masih kecil, “Tetapi gerakan penghematan yang positif ini patut kita dukung. Karena ini semua juga demi anak cucu kita supaya juga kebagian energi,” ungkap Sunggu Anwar Aritonang, direktur Niaga dan Pelayanan Pelanggan, PLN.
Menurut Effendi Alam dari Riset dan Litbang PT PLN yang berkantor di Duren Tiga, Jakarta, penghematan yang dilakukan secara serentak dan pada jam yang sama sangat signifikan hasilnya.
Mari kita buat pengandaian. Misalkan saja, jika kita mematikan dua buah lampu 50 watt selama satu jam saja. Pertama kita hitung dulu specific fuel consumption (SFC), yaitu mengetahui konsumsi sebuah genset untuk menghasilkan daya 1 kwh. Kita ambil contoh genset berkekuatan 1.000 MW membutuhkan ¼ liter BBM per jam untuk mendapatkan listrik 1 kwh. Jika dalam satu jam ada 15 juta pelanggan secara serentak mematikan dua lampu @ 50 watt, berapa yang akan dihemat? Hitung-hitungannya menjadi 100 w x 15 juta x ¼ l/kwh = 375.000 liter/jam. Kalau mau dirupiahkan, tinggal kalikan saja dengan harga satu liter BBM-nya.
Dari data PLN tahun 2005, pemakaian solar untuk pembangkit listrik tenaga gas dan uap di Jawa-Bali sebesar 6,54 juta kiloliter. Sedangkan marine fuel oil yang digunakan untuk menggerakkan turbin PLTU sebesar dua juta kiloliter. Jika saja 15 juta pelanggan PLN tadi serentak mematikan dua buah lampu @ 50 watt, setahun BBM yang bisa dihemat sebesar 136.875 kiloliter. Lumayan juga 'kan penghematannya?
Namun, menghemat tidak berarti kita pelit listrik. Apalagi sampai mematikan semua lampu. Bisa-bisa malah menderita kerugian gara-gara rumah disatroni maling, misalnya. Prinsipnya, menghemat berarti, "Memakai listrik sesuai kebutuhan,” ujar Effendi. Misalnya saja, lampu kamar mandi atau ruang tidur dinyalakan saat sedang digunakan saja.
Yang jadi pertanyaan selanjutnya, bila masyarakat sudah berhemat, apakah krisis bisa diatasi? Ternyata hal itu belum menjamin 100%. Soalnya, ada asumsi, sebelum harga BBM untuk industri dinaikkan, banyak industri di Pulau Jawa yang memiliki pembangkit listrik sendiri. Namun, setelah harga BBM untuk industri dinaikkan, para pengusaha beralih ke listrik PLN yang lebih murah. Jadi, penghematan yang dilakukan konsumen rumah tangga "dialihkan" ke industri.

Potensi di panas bumi
Mengutip data PLN tahun 2004, kapasitas terpasang untuk sistem Jawa-Bali sebesar 19.615 MW. Sedangkan daya mampu nettonya 18.402 MW. Saat beban puncak, yakni ketika banyak pelanggan memakai listrik, butuh kucuran daya sebesar 14.398 MW. Jika dilihat cadangan listriknya, tampak minim sekali, tinggal 4.004 MW.
Padahal, kapasitas daya listrik terpasang itu perlu terus ditambah seiring dengan adanya peningkatan kebutuhan. Seperti pertambahan jumlah penduduk dan perkembangan investasi, terutama di Jawa-Bali-Madura diperkirakan akan menimbulkan krisis listrik bila tidak dibangun pusat pembangkit listrik baru. Kalau pemakainya meningkat dan suplainya jalan di tempat, wajar saja kalau sewaktu-waktu bisa kekurangan daya dan langsung mak pet! Mati.
Problem besar yang dihadapi Indonesia, selama ini kita sangat tergantung pada minyak untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. Mulai dari memasak, transportasi, industri hingga pembangkit listrik. Pembangkit listrik sekarang ini sebesar 21,4 gigawatt, 87% masih menggantungkan pada minyak, gas, dan batubara. Dari tenaga air hanya 10,5%, sedangkan 2,5% dari panas bumi. Membangun pembangkit listrik tenaga minyak, gas, dan batubara memang lebih mudah dan cepat balik modal dibandingkan dengan PLTA, misalnya, yang mesti membangun dam.
Padahal potensi di luar minyak dan gas sangat menjanjikan (Kompas, 16 Agustus 2005). Tenaga air bisa menghasilkan sekitar 75.000 MW (0,02% dari potensi dunia) dan cadangan batubara Indonesia cukup banyak, sekitar 50 miliar ton (3% dari potensi dunia). Bahkan untuk panas bumi kita memiliki cadangan yang sangat melimpah, sekitar 27.000 MW (40% dari potensi dunia). Belum lagi potensi biomasa.
Sayangnya, potensi tadi tidak termanfaatkan dengan baik. Tidak adanya komitmen dari semua pihak membuat energi terbarukan (tenaga air, panas bumi, dan biomasa) baru terpakai 3,4% dari potensi cadangan yang ada (Kompas, 16 Agustus 2005). Nah, bisa dibayangkan jika energi terbarukan tadi diberdayakan, minimal sampai separuhnya, berapa banyak BBM yang bisa dihemat.
Jadi, perlu kerja sama semua pihak untuk menanggulangi krisis energi kita ini. Selain menghemat, perlu adanya diversifikasi ke energi terbarukan yang ramah lingkungan. Dengan begitu pasokan listrik tak hanya tergantung pada BBM seperti sekarang. Pak Presiden pun tak perlu berkipas-kipas lagi ....

Boks 1
TEPAT, HEMAT DIDAPAT

Kadang kita bingung, kok rekening listrik masih saja tinggi? Padahal sudah menggunakan peralatan dan lampu yang berlabel hemat energi. Bisa jadi yang salah bukan pada alatnya, melainkan akibat cara pemakaiannya yang tidak tepat.
Berikut ini contoh menghitung biaya pemakaian listrik rumah tangga yang memiliki daya listrik 900 VA.
1 setrika 350 watt dipakai 2 jam/hari = 0,70 kWh/hari
1 pompa air 150 watt dipakai 3 jam/hari = 0,45 kWh/hari
1 kulkas sedang 100 watt, 24 jam/hari = 2,40 kWh/hari
1 TV 20" 110 watt, 6 jam/hari = 0,66 kWh/hari
1 rice cooker 300 watt, 2 jam/hari= 0,60 kWh/hari
6 lampu hemat energi 20 watt, 6 jam/hari= 0,72 kWh/hari
4 lampu hemat energi 10 watt, 6 jam/hari= 0,24 kWh/hari
Total jumlah kebutuhan listrik per hari 5,77 kWh. Jika harga listrik per 1 kWh saat ini Rp 588,-, maka jumlah kebutuhan listrik per bulan: 5,77 kWh x 30 x Rp 588,- = Rp 101.782,8.

Boks 2
KIAT BERHEMAT

Langkah-langkah penghematan memang perlu dilakukan. Namun, bukan berarti alat-alat listrik semua dimasukkan ke dalam gudang. Pakailah dengan bijak!
1. Lemari es: pilih kapasitas lemari es sesuai kebutuhan. Pintu harus selalu tertutup rapat. Tidak memasukkan makanan panas. Letak lemari es juga sebaiknya berjarak 15 cm dari dinding. Hal ini dilakukan supaya proses pelepasan panas berjalan baik. Matikan bila tidak digunakan dalam waktu lama.
2. Setrika listrik: atur tingkat panas sesuai bahan yang akan disetrika. Bersihkan kerak pada setrika yang dapat menghambat panas. Matikan kalau tidak dipakai.
3. TV, radio, dan tape: tanpa alat ini rasanya dunia jadi sepi. Hanya saja, matikan kalau tidak didengar atau ditonton.
4. Kipas angin: kalau bisa membuka jendela dan cukup sirkulasi udara, mungkin tak perlu lagi kipas angin. Gunakanlah timer atau pengatur waktu sesuai kebutuhan.
5. AC: pilih yang hemat energi dan sesuai kapasitas ruangan. Matikan kalau tidak digunakan. Jangan menyetel temperaturnya terlalu dingin. Makin dingin, makin tinggi daya listrik yang diserap. Bersihkan filternya supaya AC bekerja maksimal.

Udara segar...di mana...


Memetik Udara Segar di Rumah
Oleh: A. Bimo Wijoseno


Penulis: A. Bimo Wijoseno

Dalam era "hidup kembali ke alam", kita dapat membawa suasana udara perdesaan yang segar dan bersih masuk ke dalam rumah. Terutama rumah-rumah di kota besar, yang sudah makin terkepung oleh udara terpolusi. Air purifier bisa membantu.
=====
Udara cerah berlangit biru/Ingin aku bersenang-senang bersamamu/Bernyanyi-nyanyi dan menari/Di alam bebas dan segar seperti ini.
Sepenggal lagu anak-anak berjudul Hati Gembira karangan AT Mahmud ini sudah jarang terdengar. Tidak lama lagi akan semakin aneh didengar, khususnya di kota-kota besar. Soalnya, udara bersih dan segar di kota-kota macam Jakarta sudah jadi barang langka.
Simak saja hasil penelitian ini. Dari 10 kota di Indonesia, enam di antaranya (Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Jambi, dan Pekanbaru) hanya memiliki udara berkategori baik selama 22 - 62 hari dalam setahun atau tidak lebih dari 17%. Di Pontianak dan Palangkaraya penduduk harus menghirup udara dengan kategori berbahaya, masing-masing selama 88 dan 22 hari.
Khusus Jakarta, data dari Mitra Emisi Bersih (MEB) menunjukkan, kualitas udara kategori baik di Jakarta selama tahun 2001 (365 hari) 75 hari. Pada 2002 angka itu menurun menjadi 22 hari. Seiring dengan membanjirnya sumber polusi bergerak (mobil dan motor), bisa dibayangkan bagaimana buruknya kondisi kualitas udara di Jakarta.
Banyak cara telah diupayakan, baik oleh Pemda maupun lembaga swadaya masyarakat. Sembari menunggu hasilnya, tak ada salahnya kita berupaya sendiri. Menanam pohon di lingkungan sekitar, misalnya. Jika masih mentok juga, coba melirik produk teknologi pembersih udara, yang sering disebut air purifier.

Masih konvensional
Mengapa udara di pegunungan (Kawasan Puncak antara Bogor dan Cianjur, misalnya) atau di desa (kampung halaman kakek nenek kita) terasa segar? Kuncinya, adanya tanaman rindang yang banyak tumbuh di sana. Tanaman inilah yang menjadi bagian dari mekanisme alam untuk menjernihkan udara. Caranya, ion positif dan ion negatif yang dikeluarkan tanaman akan menyeimbangkan kembali komposisi udara yang kotor dengan memperbanyak unsur oksigennya. Udara yang kaya oksigen terasa segar kala dihirup.
Cara pohon menjernihkan udara itulah yang diterapkan pada air purifier. Bukan meniru bentuknya, tapi teknologinya. Sosok penjernih udara ini mirip penyejuk ruangan (AC). Namun, bukan udara dingin yang tersembur, cuma angin sepoi-poi. Jadi, lebih tepat disebut kipas angin plus. Nilai plusnya terletak pada filter yang ada di dalamnya. Fungsinya menyaring udara dari kotoran, debu, bau, partikel kecil, bahkan kuman dan bakteri. Hanya saja alat tidak meniypkan kesejukan.
Teknologi pembersih udara yang ada di pasaran sekarang sebagian besar masih konvensional, namun sudah ada perkembangan yang berarti. Peranti kerasnya masih berupa kipas angin yang berfungsi menyerap udara dan filter karbon sebagai penyaring udara. Filter udara inilah yang sekarang "diotak-atik" biar semakin canggih.
Ambil contoh filter udara yang ada di alat pembersih udara merek Samsung. "Alat ini sudah menggunakan teknologi silver nano dan dilengkapi hepa (high efficiency particulate air filter - Red.), yaitu filter yang terdiri atas 11 filter penyaring yang menghasilkan udara bersih," ujar Wisnu Sigit, manajer pemasaran produk PT Samsung Elektronik Indonesia (SEI).
Silver nano adalah pelapis filter dari perak yang bisa mengikat bakteri dan jamur. Sedangkan filter hepa sendiri mampu menyaring kotoran hingga ukuran 0,3 mikrometer. Tak hanya itu, bau-bauan tak sedap, semisal bau asap rokok, juga bisa lenyap.
Lain lagi dengan pembersih udara merek Sharp dari Jepang. Teknologinya dikemas dengan nama plasmacluter. "Di dalam air purifier-nya ada alat yang membentuk keseimbangan ion positif dan ion negatif yang ada di udara," ujar Cokhy Indira Pasha, product marketing AC dan air purifier dari PT Sharp Yasonta. Prinsip kerja plasmacluster ini menguraikan air (H2O) menjadi ion positif (H+) dan ion negatif (O2-).
Selanjutnya, reaksi kimia yang sulit dijelaskan di sini menjadikan udara seimbang (Intisari, September 2004). Sharp mengklaim bahwa semburan plasmacluster-nya dapat menjangkau seluruh sudut ruangan. Selain plasmacluster, Sharp juga melengkapi pembersih udaranya dengan filter hepa. Cuma jumlahnya tidak sampai 11 lapis seperti pada merek Samsung.
Perkembangan teknologi pembersih udara ini relatif lambat karena penggunanya masih sedikit. "Kebanyakan yang memakai alat ini orang-orang yang sedang dalam taraf penyembuhan," ungkap Wiwin, panggilan akrab Windayati Wanayu. Tak heran kalau penggunanya termasuk beberapa rumah sakit. "Namun, ada juga perorangan yang menggunakan alat ini di rumah mereka untuk alasan kesehatan," ucap Wiwin.

Demi kesehatan
Karena produsen dan konsumen alat pembersih udara ini masih sedikit, wajar kalau harga alat masih relatif mahal. SEI melabeli produknya pada kisaran Rp 5 juta untuk kapasitas 40 m2. Tipe ini tentunya cocok untuk di rumah. Pembersih udara dari Sharp dibanderol sedikit lebih murah, Rp 4 jutaan. Namun, kapasitasnya juga lebih kecil, 31 m2. Kalau uang tidak menjadi masalah bagi Anda, tinggal pilih saja yang sesuai kebutuhan.
Namun, sebenarnya pada kondisi bagaimana kita membutuhkan alat ini? Agak sulit menjawabnya. Sebab, jika di rumah sudah ada AC, rasanya udara sudah cukup segar. Tetapi tidak menjamin kalau udaranya sudah bersih. Fungsi AC memang hanya mendinginkan udara, bukan menyaring udara. Meski ada juga yang telah dilengkapi filter.
Namun, fakta yang ada menunjukkan bahwa filter AC tidak maksimal menyaring udara. Di lain pihak, air purifier hanya membersihkan udara tanpa membuat udara terkondisikan. Kalau ingin udara bersih sekaligus terkondisikan (dingin atau sejuk), pilihlah keduanya.
Lain persoalan kalau aspek kesehatan Anda jadikan alasan untuk menggunakan air purifier. Apalagi Anda sangat sensitif terhadap kualitas udara. Misalnya, saja mudah mengalami gangguan pernapasan atau alergi debu. Penderitaan seperti itu bisa terekstradisi. Ibu hamil juga perlu udara segar, bersih, dan sehat untuk kesehatan perkembangan janinnya. Yang hobi memelihara hewan piaraan juga bisa memanfaatkan alat ini. Tidak hanya menyaring bulu-bulu binatang kesayangan yang beterbangan, tapi juga menyaring bakteri yang ikut melayang-layang.
Kesimpulannya, sebenarnya kita semua memerlukan alat ini. Bukankah kita mendambakan udara bersih nan segar? Karena banyak yang butuh itulah, alat ini dibikin supaya fleksibel penempatannya. Untuk kapasitas kecil bisa ditaruh di lantai. Soalnya, ukuran alat ini memang tidak jauh berbeda dengan kipas angin. Jika merasa terganggu dengan penempatan di lantai, pilih yang model tempel di dinding. Model ini mirip AC.
Jika Anda sudah memilikinya, yang perlu diperhatikan adalah kebersihan filternya. Memang benar, filter bisa awet sampai lima tahunan. Dengan catatan, sering dibersihkan. Sebab, kalau tidak, otomatis filternya akan tertutup kotoran. Kalau sudah begitu, kerja pembersih udara juga tidak maksimal.
Untuk urusan bersih-bersih filter ini disarankan untuk dilakukan di luar rumah. Alasannya sederhana, kalau dilakukan di dalam rumah, kotorannya dapat kembali lagi. Cara membersihkannya cukup dengan alat penyedot debu (vacuum cleaner). Tidak perlu dicuci dengan air, sebab bisa-bisa malah rusak filternya. Soalnya, filter itu terbuat dari serat yang halus sekali. Jangan lupa, ganti filter kalau sudah tiba saatnya. Pilih filter yang berdaya tahan lama.
Agak ribet memang, tapi itu konsekuensi memperoleh udara segar. Kalau dipikir-pikir, memang lebih enak hidup di desa, seperti digambarkan oleh lagu karangan AT Mahmud tadi.

Keterangan:
- lead

Boks
SEKADAR SARAN

1. Jangan terpengaruh oleh merek dan harganya, tetapi lihat manfaat dan kelebihannya.
2. Sesuaikan kapasitas air purifier dengan ruangannya. Kapasitas kecil di ruangan yang besar tentu menjadi tak maksimal. Sebaliknya, kita membuang energi.
3. Pilih yang onderdilnya mudah didapat, sehingga tidak mengalami kesulitan bila ada kerusakan.
4. Untuk hasil yang maksimal, cari alat yang filternya berlapis-lapis.

Iridiologi


Di Matamu Kulihat Penyakit
Oleh: A. Bimo Wijoseno




Mata adalah jendela hati, sekaligus indera untuk menikmati indahnya dunia. Namun, bagi dr. Asdi Yudiono, semua kegunaan itu masih kurang. Bagi dia, mata bisa digunakan untuk mendukung profesinya sebagai dokter, yaitu untuk “meramal” beragam penyakit yang berpotensi menyerang tubuh. Bagaimana bentuk "ramalannya"?
=====
Melihat cara kerja dr. Asdi Yudiono, Anda barangkali akan menyangka, dokter muda ini dokter spesialis mata. Soalnya, ia lebih banyak meneliti penyakit pasiennya lewat indera penglihatan.
Namun, sumpah mati, dr. Asdi bukan dokter mata. Ia seorang dokter umum. Bedanya dengan dokter umum lain ialah penguasaannya yang baik terhadap iridiologi. Berkat ilmu yang didalaminya selama bertahun-tahun itu, ia dapat mendeteksi secara dini beragam penyakit yang akan menimpa seorang pasien, cukup lewat gambaran iris mata.
Meski begitu, menurut dia, sebenarnya iridiologi tidak pernah dibahas dalam ilmu kedokteran. Ia hanyalah salah satu bentuk ilmu kedokteran alternatif yang bersifat preventif atau pencegahan, yang menggunakan pola, warna, dan keadaan fisik dari iris mata, untuk memberikan informasi tentang beragam penyakit yang mungkin ada di dalam diri si pemilik iris mata.
Dari hasil pengamatan itu, diharapkan penyakit dapat ditangkal sejak masih berstatus "gejala", sehingga tidak merepotkan penderita di kemudian hari, atau mencapai tahap parah. Satu lagi informasi yang perlu diingat, ilmu “ramal-meramal” lewat media iris mata ini lepas dari ilmu kedokteran mata. Karena itu, jangan sebut pula dr. Asdi sebagai dokter mata.

Menelusuri sumber
Iridiologi yang dipraktikkan dr. Asdi dalam meramal penyakit pasiennya kira-kira mirip seperti bola kristal yang dimanfaatkan para peramal nasib untuk melihat masa depan seseorang. Namun, berbeda dengan bola kristal, iridiologi yang diterapkannya tentu saja jauh lebih didasarkan pada standar-standar ilmiah.
Iridiologi bahkan bukan sekadar ilmu untuk meramal penyakit. "Keluhan yang sedang dialami pasien, misalnya, bisa juga ditelusuri lewat iridiologi ini,” jelas dr. Asdi. Menurut dia, penyakit seseorang bisa dilihat dari tanda-tanda yang tergambar dalam iris matanya. Ia meyakini, kondisi semua organ tubuh berhubungan langsung dan tersurat di dalam iris mata.
Ilmu ini pertama kali dikembangkan secara ilmiah oleh dr. Ignatz von Peczely (1826 - 1911), seorang dokter asal Hongaria. Secara tak sengaja, Peczely menemukan ilmu ini dari burung peliharaannya yang mengalami patah kaki. Ia melihat, di bagian bawah iris mata si burung terdapat seberkas garis hitam. Burung itu ia rawat dan akhirnya sembuh. Ketika sembuh, bercak hitam pada mata burung ternyata ikut menghilang.
Pada tahun 1950-an, iridiologi berkembang di Amerika, Eropa, dan Cina. Perkembangannya semakin pesat setelah Bernard Jensen membuat bagan iridiologi yang masih digunakan sampai sekarang.
Berdasarkan bagan itu, Jensen membagi iris mata atas beberapa bagian. Bagian atas mewakili otak, bagian bawah mewakili kaki dan organ reproduksi. Sedangkan iris kanan mewakili organ tubuh bagian kanan, iris kiri tentu saja mewakili organ tubuh bagian kiri. Lambung dan pencernaan direpresentasikan oleh daerah yang mengelilingi pupil mata pada iris.
Mudahnya, iris mata itu lingkaran hitam pada bola mata kita. Secara sekilas, organ mata ini cuma tampak berwarna hitam. Padahal sebenarnya, jika dilihat lebih detail, si hitam satu ini warnanya merah, mirip warna daging segar.
Untuk keperluan pemeriksaan, dr. Asdi lazimnya menggunakan kamera digital, monitor teve, dan lampu. Fungsi kamera digital untuk memotret iris mata pasien. Proses pemotretan tak berbeda dengan proses pemeriksaan iris mata oleh dokter mata. Dagu pasien diletakkan pada sebuah sandaran sehingga iris mata bisa tepat berada di lensa kamera digital yang digunakan untuk memotret. Setelah pas, baru dijepret. Pret!
Supaya gambar dari hasil pemotretan mudah dianalisis, kamera tersambung ke layar televisi. Gambar iris mata itu pun tampak dengan lebih besar di layar gelas. Pada gambar itu jelas sekali terlihat mulai dari garis-garis sampai pembuluh darah pada bola mata. “Kalau tidak punya kamera digital, dilihat langsung dengan kaca pembesar pun bisa. Tetapi kurang praktis, dan hanya si pemeriksa yang bisa melihat,” ujar dr. Asdi.
Gambar di layar teve akan menuntun dr. Asdi pada beragam kelainan. Misalnya, kelainan akut yang ditandai dengan munculnya tanda atau warna keputihan seperti kabut di iris mata. Hal itu menandakan sedang terjadi peradangan. Sedangkan kelainan subakut ditandai dengan munculnya warna abu-abu. Atau kelainan degeneratif, ditandai dengan warna hitam. Yang terakhir ini menunjukkan kelainan berat dan ada kemungkinan sulit untuk diperbaiki.
Lantas, bagaimana kita bisa tahu suatu organ tubuh sedang mengalami gangguan? Kalau gambar mata tadi disesuaikan dengan atlas atau bagan iridiologi, ia akan langsung “berbicara”. Contohnya, jika posisi bercak hitam ada di lokasi kaki pada iris mata, ya kemungkinan masalahnya ada di kaki.
“Biasanya, saya tidak langsung memvonis pasien. Jika ada bercak hitam di (bagian iris mata yang menunjukkan organ) jantung, Anda pasti sakit jantung. Tidak demikian,” ujar dr. Asdi. Ia akan mengungkapkannya dalam bahasa yang lain, yakni ada sesuatu yang akan mengganggu organ tubuh Anda atau ada kelemahan di organ itu, sehingga mulai sekarang mesti lebih berhati-hati.”
Lebih lanjut, dr. Asdi menjelaskan, gambaran yang ada pada mata adalah sebuah gambaran objektif. “Kalau mau didiamkan, mungkin juga tidak akan terjadi apa-apa. Namun, selalu ada kemungkinan terjadi sesuatu pada organ yang bersangkutan, entah kapan. Bercak hitam itu merupakan sinyal atau “peringatan” dari organ. Itu sebabnya perlu diperhatikan,” tuturnya serius.
Warna hitam, kelabu, dan putih pada iris mata sendiri sifatnya tidak statis. Perubahan warna menjadi lebih terang dan berwarna cerah pada iris menunjukkan adanya perbaikan organ. Sedangkan jika warna semakin gelap, itu menunjukkan kelainan yang terjadi semakin bertambah parah atau membahayakan. Perlu ekstra perhatian, bahkan tindakan pencegahan.

Endapan racun
Bukan hanya menandai kemungkinan datang dan perginya penyakit di organ tertentu. Iridiologi juga dapat memberikan gambaran adanya endapan toksin atau racun di dalam tubuh. Biasanya ditandai dengan terdapatnya warna oranye atau kuning, sebagai tanda adanya endapan racun di lokasi tertentu pada bagian tubuh.
Diramal dengan metode iridiologi versi dr. Asdi tidak ada ruginya. Sebab, proses diagnosis model ini tidak invasif dan tidak ada organ tubuh yang diotak-atik. Pasien hanya akan merasa sedikit silau akibat munculnya sinar lampu kamera saat pemotretan.
Dr. Asdi akan cepat mengetahui ketidakseimbangan dan kelemahan tubuh sebelum berkembang ke arah yang lebih gawat. Uniknya, ia tidak serta serta menyarankan pasien menenggak obat buatannya. Sebab, tidak semua keluhan pasien dapat dibereskan dengan obat. Bisa saja, pasien hanya disarankan melakukan diet khusus, banyak minum air putih, atau olahraga sesuai dengan kebutuhan. Bahkan, cukup dengan nasihat untuk memperbaiki kesehatan pasien. “Kalau memang butuh obat, baru saya beri (resep) obat,” cetusnya.
Lewat iridiologi, dr. Asdi mengingatkan pasien untuk berjaga-jaga dan selalu memperhatikan kesehatan badannya. “Saya membantu orang yang tidak tahu tentang organ tubuhnya, supaya mengerti dan sadar apa yang mesti dilakukan. Contohnya, ada orang yang merasa terus-menerus capek, kepalanya kerap pusing. Setelah diteliti, rupanya ada kelemahan pada pencernaannya,” sambung sang dokter.
Omong-omong, bagaimana sih ciri iris mata orang sehat? “Kalau orang sehat walafiat, kedua iris matanya berwarna merah daging segar dan bersih, tidak ada bercak apa pun,” jelasnya.
Meskipun tahu macam-macam penyebab penyakit pasiennya, Asdi tidak berpikir untuk menangani semua penyakit. “Kalau bukan bidangnya, tidak saya kerjakan langsung. Saya sarankan untuk mengunjungi ahlinya. Misalnya, ke dokter spesialis kandungan kalau masalahnya soal kandungan dan reproduksi,” jelas ayah dari empat orang putra ini. Dr. Asdi juga menganjurkan pasiennya agar tetap melakukan pemeriksaan kedokteran standar yang berlaku saat ini, seperti CT scan, USG, rontgen, pemeriksaan laboratorium klinik, ECG, dan sebagainya.
Pemeriksaan-pemeriksaan itu penting untuk memantau kelainan organ secara lebih spesifik pada organ-organ khusus yang sedang mengalami gangguan. Iridiologi belum bisa secara spesifik dan detail memeriksa organ tertentu. Boleh dibilang, inilah yang membedakan aksi “ramal-meramal” dr. Asdi dengan peramal ala bola kristal, karena ia tetap berpijak pada dasar-dasar ilmu kedokteran.

Boks
Berawal Dari Multilevel Marketing

Dr. Asdi mengaku belajar iridiologi secara otodidak. Ilmu ini pertama kali ia kenal lewat seorang dokter senior. Lama-kelamaan, ia mulai tertarik untuk menekuni ilmu barunya ini. Di tahun 1998, ia membeli alat-alat penunjang iridiologi seharga Rp 4,9 juta, berupa kamera digital, pesawat teve, dan printer.
Konon, awalnya, iridiologi yang dia pelajari dipakai untuk mendukung penjualan obat-obatan yang dipasarkan sebuah perusahaan multilevel marketing.
Dokter seniornya bahkan ikut mempengaruhinya, agar bersedia masuk dalam jaringan multilevel marketing itu. Namun, Asdi bersikukuh hanya tertarik pada iridiologinya. Kini, berbekal pengetahuan iridiologinya, ia membuka klinik di rumahnya, di daerah Pakualaman, Yogyakarta. Untuk setiap pemeriksaan, ia hanya memasang tarif Rp 40.000,-.
Tertarik mencoba?